This Is Love

This Is Love
kereta


__ADS_3

❤❤❤


sekitar satu jam duduk dikereta Anggi mulai merasa lapar lagi dan mengeluarkan makanan ringan yang memang sengaja dia beli saat perjalanan ke terminal


hitung hitung buat menahan lapar saat di kereta nanti


satu hal yang sangat Anggi tidak sukai saat naik kereta yaitu saat di dekatnya ada ini dan anak kecil itu sangat menggangu


bukan Anggi tidak suka anak kecil dia sangat suka anak kecil tapi tidak untuk yang ada di kereta karena entah kenapa mungkin dia yang tidak beruntung selalu menemukan anak kecil yang tantrum dan ibu nya yang tidak peduli akan hal itu atau malah menyalahkan orang lain


memang tidak semua anak kecil yang naik kereta itu seperti itu tapi dari semua perjalanan yang dia lakukan pasti seperti itu dan itu sangat menguras tenaga


pengalaman naik pertama kali nya saja itu sudah membuat Anggi dongkol sepanjang jalan pasalnya penumpang di sebelah nya adalah seorang ibu dengan anaknya yang baru berusia sekitar 6 tahun nan dan memang anak itu terlihat sangat lucu dengan muka seriusnya hanya tertuju ke layar handphone nya


ibu itu membeli satu tiket untuk dirinya dan memamgku anaknya dan tidak lupa pula barang nya yang saking banyak nya sampai ada yang di letakan di bawa kakinya


saat baru naik tidak ada kendala sama sekali antara Anggi dan si ibu karena ibu itu ramah dan anaknya juga diam


ibu ini memberikan handphone nya untuk di pakai nonton film mungkin agar si anak ini mengantuk dan mau tidur kalau sudah capek dengan handphone nya


perjalanan yang lumayan cukup lama pastinya si ibu ini capek kalau harus memangku si anaknya ini


so ibu belang begini ke Anggi


" dek boleh geser sedikit nggak, biar anak saya bisa duduk di tengah? "

__ADS_1


kayaa what apaan duduk di tengah? dalam hati Anggi mulai dogkol tuh karena yah kan itu tempat duduk memang ukuran satu orang kalau dia harus geser yang pasti bakalan sempit sekali dan itu jadi tidak nyaman perjalanan nya dan itu masih panjang


kalau memang ibu itu capek atau kasihan ke anaknya seharusnya dari awal dibelikan kursi sendiri biar ibu dan anak sama-sama nyaman itu yang yanga da di pikiran Anggi saat itu tapi karena menghargai ibu itu dan memang ibu itu sudah kelihatan capek


jadilah Anggi menggeser kan dirinya biar si adek ini bisa duduk di tengah sebelum duduk si ibu yang memang membawa boneka bentuk bantal itu di tengah untuk dijadikan alas biar si anak nya itu nyaman duduknya


setelah di pindahkan si anak yang memang masih menonton itu diam saja dia tidak memperdulikan sekitar dia


lupakan soal anak dan ibu Anggi yang mulai merasa lapar mengeluarkan makanan ringan buat meng ganjal perutnya


belum berapa menit di keluarkan si anak merengek ke ibunya tau kan kalau ada anak kecil merengek mau sesuatu tapi tidak mau bilang apa yang dia mau


dan Anggi yang bodo amat dengan itu melanjutkan saja memakan cemilan yang sudah dia buka itu


si ibu yang masih dengan sabar bertanya anaknya itu mau apa tapi beberapa kali bertanya si ibu ini mengerti tapi tidak mau ngomong jadinya seperti memberi kode ke Anggi tapi karena Anggi memang orang nya tidak peka jadilah kodenya tidak di Terima dengan baik


" itu nggak boleh dimakan nak nanti sakit perut, tanya aja sama kakak nya"


si anak melihat Anggi dengan tatapan bertanya tanya


Anggi langsung mengangguk cepat tapi pastilah si anak tidak percaya orang Anggi makan dengan lahap di seblahnya


bukanya tidak mau memberi anak itu cemilan yang dia punya tapi ini masalah nya ini akan menjadi kebiasaan ke anak nya kalau apa pun yang dia mau selalu di ikuti walaupun mengambil sesuatu yang bukan milik dia alangkah baiknya kalau sebagai orang tua itu siap dan paham bagaimana anaknya ketika melakukan perjalanan namanya anak anak harus sedia cemilan untuk nanti dia makan


Anggi akhirnya pun mengalah dan mengambilkan cemilan nya yang masih belum di buka dan memberikan si anak ini dan keadaan pun kembali tenang

__ADS_1


tapi itu tidak bertahan lama karena handphone yang dia pakai itu habis batrei nya dan harus di cas si anak yang tidak terima pun langsung menangis kencang


si ibu ini langsung ambil handphone nya dan bilang kalau harus di cas dulu biar hidup lagi tapi namanya anak anak yah mereka tidak mau tau dan suara tangisan si anak ini makin kencang dan itu tidak hanya sekitaran tempat duduk Anggi saja yang terusik bahkan yang lain pun sudah mulai jengah dengan kelakuan si anak ini


si ibu ini dengan tidak ada rasa bersalah atau apa pun anaknya tidak di tenangkan atau cari cara lain dia malah diam dan membiarkan anaknya menangis


Anggi yang duduk di samping anak itu harus Terima terkena pukulan dan tendangan maut hal itu berlangsung lama sampai ada ibu ibu yang mulai hilang rmrasa sabar nya menghampiri ibu itu dan bertanya kalau anak dia kenapa


dan si ibu itu hanya menjawab tidak apa apa sedikit lagi dia akan diam sendiri kalau capek


ya mungkin itu cara dia mendidik anaknya saat di rumah dan itu berpengaruh tapi kan itu di rumah yang isinya keluarga semua yang sudah paham dan mengerti sedangkan ini adalah tempat umum yang mana isinya orang orang tidak di kenal bagaimana perasaannya atau hal hal lain


bagi ibu nya yang sudah biasa mendengar itu mungkin tapi bayangkan saja untuk penumpang lain itu menggangu penumpang yang lain


dan betul sekali sesuai tebakan ibunya anak nya lelah menangis dan akhirnya berhenti dan mulai tidur dan itu setelah sekian lama dia menangis meraung raung seperti ada yang memukulnya


Anggi bernafas lega karena akhirnya si anak itu sudah tidur tapi tidak sampai di situ penderitaan yang di alami Anggi


setelah anaknya tertidur dengan sangat alami si anak menaruh kepala nya ke pangkuan ibu dan mengangkat kakinya ke paha Anggi dan mulai tertidur pulas


Anggi tidak bisa duduk dengan tenang di kursinya sudah sempit karena harus berbagi dan mendnegarkan suara tangisan sekarng dia juga harus ikut memiliki beban dengan membiarkan si anak tidur pulas di kedua pahanya dengan mengorbankan ke nyamanan nya sendiri dan itu berlangsung sampai ke tujuan


dan itu tidak sekali Anggi alami tapi lebih dari dua kali paling tidak walaupun tidak duduk bersebelahan Anggi pasti bertemu dengan anak kecil yang menangis dan ibunya yang membiarkan sampai capek sendiri


karena sedang duduk di kereta Anggi jadi mengingat kejadian dulu dan itu membuat Anggi bergidik itu sangat melelahkan jika harus bertemu lagi ibu dan anak model begitu tapi untung lah saat ini Anggi tidak bertemu dengan orang seperti itu

__ADS_1


dan Anggi mendapatkan perjalanan pulang yang nyaman di kereta kali ini


__ADS_2