Thousand Kill

Thousand Kill
Chapter 2~ Step to Another World?


__ADS_3

PERINGATAN.


Seluruh cerita dalam novel ini merupakan fiksi dan tidak nyata. Tokoh dan karakter hanya dibuat sesuai imajinasi. Mohon pengertiannya dan Terima Kasih


Keesokan harinya, aku mendapat telepon dari Inspektur dan dia menyuruhku untuk ke kantor secepat mungkin, padahal masih jam 7 pagi, dia sungguh bersemangat akan kasus ini. Mungkin dia akan serius kali ini. Tidak lama kemudian, aku mandi lalu makan sarapan di kafe Jack si Mata Biru, memesan ayam dan beberapa donat untuk Inspektur, aku naik taksi ke kantor polisi, Darry belum bangun karena ia berjaga semalaman karena takut ada yang akan membunuh kami dia berjaga jaga sambil belajar ilmu psikologi pasti dia sangat lelah. Sesudah sampai di kantor, Inspektur langsung menarik tanganku dengan cepat dan aku melihat semangatnya yang begitu membara, aku berharap dia mendapatkan bukti baru dan sesuatu hal yang membantu kami kali ini

__ADS_1


"Kau lama sekali Holmes. Aku penat menunggumu lagi. " katanya. "Aku juga punya kehiduan pribadi Inspektur. Apa kau mengira aku adalah robot dengan otak mesin yang tidak lelah bekerja? " balasku. Dia terdiam dan mengalihkan pembicaraan. Kali ini dia kena batunya. "Ya sudahlah Holmes. Tidak ada gunanya beradu mulut kali ini, karena aku mendapatkan hal yang bagus untuk diselidiki. " katanya. Aku sudah menduganya, dia pasti sungguh semangat karena ini. "Apa itu? " tanyaku. "Kelihatannya kau sudah menduganya kan Holmes? Aku mendapat kabar bahwa Jane meninggal pagi ini, diperkirakan bunuh diri dengan meminum racun." katanya. "Well, kali ini pasti bukan bunuh diri, ini pembunuhan. Tidak mungkin sudah sangat jelas sekali Holmes. " "Kali ini kau keliru Inspektur, mungkin saja dia bunuh diri, namun memang memungkinkan juga kalau dia dibunuh. " "Tapi apakah salah kalau kita berasumsi bahwa ini bunuh diri Holmes? " "Kita lihat nanti Inspektur, mungkin saja kalau ada korban lain, tapi kalau tidak ada, maka asumsimu itu keliru Inspektur. "


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, lalu Inspektur pergi untuk sarapan, aku sendiri pergi ke perpustakaan dan merilekskan diriku. Namun ada yang mengusik pikiranku, bukankah terlalu mudah kalau motif terlalu jelas dan alibi tepat? Jadi aku memutuskan bahwa para korban di adu domba oleh orang ketiga ini, sebut saja 'Third Person' dia mungkin mengadu domba Penny dengan Trevor terlebih dahulu, ketika Third Person tahu bahwa Connor memiliki kakak dan berteman dengan Trevor, mungkin terlalu mudah untuk mengadu domba mereka. Ketika mengetahui hal ini, aku langsung pergi ke kantor polisi lagi, untuk menjumpai Inspektur Brown.


Sesudah berpikir, aku memutuskan untuk pergi ke kafe Jack si Mata Biru dengan beberapa polisi yang dekat dengan Inspektur, dan benar saja, perampok begitu nekat ingin menembak Clark di hadapan Inspektur, mungkin Clark menjadi sandera perampok, begitu aku sampai disana, polisi langsung menyergapnya, sebelum polisi menyergap, dia langsung menembak Clark dan Inspektur sangat terkejut. Saat itu polisi tak bisa menolong Clark lagi, dan kami membawa perampok tersebut ke kantor polisi untuk ditanyakan berbagai hal. "Siapa namamu ?" tanya Inspektur. "Aku Roy." jawabnya dengan muka sedih. "Apakah kau punya hubungan dengan Clark? " "Tidak, namun aku tau dia, dia membunuh mantan pacarku, Jane, dia meracuninya. " katanya. "Jadi motif mu adalah balas dendam? " tanya Inspektur. "Ya, tapi aku tak tahu kenapa dia meracuni Jane." jawabnya. "Clark sudah mati, jadi kau tak bisa menanyakan hal itu padanya, karena kau yang membunuhnya!" jawab Inspektur dengan ketegasannya yang kuat. "Aku tahu namamu bukan Roy. " kataku. "Aku Roy! Sungguh!" jawabnya. "Well, kau bukan, nama aslimu adalah Willy, bukan?" jawabku sambil melihat matanya yang ketakutan. "....Y Ya, aku sebenarnya Willy." katanya. "Dan kau kesini ingin tahu bahwa Connor, mengkhianatimu atau tidak kan?" "Ya" jawabnya dengan gelisah. "Dunia begitu sempit, Inspektur. " kataku. "Tahan Willy, atas 2 pembunuhan yang dilakukannya. " kata Inspektur kepada anak buahnya yang bernama Melissa.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang sekarang, Darry menelponku dengan suara agak marah, katanya "Kenapa kau meninggalkanku dan tidak membangunkanku Natan!!" kata Darry. "Aku hanya dapat diam karena kau biasa sangat penyabar, dan ketika marah akan sangat mengerikan Darry!" jawabku. "... Baiklah, maafkan aku kalau begitu, aku akan berangkat bekerja sekarang, bisakah kau mengantarkan makan siangku nanti di Rumah Sakit St. Bartolomeus? " katanya. "Ya, kau mau makan apa siang ini? " "Ehmm, suruh saja Mary (Pengurus apartemen kami) membeli sandwich dengan daging sapi double. " katanya. "Ya, Baiklah. " jawabku. Pada jam 13 siang, aku mengantarkan makanan Darry ke Rumah Sakit St. Bartolomeus. Ternyata banyak korban yang tepar di rumah sakit itu, Darry juga kelihatan sangat sibuk, ketika kutanya suster disana, ternyata mereka itu adalah korban kecelakaan Jane, Connor dan lain lain yang kurang berhasil digunakan oleh Third Person, salah satunya ternyata adalah Pete, teman Trevor, mungkin Third Person sedang mengintai keadaan kali ini.


Sesudah itu, aku kembali ke apartemenku yang nyaman ini, meminun teh buatan Mary, sangat enak dan tidak ada tandingannya, sembari memikirkan kasus, aku juga menonton berita di TV, tentang korban lainnya. Ternyata Third Person separah itu untuk menguji coba manusia sebagai bahan percobaannya untuk eksperimennya yang masih amburadul saat ini. Dan aku juga berasumsi bahwa Third Person bukan hanya sendiri nammun berkelompok dan mungkin cukup untuk membuat grup sepak bola. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sekarang, waktu sungguh sangat cepat berlalu, aku bahkan belum sempat untuk berbelanja di hari ini, mungkin aku tidak akan sempat minum susu besok, jadi aku akan menyuruh Marry untuk membeli susu saja.


Tak lama kemudian Inspektur menelponku dan menyuruhku untuk pergi ke kantor polisi esok hari secepat mungkin katanya ingin memberitahukan padaku suatu hal yang penting.

__ADS_1


__ADS_2