
PERINGATAN.
Seluruh cerita dalam novel ini merupakan fiksi dan tidak nyata. Tokoh dan karakter hanya dibuat sesuai imajinasi. Mohon pengertiannya dan Terima Kasih
__ADS_1
Seperti biasanya, aku bangun waktu di mana Inspektur terus meneleponku. Padahal aku belum mandi. Inspektur seperti penggemarku. Aku yang baru bangun pun langsung mandi, kemudian aku minum susu buatanku sendiri, makan roti cokelat favoritku dan menonton televisi sebentar. Di televisi itu, ada ramalan cuaca yang mengatakan bahwa pada pukul 11 siang dan pukul 19 malam akan hujan. Ketika aku melihat jam, ternyata ini baru pukul 9, Inspektur benar benar menggangu ku. Aku pun langsung bergegas ke kantor polisi sebelum hujan pada jam 11 seperti yang di siarkan di televisi tadi. Tapi sebelum ke kantor, aku tidak lupa untuk membeli bahan bahan masakan untuk di simpan di apartemenku. Kondisi Darry masih seperti semalam, dia masih sedih dan terpukul, namun dia sudah lebih baikan. Dia juga belum bangun, dan mungkin bangun pukul 12an. Jadi setelah membeli bahan makanan, aku pun langsung ke kantor untuk mencari dalang kasus ini dan dalang pembunuhan Wilky terlebih dahulu.
Sesampainya di kantor, Inspektur langsung menarik tanganku dengan cepat dan aku terkejut. Ternyata Inspektur ingin menunjukkan pada ku hasil interogasi kemarin dan informasi yang terbaru pada kasus ini. Dari hasil interogasi kemarin, aku langsung tahu pembunuhnya ialah Caren Garcia karena dari perilakunya sangat jelas, ketika ditanyakan pertanyaan padanya, dia langsung memasang muka yang berbeda dari yang biasanya. Dan dia mengatakan dengan sangat jelas bahwa dia lah yang terakhir kali bertugas memberi makanan pada tahanan kemarin. Tapi yang membuatku heran, adalah entah mengapa Caren ini mengatakan hal yang membuatnya celaka. Karena tau jika membawa Caren ke penjara bisa membunuhnya, maka kami membawanya ke tempat lain agar dia tidak dibunuh. Dan menginterogasi Caren lebih lanjut. Benar saja, ternyata teoriku benar, ada tahanan yang memang menjadi pelaku di semua pembunuhan berantai ini. Kalau tidak salah dia adalah tahanan ke 218 yang kutangkap hari itu di Inggris pada tanggal 21 Agustus kalau tidak salah. Dia memang sungguh sungguh pintar dalam menyusun rancangan pembunuhan. Kasus yang ku selidiki padanya hari itu adalah rencana peledakan bom pada tanggal 30 September, dan rencananya gagal karena tertangkap olehku dan Inspektur. Nama penjahatnya adalah Carl Adams. Dia berumur 30 tahunan dan mungkin belum mempunyai rumah tangga. Mukanya agak bulat, ada luka sayat di 1 matanya dan ada tato bergambar harimau yang sedang berburu pada tangannya. Tampilannya seperti seorang mafia kelas atas dan dia memiliki banyak anak buah yang bisa di bilang kurang berguna. Mereka gagal melaksanakan pengeboman hari itu karena kesalahan anak buahnya itu.
__ADS_1
"Hei Natan, apakah kau yang mempekerjakan pelayan baru ini?" tanya Darry padaku. "Ya, Darry ada apa? apakah dia bekerja dengan baik?" jawabku pada Darry. "Aku tak pernah melihat pekerja lebih baik dari ini Natan!" jawab Darry. "Oh, kukira ada masalah dengan pelayan baru itu, oh ya, omong omong namanya adalah Grace dan dia adalah kerabat Marry." kataku pada Darry. "Hahaha Tidak ada masalah sama sekali Holmes. Dia bahkan bekerja sangat baik. " jawab Darry padaku. "Kalau ada yang salah terhadap kerjanya katakan padaku Darry, aku akan menegurnya jika bisa." kataku padanya. "Baiklah Holmes, kau ternyata lumayan baik dan peduli pada orang lain juga ya." kata Darry padaku. *Tididit* telponku berdering, dan yang meneleponku adalah Inspektur. Ternyata dari tadi dia meneleponku samapai 26 kali. Dia lebih mirip petugas telepon dan penagih hutang di bandingkan dengan menjadi Inspektur. Namun aku menolak panggilannya dan langsung menutup teleponku karena malas beurusan dengan Inspektur, dia akan mengomel dan banyak bercerita padaku nantinya, jadi aku memilih untuk beristirahat hari ini, aku menonton film di televisi dan juga makan siang, aku memakan sosis dan telur goreng. Mungkin acara film di televisi hari ini tidak terlalu seru, setelah memakan makan siangku, aku langsung kembali ke kamarku dan langsung melompat ke kasur ku yang empuk dan menenangkan pikiran. Tidak terlalu lama, aku sudah hanyut ke dalam dunia mimpi dan aku sudah tertidur lelap dan tidur dengan nyaman.
Pada saat aku terbangun, jam sudah menunjukkan pukul 19 malam lewat 21 menit, dan ramalan cuaca nya salah, itulah yang kupikirkan saat baru bangun tidur, karena malam itu tidak hujan dan agak panas. Entah mengapa hal itu yang terlintas di pikiranku, mungkin syaraf ku masih tegang karena mengingat kasus kasus ku dulunya, karena kasusku dulu sangat rumit, seram dan mungkin sedikit membingungkan aku dan Inspektur. Kesulitan itu mungkin masih terbawa sampai sekarang. Mungkin aku memang pengingat yang sedikit hebat, karena mengingat tanggalnya. Ketegangan itu sangat terasa ke pikiranku dan syarafku, jari jemari seperti kejang, mungkin aku memang perlu istarahat dan sedikit tidur. Karena aku tidur agak malaman belakangan hari ini, dan mungkin aku juga harus berolahraga agar ototku sedikit terlatih sehingga tidak mudah lelah dan agar menaikkan stamina tubuhku yang kurang semangat.
__ADS_1