
PERINGATAN.
__ADS_1
Seluruh cerita dalam novel ini merupakan fiksi dan tidak nyata. Tokoh dan karakter hanya dibuat sesuai imajinasi. Mohon pengertiannya dan Terima Kasih
__ADS_1
Ketika Mr. Barney sudah di ketahui oleh para anggota polisi bahwa dia adalah pelaku pembunuhan Caren Garcia, dia diberikan kebebasan bersyarat. Karena jika dia di vonis, acara hiburan sinetron di televisi televisi akan memberi tahu bahwa Mr. Barney adalah pembunuh dan akan mengetahui adanya kasus pembunuhan berantai ini. Dalam waktu sebelumnya, Mr. Barney sangat pandai berakting, seakan akan dia menggunakan topeng dalam karir nya. Carl Adams semakin merajarela melalui Mr. Barney ini. Namun sangatlah susah untuk menangkap Carl Adams yang sudah berada di dalam penjara, karena walau pun dia memang bersalah, tidak mungkin memenjarakannya lagi, namun sepertinya dia tinggal menunggu waktu eksekusi nya.
__ADS_1
"Akhirnya, masa masa kesulitan tadi berakhir juga!" kata Inspektur dengan nada mengantuk. "Sangatlah mengerikan dari anggota anggota penggemar artis ini. Mereka tak tau apa yang telah dilakukan oleh idola mereka. " jawabku. "Kau benar Holmes! Memanglah sangat mengerikan apabila diserbu oleh berbagai orang orang yang menggila" kata Inspektur. "Menjadi terkenal sangat merepotkan dan menyulitkan, bukan? " jawabku. "Mungkin tidak Holmes hahaha." kata Inspektur. Tak lama kemudian Mr. Barney mengajak kami masuk ke dalam rumahnya. "Maaf untuk para penggemarku pak Inspektur Brown dan pak Holmes!" kata Mr. Barney. "Kegilaan penggemar mu cukup merugikan halaman rumahmu ya!" jawab Inspektur. "Hahaha ya! Benar sekali, mereka sebenarnya sangat menyulitkan pegawai pegawaiku. Namun karena mereka lah aku dapat terkenal bukan? Hahaha." kata Mr. Barney. "Sadarilah posisi mu sekarang Sir Barney, kau sudah melakukan dosa, tanganmu telah dikotori oleh darah. Namun kau masih bisa bersenang senang dan ketawa?" kataku dengan sedikit kesal. "Y Ya, maafkan aku pak Holmes. " jawab Barney padaku. "Kami ingin menanyakan sesuatu padamu pak Barney." kata pak Inspektur. "Ya, apa itu pak Inspektur?" jawab Barney. "Apakah kau tau siapa kaki tangan yang paling dekat dengan Carl Adams? " kata Inspektur. "Ehmm, aku tak tau beberapa orang yang langsung dekat dengannya tqpi aku tau beberapa orang yang mungkin mengenal orang yang sering langsung berhadapan dengan Carl Adams. " jawab Barney. "Siapa saja mereka?" kata Inspektur. "Ehmm coba ku ingat ingat ya. (mengambil beberapa foto foto wajah orang di mejanya) Ini orang nya! Kalau tidak salah orang ini memiliki nama agen Cage Tommy. Orang yang sering berhadapan dengan Carl Adams biasanya hanya di panggil dengan nama rahasia atau nama agen. Aku tidak mempunyai nama agen, karena aku tak terlalu dekat dengan Carl Adams. Hahaha" jawab Barney. "Ooh begitu ya. Apakah kau memiliki nomor teleponnya? Dan apakah kau tahu tempat tinggalnya?" tanya Inspektur dengan serius dan bersemangat. "Ehmm, karena dia adalah agen, dia sering mengganti nomor teleponnya, tentu saja agar tidak di bajak atau tidak di lacak oleh polisi, dan kau tahu, juga karena dia seorang agen, makanya sering berganti posisi dan tempat tinggal. Setahuku dan seingatku, tempat tinggalnya terakhir kali di Master Street no. 45, coba saja datangi, kalau kau beruntung, mungkin saja kau menemukannya pak Inspektur!" jawab Barney dengan agak semangat. "Oo terima kasih atas kerja sama nya Sir Barney, kau sangat membantu kami untuk menangkap dalang kedua yang sering bekerja sama dengan Carl Adams!" jawab Inspektur. "Ya ! Tapi aku mengingat ada lagi 2 orang yang mungkin tau hal ini juga!" kata Barney. "Siapa mereka?!" jawab Inspektur dengan semangat yang membara. "Ehmm kalau tak salah orang pertama nama agennya adalah Garret Hamm, dia memiliki badan yang sedikit besar dari pada ku. Yang kedua memiliki nama agen yang sedikit aneh, namanya adalah **** Vareweles, seingatku badannya sangat pendek, namun kakinya sangat besar!" jawab Barney lagi. "Wah! Aku sangat ber terima kasih padamu pak Barney! kami jadi memiliki informasi yang lebih banyak berkat menanyakan hal hal kepadamu! Maaf menggangu hari mu pak!" jawab Inspektur dengan semangat yang lebih membara. "Ti tidak apa apa pak Inspektur! Aku juga sudah bertobat akibat perbuatan ku saat itu. Aku menyesal! Justru aku lah yang seharusnya ber terima kasih pada kalian pak!" jawab Barney.
__ADS_1
Tak lama kemudian, aku dan Inspektur pulang ke rumah kami masing masing dengan taxi. Jam sudah menunjukkan pukul 20 lewat 53 menit. Ya, kami akan memulai penyelidikan besok hari agar lebih semangat. Aku sangat lelah hari ini. Aku se akan akan terhisap oleh kasur nyaman ku yang sangat sangat empuk dan wangi. Aku tak bisa berhenti membayangkan ke empukkannya! Sepertinya aku memang telah ditakdirkan untuk tidur di kasur ini. Beberapa jam berlalu, aku tiba tiba terbangun pada subuh pukul 3 pagi. Ketika aku sudah terbangun, aku langsung susah untuk tidur. Mungkin ini semangat yang tak terlihat dari diriku ini. Intuisi detektifku semakin menggelitik ku, se akan akan menyuruhku untuk berfikir keras untuk menyelesaikan kasus yang rumit ini. Padahal aku sangat lelah, tapi otakku tak berhenti bekerja. Namun pada akhirnya, pukul 5 pagi aku mulai tidur kembali, dan aku minum susu hangat agar aku tidur lebih nyenyak seperti biasanya, karena mungkin saja kalau aku ngantuk dapat menggangu kerja otakku yang seperti mesin ini. Tapi sepertinya Darry tak pulang ke rumah hari ini. Seperti ada yang ganjal padanya. Namun aku telah sangat ngantuk dan memang aku harus mengakhiri ke letihan ini.
__ADS_1