Thousand Kill

Thousand Kill
Chapter 4~ Serial and Cereal Killer?


__ADS_3

PERINGATAN.

__ADS_1


Seluruh cerita dalam novel ini merupakan fiksi dan tidak nyata. Tokoh dan karakter hanya dibuat sesuai imajinasi. Mohon pengertiannya dan Terima Kasih

__ADS_1


"Aku susah tidur Holmes." kata Darry padaku yang sudah lelah, dan ngantuk. "Tapi aku bisa Darry, aku sudah mengantuk, tutup saja matamu dan kau akan hanyut dalam dunia mimpi penuh misteri. " jawabku. "Holmes, kau tidak sedih dengan kematian Marry?" kata Darry "Tentu saja sedih, kehilangan pelayan membuatku susah untuk bekerja dan berpikir, karena bantuan orang lain sangat diperlukan bagiku. " jawabku, tak lama kemudian telah terdengar suara dengkuran yang amat keras dari Darry. Jam sudah menunjukkan pukul 23 malam, jadi aku tidur untuk pergi ke pemakaman Marry besok dan bersiap siap. Esok hari telah tiba dan saatnya kami pergi ke pemakaman Marry, jam menunjukkan pukul 7 pagi, ini adalah rekor bangun pagi tercepatku. Tiada orang selain kami di pemakaman Marry, sangat sepi, karena anaknya Willy meninggal semalam, Willy adalah anak tunggal, suami Marry, Kevin sudah meninggal kurang lebih 10 tahun yang lalu, saat Willy baru menempuh perkuliahan. Kasihan sekali Marry, ia di kuburkan pada pukul 11 siang, dan hanya sedikit orang saja yang datang, hanya kerabat kerabatnya saja dan keluarga Inspektur Brown. Marry di kuburkan dekat dengan kuburan suaminya dan Willy berada di kuburkan di tempat yang agak jauh dari tempat suami istri ini.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 22 sekarang, aku agak kesulitan untuk pergi ke kantor karena tak ada yang akan menjaga apartemen kami hari ini, mungkin aku harus merekrut beberapa pelayan dan pembantu kali ini, sangatlah susah bagiku, tak ada yang membuatkan susu dan kopiku lagi saat ini. Kondisi Darry? Dia sepertinya agak membaik, karena memintaku untuk membawakan makanan dan suara tangisan tak lagi terdengar. Omong omong, Inspektur sepertinya menganggap candaan ku tadi sangat serius, dia menelepon ku 23 kali tadi. Kurasa dia bisa mati ketakutan sekarang, padahal aku hanya berpura pura. Haha, aku juga tidak mau ada ketegangan, karena akan merusak sistem syarafku yang bekerja cepat seperti mesin. Kali ini mungkin aku harus benar benar mengangkatnya, Inspektur menelepon ku sampai 91 kali ini. Mungkin dia benar benar ketakutan, mengingat aku jarang bercanda padanya, mungkin dia sudah kencing di celana tidurnya sekarang. Lalu aku pun mengangkat teleponnya dan dia mengatakan "Na Natan! Syukurlah! Akhirnya kau mengangkat telepon dari ku! Aku hanya ingin minta maaf tentang candaan tadi! " itu lah yang dikatakan Inspektur. "Aku juga hanya bercanda Inspektur. Jangan menganggapnya serius! Omong omong, kau tidak sampai kencing di celana kan? Hahaha." jawabku. "Sialan kau Holmes! Inspektur terhormat sepertiku tidak akan kencing celana hanya dengan gertakan speerti itu tadi!" jawabnya (Padahal aku yakin dia sudah dan pasti kencing celana). "Hanya bercanda Inspektur , omong omong, ada perkembangan pada kasus kali ini ya?" kataku. "Y Ya Holmes, ternyata sepupu Willy bekerja disini Calvin McDonald dan Caren Garcia, sepupu dari Calvin McDonald juga bekerja di sini, dan mereka jadi mencurigakan. " jawab Inspektur."Itu sudah sangat jelas mencurigakan Inspektur, coba tanyakan pada petugas dan anak buahmu yang lainnya, katakan pada mereka apa ada orang baru yang memberikan makanan pada tahanan tadi malam. " jawabku. "Baiklah Holmes. Akan kutanyakan pada mereka nanti, akan ku telpon kau begitu selesai menanyakan hal ini. " jawab Inspektur dengan semangat. "Apa masih ada yang lebih mencurigakan lagi Inspektur? " tanyaku. "Mungkin tak ada lagi Holmes. " jawabnya. "Mungkin diantara 2 orang ini bukan orang ketiga itu pak, mereka mungkin korban selanjutnya. Dan mungkin akan terjadi 2 hari lagi saat kita lengah, dan mungkin akibat kecelakaan pada berkendara. Dan jika teoriku ini benar, maka mungkin bisa aku pastikan bahwa aku sudah tahu siapa orang ketiganya pak. " kataku. "Baiklah Holmes. Mungkin kasus ini akan berakhir secepatnya, dan bantuanmu sangat berarti bagiku,keluargaku dan karirku." katanya. "Tak apa pak, aku bukan membantumu, aku hanya membantu diri ku sendiri dan dunia yang kotor ini. " jawabku. "Haha terserahmu Holmes, aku akan menaktrirmu Pasta jika kasus ini dan prediksi mu benar benar tepat. " kata Inspektur dengan nada agak tinggi dan sambil ketawa. Aku akhirnya menutup telepon, Jam sudah menunjukkan pukul 23 malam lewat 19 menit. Darry sudah tidur dan aku masih penasaran pada kasus ini. Walau aku tahu nanti siapa pelakunya, mungkin memang dia adalah sainganku. Dan memang pelakunya sangat jauh dari hubungan kasus pembunuhan berantai ini, bahkan bisa dibilang dia hanya ikut campur dan bahkan dia seperti tak ada kaitannya dengan kasus ini. Memang dia orang yang sangat jahat dan anehnya, dia adalah tahanan saat ini, dia memang agak aneh saat ditangkap. Tapi entah bagaimana dia merencanakan hal ini, dia bahkan sudah 10 tahun di penjara. Namun dia bisa memprediksi dengan tepat dan sangat ahli membuat rencana. Mungkin kalau dia memang dalang kasus ini, mungkin dia akan di hukum mati.

__ADS_1


Karena aku berpikir agak lama tentang hal ini, tak terasa sudah pukul 00 lewat 27 menit, aku akan tidur dan aku berharap kasus ini selesai sesuai prediksi dan teoriku.

__ADS_1


__ADS_2