Tiger Lion Mafia

Tiger Lion Mafia
01


__ADS_3

Kadang orang berpikir jika berwajah cantik/ganteng adalah orang-orang yang paling  bahagia di dunia hanya dengan lukisan di wajah mereka saja. Tidak ada yang berpikir jika wajah seperti itu juga bisa menipu semua orang.


Banyak di antara mereka meagung- angungkan mereka hanya karena wajah yang sembilan puluh sembilan persen ukiran rapi itu. Tidak ada yang berpikir bahwa wajah seperti itulah yang seharusnya di takuti mereka.



Ivana Leonard


26 tahun


Hobi : Menembak/ menjambak


Kelemahan : keluarga



Marvel Alexsander


29 tahun


Hobi : Menyusu/ Nembak/ Membuat orang lain jatuh cinta


Kelemahan : Ivana Leonard



Stella


27 Tahun


Hobi : Hacker, Penembak Jarak jauh


Kelemahan : Pria tampan



Leo


Pecicilan, Suka wanita seksi


Hobi : Berkelahi


Kelemahan : Wanita


-


-

__ADS_1


Di sekolahan..


Jam istirahat baru saja di mulai. Dan saat itulah terlihat tiga orang wanita tengah duduk di ruangan kepala sekolah memakai pakaian biasa. Mereka adalah Ivana, Stella dan Lala.


“Kenapa terlambat ? Baru hari pertama saja sekolah sudah terlambat.” Ujar pak kepala sekolah sambil melihat beberapa kertas yang berisi biodata murid yang ada di depan nya. Pria berperut buncit itu menatap mereka satu persatu tidak suka. Pasalnya mereka bertiga baru datang saat pelajaran pertama selesai dan sekarang waktu istirahat. Seharusnya murid baru diwajibkan datang saat jam pelajaran pertama di Mulai, namun tidak dengan mereka.


Salah satu dari mereka menggigit bibirnya kesal. Lalu menghembuskan nafasnya lelah.


“Maaf pak, soalnya kami tadi ketinggalan bus jadi terlambat.. “ Jawab wanita berambut pirang. Ia adalah Stella.


“Iya pak, kami ketinggalan bus hehe,” Sahut Lala sambil cengengesan.


Pria perut buncit itu mendengus kesal.


“Baiklah, saya akan memaklumi kalian, tapi ingat ini.. Jika kalian ingin bersekolah di sini sampai lulus, kalian bertiga harus disiplin ! Karena bukan hanya kepintaran kalian saja yang di nilai. Tapi prilaku kalian.”


Stella, Lala berdiri lalu tersenyum dan membungkuk, “terima kasih pak..,


“Hm.. sekarang kalian ke kelas sekarang,”


“Makasih pak, kami pergi dulu..


Mereka bertiga langsung meninggalkan ruangan kepala sekolah. Sedari tadi hanya Stella dan Lala saja yang bicara. Sedangkan Ivana ia bahkan tidak mengucapkan satu kata


pun ke pak sekolah, ia hanya diam menatap satu persatu Orang yang ada di ruangan tersebut.


“Kenapa kau menatapku seperti itu ?.” Sahut Ivana sambil berjalan. Ia bahkan tidak menoleh Stella sambil berjalan.


Lala menggaruk kepalanya tidak gatal. “Kenapa kau diam saja tadi tidak bantu kami. Toh ini semua gara-gara kau Van kita terlambat.” Ujar lala.


Ivana menghentikan langkahnya lalu menatap Lala. “Kenapa ? Kau tidak suka? Ingat ya kita di sini bukan untuk belajar ! Ingat umur kita berapa sekarang, Jangan sok jadi pelajar !.” Ivana menghela nafas nya kasar lalu berjalan. Sedangkan Lala dan stella hanya bisa mengangguk paham.


“Tapi kan tetap saja seharusnya kau bantu kami mencari alasan tadi ke pria perut buncit itu.”


“Kan kalian bisa di andalkan. Untuk apa aku ikut-ikutan ?.” Jawab Ivana santai. “Lagipula ini hal mudah, jika pria tua itu banyak tanya tinggal kita kasih jawaban kan ?.”


Stella menghenduskan nafasnya kasar. “Iya bener sih, tapi kan kau juga perlu….


Belum selesai Stella bicara Ivana langsung memotongnya.


“Banyak omong ! Tinggal jawab apa susahnya sih?!. Kau di tugaskan untuk apa tadi Hah ?! Buat cari alasan kan, kenapa sekarang banyak bacotnya!.” Nafas ivana naik turun karena kesal. Wanita cantik itu bahkan tidak melibat di sekelilingnya banyak orang yang melihatnya dengan tatapan bingung.


Lala yang menyadari situasi mereka langsung tertawa keras .”Aduh kalian berdua ini. Sudah sudah ada Banyak orang jangan buat rencana kau berantakan Van.” Gumam Lala sambil


Tersenyum menatap orang-orang yang melihat mereka bingung.


Ivana memejamkan matanya lalu menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya lewat mulut. Ia membuka matanya lalu menatap Stella dan tersenyum. “Sebaiknya kau diam Stella, kau tau betul aku tidak bisa mengendalikan emosiku bukan ?.” Kata Ivana sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Semua orang yang melihat senyuman Ivana. Mereka langsung tertuju pada gadis perambut pendek itu dengan mata berbinar karna kecantikannya. Sedangkan Lala dan Stella hanya tersenyum kesal.


“Ah, baiklah. Aku akan diam”. Stella tersenyum sembari memeluk Ivana yang tengah marah.


Ivana melepaskan pelukan nya lalu tersenyum hangat. “Ayo masuk.”


Mereka berdua mengikuti Ivana dari belakang. Keduanya tidak bisa mengatakan apapun karna Ivana sekarang tengah marah. Tidak ada satupun yang berani memulai pembicaraan dengan wanita bernama Ivana Leonard itu.


-


-


-


Australia



Disebuah mansion mewah seorang pria tengah sibuk dengan layar laptopnya dan juga berkas berkas yang ada di atas meja kerjanya. Pria berkemeja putih itu terlihat kurang tidur karena harus bekerja 24 jam hanya untuk memantau perkembangan perusahaanya. Saat tengah sibuk. Pria bermata panda itu kedatangan tamu yang tidak di undang di runah kerjanya tanpa mengetuk pintu.


“Wah, lihatlah ini. Uang kau sudah banyak tapi masih bekerja keras, bagus bagus,”


“Kau tau. Aku kehilangan banyak uang karena Kaparat itu. Bagaimana bisa aku tidak sampai seperti ini.”


“Ya sudah lah marvel. Biarkan saja, lagipula jika kau kehilangan uang 10 miliyar saja kau bisa dapat kembali hanya waktu 2 hari.” Jawab Leo mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Marvel menghela nafas lalu duduk di samping Leo. “Kau benar, tetap saja aku tidak akan tinggal diam jika ada orang yang berani menipuku seperti ini,” jawab marvel tegas.


Marvel adalah pembisnis sekaligus pemilik perusahaan. Ia adalah direktur sedangkan Leo adalah Asisten nya.


Leo mengangguk paham seolah mengerti dengan sahabatnya itu. “Lalu apa yang kau lakukan kedepannya ?.”


Marvel berpikir sambil memegang dagunya lalu menatap Leo dan tersenyum smrik. “Haruskah aku ?.”


Leo menatap Marvel seolah tau apa yang sedang dipikirkan sahabatnya itu. “Seterah kau saja, aku tidak akan ikut campur. Aku tidak mau mengotori tangan ku untuk satu hari saja.” Jawab leo.


Marvel mendesih. “Pekerjaan kau seperti itu. Jadi jangan sok-soan bersih.” Ia terkekeh dengan jawaban Leo. Mendengar nya ingin membersihkan tangannya dalam satu hari dalam pekerjaannya apakah mungkin. “Sudahlah, lebih baik kau bekerja sekarang. Ada meeting di kantor jam 10 kau harus dapat proyek itu kau tau kan ?.” Marvel berdiri lalu berjalan ke arah meja kerjanya lalu menutup laptopnya.


Sedangkan Leo menghela nafas lelah. “Tidak bisakah kau menyuruh zein saja ? Aku hanya ingin libur satu hari saja,” Leo putus asa karena setelah bekerja dengan Marvel ia bahkan tidak dapat jatah libur selama satu tahun.


“Baiklah, setelah jika kau mendapatkan proyek itu maka kita akan pergi ke korea.” Ujar Marvel berjalan ke arah kulkas dan mengambil dua kaleng soda.


Leo yang mendengar hal itu sontak tersenyum. “Benarkah ?apakah kali ini kita libur atau ada pekerjaan ? Kau tidak biasanya liburan,” ujar Leo yang tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.


Marvel Mengangguk dan memberi sekaleng soda ke Leo. “Sejak Kapan aku pernah berbohong padamu.Hm?.”


“Sejak kau masih kecil,”

__ADS_1


Marvel Terkekeh.”baiklah aku tidak akan bohong, besok datanglah kebendara pukul 10.00 kita akan berangkat ke korea besok.”


__ADS_2