
Keluarga Leonard di kenal sebagai keluarga konglomerat no 2 di dunia yang berasal dari Korea selatan. Keluarga Leonard sangat di segani dan juga di junjung tinggi karena mereka adalah keluarga kaya.
Stefan Leonard mempunyai anak perempuan tiga dan satu laki laki. Zein adalah anak pertama dan Ivana anak kedua, terakhir adalah Lala yang sekarang tengah kuliah di Australia. Masing- masing dari mereka memiliki usaha sendiri yaitu perusahaan di bidang masing masing, Ivana di bidang properti dan zein adalah direktur usaha mobil, dan terkabur Lala memiliki butik yang sangat terkenal.
Kedua orang tua mereka sibuk liburan sambil bekerja di Amerika, sudah satu tahun lebih mereka tidak pulang.
Selain punya perusahaan properti. Ivana adalah Seorang mafia yang bahkan tidka di ketahui kedua orang tua nya, hanya saudara saudara nya saja yang tau itu pun mereka tanpa sengaja melihat Ivana tengah menembak seseorang di luar.
Skip
Saat ini Ivana dan Stella tengah duduk santai sambil menikmati jajanan yang telah mereka beli. Kelas mereka kosong karena dosen tidak masuk dan mereka berdua bisa bersantai. Namun Saat mereka bersantai, mereka melihat dua orang pria dari kejauhan melihat mereka.
Ivana menangkat satu alisnya sambil meneguk segelas soda.
“Siapa Mereka ?.”
Stella pun bingung. “Tidak tau, mungkin anak baru.”
Kedua mata Ivana menatap pria itu dengan tajam. Ia berusaha melihat dengan cemat siapa dua orang pria yang tengah menatap mereka berdua.
“Ayo Van, kita pulang dosen juga ngak ada lebih baik kita pulang beristirahat.” Stella berdiri di susul Ivana. Mereka berdua langsung meninggalkan taman sekolah dan langsung berjalan menuju parkir.
Mereka berdua menghiraukan siapa yang datang ke kampus mereka dan sekarang ingin pulang. Berbanding terbalik dengan Banyak nya mahasiswa mendatangi para pria itu.
__ADS_1
Di sisi lain di saat Ivana dan Stella meninggalkan halaman kampus dengan motor besar hitam milik Ivana. Ada sosok Prianyang memperhatikan mereka sejak tadi dengan seringai di wajahnya.
“Aku menemukanmu.” Ucap Marvel yang tersenyum penuh artinya.
Skip
Marvel langsung meninggalkan kampus setelah ia masuk. Mereka berdua langsung pergi setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, bukan mereka melainkan Marvel.
“Aku menemukan Wanita itu. Aku harus mendapatkannya.”
Marvel merasa puas setelah menemukan wanita yang selama ini ia incar. Bahkan Marvel melihat bagaimana rupa wanita itu, kedua mata biru Marvel tidak lepas menatap wanita yang selama ini ia cari, ia sangat puas.
Saat di kampus Marvel sudah tau betul apa saja yang di lakukan Ivana. Selama itu juga ia mendapat informasi dari anggotanya jika Di kampus itu juga Wanita gila tengah melakukan penyamaran. Bagaiaman rupa nya Marvel tidak tau, tapi ia bisa langsung menebak betul setelah melihat tato di lehernya yang bergambar singa.
“Sudah ku duga dia orangnya.” Gumam Marvel lagi mengingat bagaimana kali pertama kali mereka bertemu, selama satu tahun lalu kedua nya bertemu saat menyerang markas komplotan mafia. Saat itu juga mereka bertemu. Meski Ivana menutup wajahnya dengan topeng, pasti tato di lehernya tidak bisa di tutup.
“Bagaimana Vel, mau senang menemukan nya Ivana ?.” Tanya Leo melihat wajah Marvel
Yang sejak Di kampus berseri seri.
Bagaimana mereka tau bahwa nama wanita itu adalah Ivana ? Tentu saja mereka tau jangan lupakan jika Leo adalah hecker, hal seperti ini mudah untuknya mendapatkan informasi pribadi meski orang itu mengubah namanya.
“Aku menemukannya, aku hanya perlu mengajaknya bekerja sama.” Ujar Marvel. Perkataannya tidak sama dengan hatinya. Jika mulutnya menginginkan kerja sama antara Gangsternya dengan Ivana. Hatinya berkata lain.
“Benarkah ? Kau pikir aku bisa di bodohi dengan omong kosong mu itu. Sudah lama kau mengincarnya tidak mungkin hanya itu saja yang kau inginkan,” Leo memutar bola mata nya malas tau apa yang sebenarnya di inginkan Marvel setelah apa yang ia inginkan harus ia dapatkan.
__ADS_1
Marvel terkekeh. “Menurutmu ? Apa kau akan membiarkan nya lepas ? Tentu saja tidak, kita lihat saja kedepan bagaimana.” Marvel tersenyum, suasana hatinya berbeda di hari biasa. Hari ini atau kedepan nya sepertinya suasana hati marvel akan bagus.
“Ngomong ngomong Aku akhirnya bisa melihat Stella. Dia cukup seksi.” Ujar Leo mengingat dirinya juga sebenarnya mengincar Stella, penembak jitu itu.
Selama di perjalanna mereka berdua hanya mengobral tentang Ivana dan juga Stella. Mereka berdua sepertinya benar benar menyukai komplotan mafia itu. Sampai- sampai di mana topik mereka berubah menjadi konflik di mana Ponsel Leo bunyi mendambakan ada yang mengirimnya pesan.
Leo membaca apa yang ada di layar ponselnya. Raut wajahnya berubah seketika. “Malam ini kita kepelabuhan.”
Raut wajah Marvel seketika berubah. Dia langsung menatap Leo dengan tatapan berbeda. “Berani sekali mereka merusak suasana hatiku, lihat saja aku akan benar benar menghabisinya.”
Marvel menarik gas mobilnya cepat. Ia menatap ke depan dengan tatapan tajam. Aura mencekam bisa Leo rasakan jika Marvel sekarang marah, tidak suka bercampur aduk. Bagaimana bisa jika Marvel tidak marah, di saat suasana hatinya tengah gembira ada berita jika Komplotan mafia bodoh mencoba menerobos kapal nya yang mengangkut senjata senjata tajam untuk ia jual ke rekan bisnisnya. Mereka mencoba mencuri nya kembali setelah beberapa bulan tidak ada yang mengganggu pengiriman barangnya.
Marvel adalah ketua Ganster Tigermafia atau di singkat TGM adalah gangster Marvel yang memiliki anggota lebih dari 10.000 yang terbesar di seluruh dunia. Dia punya banyak bisnis, salah satunya mengirim senjata dan juga meracik racun. Leo meracik racun dan teman- teman nya yang lain bergerak di bidang masing- masing. Mereka bukan hanya berdua saja, ada anggota lain juga yang bergerak demi keamanan.
Namun mereka semua tengah sibuk di Australia untuk memantau markas lainnya. Marvel hanya sering bersama Leo dan yang lain nya bekerja di markas lain.
Skip
Ivana sudah sampai di mansion nya. Namun baru saja duduk di sofa, ia mendapatkan kabar jika ada yang mencoba menggangunya.
“Nyonya malam ini akan ada peperangan, Gangster lain yang di pimpin Kim soojun bakal menyerang pelabuhan, dan yang kami dengar Ketua Tiger akan datang untuk melawan.” Ujar salah satu anggotanya.
Ivana menghela nafas lelah. “Bantu mereka, aku akan melihat dari kejauhan .”
“Baik nyonya.”
__ADS_1
Ivana menghela nafas lelah. “Banyak pekerjaanku dan pak Tua itu berulah lagi.”