
Mansion Ivana.
Pagi pagi sekali Ivana sudah bangun, dia akan jogging sekaligus menghirup udara segar. Tadi malam ia tidak bisa tidur karena dapat informasi bahwa ada yang mmencoba melacaknya. Bukan hal yang pertama baginya ada yang melacak keberadaannya, masalah sebenarnya adalah siapa orang yang berani mencari keberadaan nya dengan menyuruh seseorang mengikuti anggota nya sehingga ada yang tau jika Ivana tengah melakukan misi rahasia.
Ini baru jam lima lebih beberapa menit, masih cukup gelap, namun ivana tidak perduli, dengan tank top di lapisi jaket, celana olahraga selutut dan sepatu lari, Ciara sudah siap untuk lari, kebiasaannya sejak kecil saat dia sedih, dia kesal, dia akan berlari sekuat tenaganya untuk melampiaskan emosinya.
Stella tidak ikut, ia hanya sendiri sekarang tidak ada yang menemaninya atau bahkan anggota nya tidak mengawalnya, meski tau jika dirinya sekarang hampir ketahuan, Ivana tetap berpergian sendiri tanpa ada yang mengawal. Tentu hal ini bukan yang pertama kali nya yang ia lakukan.
Ivana menghentikan langkahnya di taman, dia bahkan baru tau jika di sekitar sini ada taman sebagus ini, matahari mulai menampakkan sinarnya, ivana melihat jamnya, jam enam kurang sepuluh menit, lama sekali dia berlari.
Setelah istirahat mungkin 15 menit dia segera kembali ke mansion milik Stella , jam Sembilan nanti dia akan bertemu dengan Stella untuk membahas masalah yang baru saja terjadi. Dia langsung berlari menuju mobil yang telah di parkir yang memang sengaja di siapkan untuknya.
Mobil mewah berwarna hitam mereka range rover evoque menuju mansion Stella.
Mobil mewahnya sudah sampai ke mansion Stella. Ivana langsung keluar dari mobil dan langsung menuju pintu masuk. Tanpa berbasa basi ia langsung masuk dan melihat Stella yang tengah duduk santai sambil menyiapkan senjata api yang ada di depan nya. Menyadari jika ada yang datang dia langsung menoleh ke samping dan yang benar saja ada yang datang.
“oh, van ada apa kau kemari ?.” Tanya Stella yang masih duduk di sofa.
Bokong Ivana sudah mendarat dengan nyaman. Ia langsung menghembuskan nafas lelah sembari bersandar.
“Kau tidak pergi sekolah ? .” Tanya Stella bingung melihat ivana datang ke rumahnya. Masalahnya saat ini seharusnya Ivana sudah siap dengan pakaian rapi nya.
“Pergi, tapi tidak sekarang aku akan bolos sebentar.” Ujar Ivana lalu melirik Stella.
“Kau tidak tau kabar ha ?.”
Stella mengkerutkan alisnya bingung. “Kabar apa ?.”
__ADS_1
“Bahwa ada yang mengikuti zaen.”
“Ha?
Ivana mengangguk lalu mengambil senjata yang ada di atas meja. “Ada yang tau aku sekolah..” ivana terkekeh. “Aku bisa membayangkan aku ketahuan kembali sekolah .” Ivana diam. Tatapan nya berbeda sekarang ia terlihat kesal.
“Aku akan membiarkan permain nya berjalan lancar.” Gumam Ivana lagi.
Sontak stella yang mendengar hal itu tentu kaget. “Bagaimana mungkin, apa
Pria itu tidak tau jika di mata- matai ha!.” Dia terlihat kesal setelah mendengar jika mereka berdua ketahuan. Bagaimana tidak , hal seperti ini sangat jarang terjadi jika penyamaran mereka di ketahui orang.
“Tenang saja, aku tidak ketahuan. Hanya saja kau..
Stella memegang kepala nya yang tiba tiba sakit. Wajahnya yang merah lalu tatapan matanya seakan menusuk. “Hanya aku, bagus, hanya aku yang ketahuan. Wajahku akan beredar lagi sebagai ancaman bukan ?,” stella terkekeh lalu seketika mengubah raut wajahnya.
“Dasar pria bodoh! Bagaimana bisa dia seceroboh itu ! Aku harus membunuh orang yang mengikuti nya lagi.” Ujar Stella yang emosi.
Selama beberapa tahun terakhir stella selalu di buntuti musuh musuh ivana. Karena Stella selalu bersama Ivana selama ada masalah terjadi. Wajah nya selalu menjadi bahan pencarian hanya untuk mencari Ivana.
Lalu siapa zein ? Zein adalah Asisten Ivana atau di panggil sebagai Kakaknya Ivana. Ia bertugas apapun untuk Membantu adiknya itu. Sebagai mata mata atau peretas. Zein bisa melakukan apapun dalam pekerjaannya untuk membantu adiknya.
Ivana menghela nafas santai. Ia mencoba menenangkan Stella sahabatnya, “Tenanglah, biarkan saja dia tau siapa aku, aku punya firasat jika dia adalah rekanku.”
“Rekan ?.”
Ivana mengangguk. “Ya, dia adalah sosok yang selama ini ikut campur urusanku, dia bersikeras ingin bertemu dengan ku.” Ujar Ivana yang sudah tau siapa
Yang memata matai nya.
“Siapa van yang berani seperti itu ?!.”
“Dia adalah…
__ADS_1
-
-
Di sisi lain Marvel tengah bersiap siap menyamar sebagai pelajar kembali. Namun ada Masalah sekarang, tubuh yang kekar gagah dan juga tinggi adalah masalah bagi Marvel dan Leo.
“Kenapa kau selali berolahraga Hah! Lihatlah otot otot kau ini menyusahkan saja!.” Leo mencoba membantu Marvel Yang tengah kesulitan memakai baju yang terlihat kekecilan di tubunya.
“Sudah ku bilang beli baju !! Kenapa kau tidak mendengarkan ku !.”
“Aku tidak tau akan sebesar ini.” Ujar Marvel yang tidak tau jika pakaian yang selama ini ia tinggal di rumah ini semakin kecil. Atau tubuhnya saja yang semakin berisi.
Leo menghela nafas kesal. “Sudahlah ! Ini tidak akan muat! Bibi Ho!….
Teriak Leo memanggil bibi Ho. Wanita Tua yang kemarin malam itu langsung datang mendengar ada yang memanggilnya.
“Iya tuan, ada apa ?.”
“Bi tolong suruh pelayan lain beli baju buat Marvel ya, lihatlah semua baju nya tidak ada yang muat. Tubuhnya semakin besar,” ujar leo membuat bibi ho tersenyum.
“Sudah bibi duga, badan Tuan Marvel sekarang semakin besar. Tidak ada yang muat di pakai tuan jika baju dua tahun yang lalu di pakai,”
“Memangnya tubuhku sebesar itu apa ?,” tanya marvel lalu melihat ke tubuhnya yang memang semakin besar.
Leo menghela Nafas kesal. “Kau kurus kering tidak berisi ! Ya kau tau sendiri apa kau semgaja minta di puji Hah!.” Leo kesal. Melihat bagaimana Marvel seperti ingin di beri pujian.
Bibi Ho tersenyum melihat Dua orang pria yang selama ini dia rawat ternyata sudah sebesar ini. Marvel yang melibat bibi Ho tersenyum lalu mendekati bibinya itu. “Kenapa bi, kenapa tersenyum ? Apa ini lucu ?.”
“Bibi teringat bagaimana dulu kalian bertengkar, rasanya baru kemarin kalian kecil, sekarang sudah tumbuh besar.”
Marvel langsung merangkul bibinya itu. Wanita tua yang selama ini mengurusnya .” Maafkan aku ya bi, tadi malam aku berlebihan…
Balum Marvel menyelesaikan ucapannya wanita tua itu langsung menutup
__ADS_1
Mulut Marvel dengan telunjuknya. “Kenapa minta maaf, di sini posisinya bibi yang salah seharusnya tidak boleh ada yang masuk selain izin tuan, Toh seharusnya bibi tau bahwa banyak wanita yang pengen punya anak sama Tuan..