
Matahari semakin tenggelam Langit siang menjadi malam. Banyak bintang bintang di langit dan cuaca pun juga menjadi sangat sejuk. Ivana tengah bersiap siap pergi kepelabuhan setelah mendapat informasi jika musuh akan datang pukul sepuluh ke atas. Ia memakai pakaian serba hitam dan juga tidak lupa dengan senjata yang ia selipkan di pinggangnya. Jaket kulit hitam dan celana jens hitam adalah pakaian andalan Ivana jika dalam keadaan seperti sekarang.
Ivana melihat lihat ruangan miliknya yang terlibat di bawah tanah. ada banyak senjata api dan juga bom yang tertata rapi di dinding. Ada zein dan juga Stella juga yang tengah memilih senjata apa yang akan mereka gunakan.
Ivana mengambil pistol Glock Meyer 22 Glock 22 memiliki panjang 204 mm/8,03 inci dan lebar 32 mm/1,26 inci. Glock 22 merupakan versi .40 S&W. Kapasitas tempat mesiu sebanyak 15 putaran. Glock 22 ini juga termasuk senapan semi otomatis dan senapan mesin. Ivana membawa dua berjata api yang lain untuk berjaga jaga dan juvga peluru dan gas air mata.
Stella dan zein pun mengambil senjata lain. Mereka sama sama mengambil pistol, pisau dan juga bom untuk berjaga jaga.
“Jika ada yang lain nya kita menang bakal lebih mudah.” Stella meneguk segelas soda lalu Ivana menatap nya sambil tersenyum. Seperti tidak ada beban di kepalanya, padahal 2 jam lagi ia harus melihat pertumpahan darah.
“Meski tidak ada mereka atau kau sekalipun aku akan menang.” Sahut zein sombong.
Stella mendesih. “Nyanyanya, banyak tingkah buktikan saja nanti.”
Zein terkekeh. Ia menatap Stella berjalan ke arah ke wanita yang baru saja meremehkan nya sambil kedua tangan yang ia masukkan ke kantong celana. “Hey, kau pikir aku takut ? Hm.” Tatapan tajam Zein membuat Stella tidak berkutik. Bagaimana tidak Stella tidak berkutik jika di hadapan nya sekarang pria ganteng, rahang yang tegas dan mata berwarna coklat, kedua mata nya yang menatapnya tajam dan wangi pria maskulin membuat Stella kehilangan kesadaran selama dua detik.
“Buktikan ! Jangan asal ngomong jika tidak ada bukti ! Minggir kau!.” Stella mendorong tubuh zein lalu pergi.
zein menggigit bibirnya puas melihat raut wajah Stella. “Hey, kau kemana .”
Ivana menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah kakak nya dan juga sahabatnya. Sudah hal biasa bagi ivana melihat pemandangan seperti tadi. “Mereka terus bertengkar.”
Ting
Ivana mengambil ponselnya dari saku celana nya. Ia membuka layar ponselnya dan memperlihatkan ada pesan masuk dari nomor asing.
“Jangan sembunyi, kita harus bertemu ratuku.” -Tiger
Ivana tersenyum tipis dan memasukkan kembali ponselnya tanpa membalas pesan tersebut. Ivana duduk di kursi singgasana nya sambil berpikir.
“Haruskah ?.” Gumam Ivana sambul tersenyum aneh.
__ADS_1
Para anggota yang berada di dekat Ivana hanya diam melihat kedua mereka tersenyum menyeramkan. Ini adalah hal yang sering mereka lihat jika Ivana tersenyum seperti tadi maka ada sesuatu yang sedang di pikirkan Ivana.
Skip
Sudah jam 10 maka operasi mereka di mulai. Semuanya anggota sudah mulai bersembunyi sesuai intruksi dan rencana mereka sebelumnya. Ivana Stella dan juga zein tengah berada di dalam mobil dan memantau dari kejauhan, Ivana menatap ke depan dengan tatapan elangnya. Sedangkan Stella sibuk melihat keadaan luar menggunakan drone untuk melihat lebih jelas. Ia menggunakan drone rancangan sendiri, drone kecil yang tidak akan mungkin di ketahui musuh.
Sedangkan Zein sibuk dengan pistolnya. Sebagai senjata sidearm , pistol ini memakai seluruh peluru dengan jenis yang sama 5,7 x 28 mm buatan FN yang dibuat pada awal 1990an. Selain dengan pistolnya ia juga sibuk dengan layar laptop di depan nya.
“Dimana mereka, apa kau sudah tau dimana saja mereka sembunyi. .” Tanya Ivana yang sejak tadi tidak melihat keberadaan yang lain.
“Mereka di dekat kapal, bergerombol mereka membawa senjata tajam seperti golok dan gas air mata, sepertinya mereka akan mulai.” Stella membaca situasi apa yang ia lihat sedari tadi. Ada banyak orang yang tengah bediri di dekat pelabuhan.
“Van, kapal menuju kemari, kita harus mulai,” Stella melihat kapal bermuatan barang terlihat dari kejauhan. Saat itu juga ia melihat para anggota musuh tengah bersiap siap untuk masuk ke dalam kapal Memgambil semua senjata yang ada.
“Kenapa kita ? Mereka aja yang dulu.” Ivana tersenyum smrik. Stella dan zein mengangguk bersamaan, mereka berdua langsung keluar dari mobil dan bersiap untuk menyerang. Terlihat juga ada banyak anggota Tiger yang bersiap menyerang.
Ivana melihat di sekitarnya ada banyak anggota Tiger. Terlihat dari tambang jaket bergambar harimau mulai berdatangan. “Kita lihat saja seperti apa wajah kau Tiger.” Gumam Ivana tersenyum.
Di sisi lain di saat Ivana berdiam di mobil. Marvel sudah siap dengan senjata nya mengikuti anggota lainnya. Dia fokus lada satu tujuan yaitu membunuh Kaparat yang berani ingin mencuri darinya.
“Lebih banyak anggota kita, mereka hanya hama kecil yang perlu di basmi” jawab Marvel.
matanya tidak bisa fokus dengan satu titik, kedua mata birunya melihat sekitar memastikan apa yang di inginkan nya tercapai.
“Kemana anggota Lion ? Ini adalah pelabuhan mereka kenapa tidak ada satupun yang muncul,” Gumam Leo namun langsung di balas anggota Tiger melalui henset yang ia pakai di telinga.
“Mereka di sini tuan.” -
Leo menganggu menatap Marvel bersamaan. “Kita hanya perlu menunggu mereka bergerak lalu kita susul.”
Mereka berdua diam menunggu musik bergerak dan anggota Lion memulai. Marvel tidak bisa langsung menembak mereka karena misi ini adalah misi Ivana. Marvel sangat tahu betul jika Ivana sekarang berada di pelabuhan, wanita itu tidak akan muncul jika bukan di akhir peperangan. Dia pasti di suatu tempat.
DORRRR
__ADS_1
DORRR
DORRR
Terdengar suara tembakan tiga kali. Seluruh anggota Lion langsung turun memgetahui jika amggota mereka telah di tembak karena ketahuan. Ivana yang mengetahui jika anggota nya tewas menggumpal tangan nya marah. Kedua matanya memerah tidak suka.
“Sial !! “.
Desis Ivana. “Belum waktunya”.
“Van, dua anggota kita tertembak, aku akan menyelesaikan nya!.”
“Ya, habisi mereka kalau perlu kuliti kulit mereka ! Tidak akan kubiarkan satu orang pun lolos di sini!.” Ivana menggumpal kedua tangan nya. Stella dan zein langsung muncul bersamaan menembak musuh mereka tanpa jeda.
Sekarang hanya ada suara tembakan dan teriakan yang terdengar. Ivana masih diam di Mobil menunggu kedatangan musuh nya. Ja harus membunuh ketua gangster itu terlebih dulu agar anggota nya selamat.
Ada pepatah mengatakan jika habisi petinggi mereka jika ingin semua orang yang bekerja dengan dia lemah.
Sebenarnya itu pepatah dari Ivana
“Sialan ! Mati kau Kaparat sialan !!,” Teriak Stella yang tidak henti hentinya menembak.
Dor dor dor
“Akhhh!.”
“Rasain tuh.” Stella tersenyum puas segelah berhasil menembak lebih dari 20 orang. Ia melirik zein yang sedari tadi sibuk memukul. Kedua tangan nya kini di penuhi darah segar.
“Woi ! Gunakan pistol bukan tenaga !.” Teriak Stella.
Zein melirik Stella sekejap langsung kembali memukul pria di depan mya.
Brakk Brakk
__ADS_1
“Sialan, dia meremehkan ku .”
Brakk