
Mansion Marvel
Sebelum kembali masuk ke sekolah. Marvel masih sempat - sempatnya menyelesaikan pekerjaannya sebagai seornag pembisnis. Saat ini ia masih sibuk dengan layar ponselnya melihat grafik perusahaannya yang terlihat sedang naik turun. Marvel menghela nafas lelah lalu meminta pelayan untuk memberinya secangkir Wine.
Pelayan itu langsung meletakan cangkir dengan sebotol Wine dingin untuk majikan nya. Namun bukan nya pergi setelah bekerja wanita itu malah berdiri melihat Marvel dengan tatapan menggoda. Kedua matanya tidak berpaling melihat satu objek yang membuatnya bergairah.
Marvel yang menyadari ada yang memperhatikan nya langsung menatap pelayan yang ada di hadapan nya itu. Ia melihat mata wanita itu yang tengah melihat ke arah celana nya.
“Kenapa kau tidak pergi ?.” Tanya Marvel membuat pandangan pelayan itu buyar seketika.
“Ah, anu tuan.. Apa ada lagi yang harus saya kerjakan ?.” Tanya pelayan wanita itu gelagapan.
Marvel berdiri dari kursi dan mendatangi wanita itu dan berdiri di hadapan pelayan nya.
“Kau pasti pelayan baru bukan ?.” Tanya marvel sambil membelai wajah wanita yang tengah berdiri di hadapan nya itu.
“I-iya tuan..” jawab wanita itu gemetar. Meski mulutnya tidak beraturan. Namun tidak dengan kedua mata nya yang bahkan berani menatap wajah majikan nya itu tanpa berkedip sekalipun.
Marvel menatap wanita itu dengan tatapan lain. Ia melihat keringat bercucuran di dahi pelayan itu lalu beralih menatap kedua mata pelayan nya. “Kenapa ? Kau menginginkan nya bukan.”
Marvel melingkarkan satu tangan nya di pinggang wanita itu dan satu tangan nya lagi masuk ke kantong celana. Kedua mata marvel melihat reaksi Wanita yang ada di hadapannya itu tengah memejamkan matanya sembari menikmati sentuhan yang di bariakan marvel.
Marvel terkekeh lalu sedikit membungkuk kan tubuhnya menatap setiap lekuk tubuh dan wajahnya. “Buka mata sekarang.” Bisik marvel.
Kedua mata mereka bertemu. Mata biru marvel menatap mata berwarna kecoklatan itu dengan tajam lalu membisikan sesuatu. “Dasar ******, berani sekali kau masuk ke dalam rumah ini dan berekspresi seperti itu.” Bisik marvel seketika langsung menjauhkan wajahnya. Ia melepas rangkulan nya dan sedikit mendorong pelayan itu sehingga jatuh ke sofa yang tepat berada di belakang mereka.
Brakk
“Jika kau ingin di sentuh kau harus pergi ke klub menjual tubuh kau ke orang lain. Aku tidak tertarik sekalipun kau tilanjang.”
“M- maaf tuan, a- aku tidak berniat seperti itu…”
marvel terkekeh pelan mendengar jawaban dari wanita yang ia sebut ****** itu. “Kau pikir aku bodoh apa ? Melihat reaksi seperti itu adalah hal yang biasa ku terima. Mereka menginginkan sentuhan lebih untuk hasrat mereka. Dan kau salah satunya !.” Suara marvel sedikit lantang membuat pelayan itu seketika mengubah ekspresinya.
Wanita itu langsung berdiri dan menghadap marvel dengan tatapan lain. “Tidak ada yang bisa menolak ku tuan marvel, dan kau berani- berani nya menolak tubuh ku ini ?.”
Marvel menyeringai. Ia menyilang kedua tangan nya sedikit memiringkan kepala nya melihat wajah angkuh wanita yang ada di depannya itu. “Aku tidak tertarik dengan lubang yang pernah di cicipi orang lain. Itu sangat menjijikan.” Marvel meremehkan wanita di depan nya itu dan menatapnya dengan tatapan jijik.
__ADS_1
“Ngomong- ngomong berani sekali kau masuk ke kandang harimau.” Sambung marvel lagi,
Wanita itu terkekeh. Ia mengibas rambutnya kebelakang lalu kedua tangan nya satu persatu membuka pakaian yang ia kenalan di depan marvel. “Aku tidak peduli siapapun. Aku hanya ingin memiliki kau Marvel !.”
Marvel mengangkat satu alisnya melihat adegan yang ada di hadapannya kitu dengan santai. Ia melihat wanita itu sudah melepaskan kemeja dan hanya menyisakan Bra berwarna merah. Marvel meneguk ludahnya kasar melibat pemadangan yang tentu menarik untuk di lihat.
“Sial .” Gumam marvel yang sedikit tergoda.
Bagaimana mungkin marvel tidak tergoda dengan gumpalan- gumpalan daging yang tentu lunak itu ? Marvel bukan manusia suci yang bisa mengendalikan hawa nafsunya pada wanita yang tidak berbusana.
Wanita itu terkekeh melihat tatapan marvel yang berbeda. “Kenapa tuan marvel ? Kau tergoda ? Hm, tidak ada yang bisa menolah tubuhku ini sayang…
Satu persatu pakaian nya sudah lepas dari tubuhnya. Dan sekarang hanya menyisakan bra merah dan pakaian dalam merah yang membuat Marvel semakin berkeringat.
“Sial ! Kenapa sangat seksi .”
Marvel tidak bisa menahan gejolak hasratnya. Jujur saja Marvel pun tergoda dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Ia adalah pria yang juga pernah bermain solo di kamar mandi jika hasratnya timbul. Dan sekarang ia harus melihat kenyataan bahwa Joni nya sekarang tegak dan bergerak meminta
Masuk.
Wanita itu tersenyum puas melihat melihat targetnya masuk ke dalam perangkapnya. “Ayo sayang, kita beri apa yang dia inginkan.”
Yang lebih. Seperti sekarang ini..
“Kenapa, kau menginginkannya ya Hm.”
Marvel membuka kedua mata nya melihat wanita itu tengah membelai juniornya.
Plakkkkkk
“Berani sekali kau !!!,”
“Akhhhh
Marvel berteriak kencang. Ia melayangkan tamparan ke wanita itu kencang.
“Berani sekali kau !! Dasar wanita ****** !!.”
__ADS_1
Marvel langsung menarik tangan Wanita itu kasar lalu berjalan ke arah luar dan mendorong wanita itu keluar dari ruangan nya.
Brakkk
“LEO !!!!.”
Marvel berteriak cukup keras sehingga pelayan dan anggota lainnya mendatangi majikan nya itu dengan terkejut. Bagaimana tidak mereka tidka terkejut melihat sosok wanita tanpa pakaian di dorong keluar dari ruangan tuan nya. Namun masalahnya bukan hanya itu saja, mereka semua terlihat takut melihat wajah Marvel Yang merah padam tengah marah.
“Kenapa Marvel ?!.” Leo langsung berlari menghampiri Marvel yang tengah marah. Ia cukup kaget dengan pemadangan yanga da di depan nya itu.
“Bawa dia sekarang !! Aku tidak akan membiarkan dia bisa lolos keluar dari rumah ini !!,” Marvel menatap wanita itu dengan tatapan amarah.
Leo bingung. Meski bingung ia langsung menuruti apa yang di katakan Marvel. “Bawa dia ke ruangan..”
“Baik tuan..”
Para penjaga lain langsung membawa wanita itu dan menyeret nya dengan kasar.
“Lepaskan !! Dasar Kaparat sialan !! Apa susahnya kau menerima tubuhku ini Hah !!. Lepaskan!!!.” Teriak wanita itu menggema di seluruh rumah. Marvel menatap Leo dengan tatapan amarah.
“Siapa yang mempekerjakan nya Hah ! Berani sekali dia menggodaku seperti itu !!!.”
Marvel berteriak menatap mereka semua dengan tatapan amarah. Ia menatap mereka semua satu persatu.
“Siapaaaa ?!!!”
Selama dua menit tidak ada yang mengaku siapa yang memperkerjakan ****** seperti tadi. Kedua mata Marvel langsung menatap pelayan tua yang tengah berdiri mematung.
Marvel menarik nafasnya nafasnya panjang. Lalu berjalan ke wanita tua itu. “Apa bibi yang mempekerjakan nya ?!.” Tanya Marvel drngan suara sedikit lantang. Namun ia mengendalikan emosinya.
“I- iya tuan, bibi melihat dia berdiri di depan gerbang cari pekerjaan. Pakaian wanita itu kumuh, dia sudah satu minggu di depan gerbang tuan, bibi tidak tega lalu bibi menawarkan pekerjaan sebagai pelayan karena kita kekurangan pekerja tuan.” Jawab bini itu sedikit takut.
Marvel menghela nafas panjang lalu memegang pundak bibi itu. “Lain kali jangan biarkan masuk jika hal seperti itu terjadi. Bibi tau betul bagaimana aku bukan ? Banyak yang ingin mencelakai ku bi. Bibi tau pekerjaan ku apa, mereka adalah musuh - musuhku, tidak mungkin wanita ****** seperti tadi melakukan hal seperti itu jika tidak di suruh seseorang.” Kata Marvel memberi peringatan.
Marvel menghela nafas kasar lalu menatap Leo. “Urus semuanya, cari tau wanita itu siapa dan siapa yang menyuruhnya”.
Leo mengangguk. Ia lalu menatap bibi yang bekerja selama puluhan tahun bersama Marvel itu sedikit khawatir. Namun Marvel paham dan langsung menenangkan keadaan.
__ADS_1
“Dengarkan semuanya, tidak ada yanh boleh masuk ke rumah ini selain tanpa izinku. “