Towards Heaven

Towards Heaven
1. Yu Dong


__ADS_3

"Ayah, apa aku harus pergi?"


Seorang bocah lelaki terlihat memelas didepan ayahnya yang ingin merelakan anaknya pergi.


Hari ini adalah hari pemilihan Murid Luar Sekte Awan Surga. anak-anak yang berumur 9 tahun dari 3 Klan besar, Klan Yu, Xiao, dan Mu harus mengikuti tradisi keluarga mereka untuk mengikuti Pemilihan.


Anak-anak yang berhasil masuk, keluarganya akan dihormati oleh klan, dan yang tidak berhasil maka status mereka akan diturunkan.


Semua keluarga tentu saja akan masuk dalam pemilihan itu.


Dan seorang bocah, yang tampak seperti gelandangan memandang anak-anak yang akan pergi.


Bocah itu bernama Yu Dong, seorang anak gelandangan, dengan orang tua yang sama sekali tidak diketahui.


Kehidupannya di keluarga Yu sangat tidak lah menyenangkan. Setiap hari dia harus mencari informasi gelap untuk dijual agar dapat makan hanya untuk 3 hari sekali.


Dalam hal ini, Yu Dong sebenarnya berhati baik dan benar-benar tidak mau melakukan perkerjaan gelap ini. Namun, apa yang akan terjadi jika ia tidak makan? Tentu dia akan mati. Dan karena itu, dia harus berjuang untuk hidup dalam kehidupan gelap ini.


Yu Dong kini juga berumur 9 Tahun, namun ia sama sekali tidak pantas untuk mengikuti ujian tersebut. bahkan melihat saja tidak mungkin. Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya.


Untuk ikut dalam pemilihan murid sekte, juga perlu uang satu koin perak besar. Satu koin perak sama dengan 10 koin perunggu, dan satu koin perak besar sama dengan seratus koin perak.


Dan yang ada ditangan Yu Dong, hanya satu koin perunggu. Yu Dong menutup matanya. Ia ingin mengikuti pemilihan murid luar sekte, namun, uangnya sama sekali tidak mencukupi.


Pendaftaran akan ditutup dalam waktu 3 hari. Yu Dong tau, kalau ia mengikuti pemilihan sekte ini, kehidupannya akan berubah 180 derajat.


Yu Zou kemudian berlari kebelakang, dan langsung menuju tempat gela kota tersebut.


Disalah satu toko yang lumayan rusak itu, Yu Dong berhenti.


Biasanya, para pendatang gelap, kriminal, dan pembunuh bayaran berkumpul disini untuk mencari informasi. dan Yu Dong sudah mendapatkan sebuah informasi besar 3 hari yang lalu.


Yu Dong membuka pintu dan masuk kedalam gedung tersebut. Orang-odang yang ada disana begitu sedikit dan tidak sampai sepuluh orang.


Kemudian, ia berjalan kesalah satu meja dan naik keatas kursi lalu duduk. Ia menutup matanya sambil berharap, bahwa akan ada orang yang mendatanginya.

__ADS_1


Waktu pun berselang tidak lama setelah saat itu, seorang pria dengan topeng yang menutupi wajah datang menghampiri. "Bocah, kali ini kau punya informasi macam apa?"


"Satu Koin Perak Besar." Ia yakin, dengan informasi yang amat besar ini, setidaknya ia akan mendapat uang sebesar 1 koin emas. namun, Yu Dong tidak ingin berfikir naif. Tidak ada orang yang merelakan uang satu koin emas yang harganya mencapai 1000 koin perak hanya untuk sebuah informasi. Setidaknya, ia ingin mendapatkan uang yang cukup untuk masuk kedalam sekte.


Pria itu tertawa. "Sesuai dengan informasi yang kamu miliki, maka harganya juga akan informasi itu!"


"Ekspedisi Rahasia Klan Yu."


Dalam kata-kata itu, semua orang langsung mengerutkan dahinya. Semua tatapan mata langsung tertuju ke Yu Dong. Tidak terkecuali pria yang ada didepannya. "Ekspedisi kemana?"


"Akan kuberi saat kamu memberiku satu koin perak besar." Yu Dong berkata sambik menutup matanya. ia harus tetap tenang dalam keadaan ini.


Tak!


Sekantong koin besar dikeluarkan oleh pria tersebut. "Kubeli."


Yu Dong tersenyum tipis. "Saya menyukai pelanggan seperti anda."


"Jangan banyak bicara dan beberkan semua nya!" Pria itu berseru dengan sangat keras.


Yu Dong terlihat tenang, namun sebenarnya kakinya bergetar dengan amat cepat. Aura mencekam milik pria itu sudah sangat membuatnya ketakutan. "Dalam waktu 3 hari, tepat setelah ujian penerimaan murid sekte awan surga. Tujuan mereka menuju tempat Warisan Langit. Tempat mereka berkumpul, diruang bawah tanah klan utama."


"Berapapun harganya, asalkan uang satu koin perak terpenuhi."


Tak!


Sekantong kecil koin besar ditaruh oleh pria kekar tersebut. "Kubeli."


Tu Dong tersenyum tipis dan mengucapkan kata-kata yang sama pada pria itu. Pria tersebut langsung berdiri.


Dan kemudian, manusia datang terus menerus hingga pelanggan ke-50. Dan uang yang dikumpulkan Yu Dong sudah menumpuk hingga setinggi dirinya duduk diatas kursi saat ini. "Bocah terimakasih."


Dan itu lah pelanggan terakhir Yu Dong. Yu Dong tersenyum dan merasa sangat bahagia. Ia kemudian turun dan memanggil pemilik tempat. "Paman Gu, permisi."


Kemudian, seorang pria secara bertahap bangun dari tempat. "Ada apa bocah? Kau menganggu waktu Tidur siangku."

__ADS_1


"Maaf paman, tapi, bisakah paman menukarkan semua uang itu?" Yu Dong menunjuk kearah tumpukan kantong emas itu.


"Oh~~ Kali ini kamu dapat informasi yang bagus ya?" Paman yang bernama Gu Dio berkata dengan kagum. "Setidaknya itu bisa mencapai 1 koin platinum, pendapatan bulanan toko ini."


Gu Dio kemudian melompati meja tersebut dan berjalan mengarah tumpukan kantong tersebut. "Jadi, ini semua untuk apa?"


Pertanyaan Gu Dio membuat Yu Dong menjadi membatu. Sambil menggaruk pipi ia berkata; "Saya sendiri tidak tau, saya hanya ingin masuk ke sekte Awan Surga."


"Apa? Sekte? Maksudmu kamu akan pergi dari sini?" Gu Dio terlihat terkejut saat mendengarnya. "Kalau begitu, kita harus mempersiapkan pesta selamat tinggal untuk mu!"


Yu Dong kemudian tersenyum hangat ke Gu Dio. "Paman Gu, tidak perlu. Saya tidak ingin meropotkan keluarga Paman Gu dalam hal ini."


Yu Dong sudah berhubungan lama dengan Gu Dio karena Gu Dio pernah menyelamatkan Yu Dong saat dalam masalah genting. Ia juga memberi Yu Dong makanan setiap Pagi. Ia juga yang memberi tempat tidur jika Yu Dong memerlukannya. Bagi Yu Dong, Gu Dio adalah Ayah angkatnya.


Keluarga Gu Dio juga menerima Yu Dong dengan baik. Namun, Yu Dong sama sekali tidak ingin merepotkan mereka hanya untuk seorang anak kecil yang tidak berguna untuk mereka.


Gu Dio berjalan melewati Yu Dong, dan mengambil sesuatu dibawah balik meja. Dan beberapa detik kemudian, ia mengeluarkan 10 Koin Platinum. Jika dihitung baik-baik, maka 1 Koin Platinum sama dengan 1000 koin emas, dan 10 Koin Platinum sama dengan 1000 Koin emas. Dengan uang itu, dia bisa membeli sebuah rumah yang mewah.


Yu Dong yang melihat hal itu, langsung terkejut. "Paman Gu, apa maksudnya ini?"


Gu Dia berdehem sebelum mengatakan; "Ini adalah hadiah kecil dari kami. Kami masih memiliki setidaknya satu kantong besar koin platinum besar, jadi pengorbanan kecil ini tidak seberapa sama kami."


"Jadi, setidaknya ucapkanlah selamat tinggal untuk kami," Gu Dio tersenyum melihat Yu Dong yang mulai berkaca-kaca.


Yu Dong menarik nafasnya dalam-dalam. lalu menghembuskannya dengan panjang. "Baik paman, saya mengerti! Kalau begitu, panggil lah keluarga paman dan kita akan merayakan pesta kecil."


Paman itu tertawa kecil, lalu ia masuk kedalam pintu yang ada dibelakangnya. beberapa saat kemudian, suara teriakan si Gu Dio terdengar hingga luar. "Sayangku! Zhu'er! Yu Dong akan pergi! Sebelum ia pergi, malam ini kita akan pesta!"


"Eh?! Adik Dong'er akan pergi?! Kemana?!" Suara perempuan remaja terdengar.


"Ohh~~ Jadi sudah waktunya." dan suara perempuan yang seperti tau segalanya menyusul.


Kemudian, tiga suara langkah kaki terdengar dibalik pintu. Beberapa saat kemudian, dua orang perempuan keluar.


Mereka adalah istri serta anak dari Gu Dio. Istrinya bernama Yu Chu, dan anaknya bernama Gu Zhu.

__ADS_1


Yu Chu memang berasal dari keluarga Yu, karena 14 tahun yang lalu, ia menikah dengan Gu Dio, dan kemudian ia menyusul kemari. Sedangkan Gu Zhu adalah seorang gadis remaja yang sudah dianggap sebagai saudari perempuan bagi Yu Dong.


Bagi Yu Dong, Mereka adalah keluarga. Dan salam perpisahan nya, dengan keluarganya, akan ia kenang selamanya.


__ADS_2