
Sementara didalam kelas, Orang-orang mulai membicarakan Yu Dong. Seorang bocah yang dicari oleh Dong Han.
Lian Mu, yang berhasil duduk dikelas itu hanya menatap keluar jendela. Sambil berpikir; 'Si Dong Han itu, dia berani menganggu teman ku! Aku harus memikirkan suatu cara!'
Matahari mulai tenggelam. Seorang gadis dengan poni yang sangat panjang, menarik poninya kebelakang dan mengikatnya saat ia berjalan di lorong yang ada di Pagoda Asrama Langit Atas.
Wajah manis, serta wajah marah terlihat menawan didepan orang yang dilewati oleh mereka. Mereka sadar, bahwa dia adalah Putri Mu Lian!
"Putri Mu Lian...."
"Cantiknya....."
"Apa dia mau mengunjungi salah seorang dugaan Pangeran?"
Seusai mengikat rambutnya kebelakang, ia mengetok pintu yang menjadi kamar Dong Han.
"Baik, tunggu sebentar!" Suara seorang anak kecil yang masih terdengar nyari berasal dari dalam kamar. Pintu itu kemudian terbuka secara perlahan. "Mu Lian! Apa kamu mengunjungiku?"
"Aku akan langsung ketopik!" Mu Lian tampak dingin dalam seketika. "Kenapa kamu membuat keributan hanya karena teknik?"
"Ah, huhm, ng, tunggu! Kamu, kenapa bertanya soal teknik? Apa kamu tertarik?" Dong Han tersenyum saat berkata. Sebenarnya ia tidak ingin memberi tau teknik yang ia curi dari seorang murid percobaan. "Jika kamu tertarik masuklah!"
Ia hanya bisa terpaksa melakukan hal ini. Dari pada membuat gadis pujaan segala pria marah, lebih baik ia serahkan saja tekniknya, sekalian minta diajar!
__ADS_1
Dong Han mempersilahkan Mu Lian masuk. Gadis itu berencana untuk menolak, tapi demi satu-satunya temannya, apa yang tidak?!
Mu Lian melangkah masuk. Ia memperhatikan ruangan yang sangat luas dan bersih, dan beberapa pelayan pria serta wanita. "Kamar mu bersih juga! Aku kira akan sangat bau dan berserakan!"
Mendengar pujian dari Putrinya, ia hanya tersenyum senang. "Terima Kasih!"
"Walau bukan usaha mu sih!" Kata-kata Mu Lian seolah-olah sudah menjadi tamparan bagi Dong Han. "Jadi, mana tekniknya?"
Dong Han berjalan menuju salah satu kursi gang letaknya sangat jauh dari ranjang. Dong Han segera mengambil sesuatu dari lemarinya yang berada disamping ranjangnya. Lalu memberikan dua buku itu pada Mu Lian.
Mu Lian membuka Flame Conqueror. Teknik ini adalah teknik tingkat duniawi peringkat 1. Hanya sebuah teknik lemah. "Bukankah teknik ini sangat lemah? Kenapa kamu harus mencari mati orang itu?"
"Bukan itu masalahnya, Mu Lian." Dong Han duduk di sebrang Mu Lian, dan dengan serius berkata. "Yang menjadi masalah adalah Divine Flame. Teknik ini, aku sama sekali tidak mengerti."
Mu Lian berseru dengan sangat terkejut. Ia tidak menyangka, teknik yang hanya memiliki bahkan kurang dari 10 kata. Ia pernah mendengar buku teknik yang hanya beberapa kata, tapi tidak dia sangka kata-kata dari buku ini bahkan kurang dadi sepuluh kata! Ini bukan buku teknik!
"Divine Flame ya....." Mu Lian menaruh buku teknik itu diatas pahanya. "... Sayang sekali aku tidak punya unsur bersifat api."
"Saya bisa! Apa anda bisa mengajarkannya?" Dong Han berseru dengan sangat keras.
Mu Lian menggeleng. Ia menatap kebawah dengan serius. "Ini bukan hal yang biasa, dan juga, kamu tidak akan bisa menggunakan teknik ini."
"Pu-putri Mu Lian?! Kenapa saya tidak bisa? Apa kakurangan saya?! Saya punya Roh Spritual Dewa, Roh Spritual Raja Api! Bagaimana saya tidak bisa?!" Dong Han terasa tersinggung saat Mu Lian meremehkannya.
__ADS_1
"Baiklah, akan kuajari. Tapi, kalau gagal maka kamu datang pada orang yang salah, jika ada yang rusak bukan urusanku!" Mu Lian merasa, bahwa suatu hari dia akan membutuhkan pertolongan dari Dong Han. Jadi, lebih baik tidak menyinggungnya lebih jauh lagi.
Mereka pergi ke taman yang ada dibelakang asrama Langit Atas. Taman itu memiliki keindahan yang luar biasa. Serta tenaga alam lebih terasa pekat disini.
"Duduklah bersila, dan tutup matamu." Mu Lian menyuruh Dong Han dan anak itu mengikuti nya.
"Jangan pedulikan lingkungan, jangan berpikir, jangan pedulikan diriku, Tetap tatap kegelapan itu, dan mulai lah merasakan kehangatan disetiap titik dantian serta meridian." Mu Lian memberikan instruksi pada Dong Han.
Dong Han memgikuti semua intruksi nya, ia mulai merasakan sebuah kehangatan yang amat hangat, menenangkan. Titik dantiannya mulai terisi dengan amat cepat, begitu pula dengan meridiannya!
Beberapa saat kemudian, semua yang ia rasakan menghilang. Namun, nadinya mulai terasa panas dan semakin panas. Nadinya terasa diisi oleh sesuatu.
Buk!
Mu Lian segera memukul kepala Dong Han dengan buku teknik Divine Flame. Ia merasa, bahwa Nadi yang menjadi tempat pengaliran Tenaga dalam Dong Han akan meledak!
"Mu Lian! apa yang kau lakukan?!" Dong Han berseru dengan amat kencang. Suara nya terdengar sampai-sampai, beberapa orang melihat keluar jendela.
"Kamu seharusnya berterimakasih pada ku! Nadi mu hampir saja rusak, dan kamu hampir saja lumpuh!" Mu Lian memaki Dong Han.
Dong Han ingin memakinya kembali, namun, ia melihat urat-urat yang menonjol, lalu berdenyut seolah-olah tubuh Dong Han akan meledak. "I-ini!"
"Divine Flame bukanlah teknik sembarangan! Itu adalah teknik terlarang! Hanya orang-orang seperti Kaisar Domain Ilahi Lin dan Ayahku saja yang visa menggunakannya!" Mu Lian berteriak dengan sangat keras. Ia baru saja menyadari fakta itu tadi, saat tenaga alam dengan deras masuk kedalam tubuh Dong Han. "Teknik Divine Flame adalah teknik yang bahkan tidak kuketahui peringkatnya. Teknik ini dapat mempercepat pengumpulan tenaga dalam. Namun, itu sesuai dengan nadi seseorang, tergantung cocok apa tidak nya! Teknik ini akan kuambil dan kuberikan pada guru agar tidak ada korban."
__ADS_1
"Maaf, Terima kasih, Saudari Mu Lian!" Dong Han menyadari kesalahannya dan segera berseru untuk meminta maaf dan berterima kasih.