Towards Heaven

Towards Heaven
3. Teknik Divine Flame


__ADS_3

Yu Dong berkultivasi didalam ruangan. Cahaya dari energi keluar meluap-luap dari badannya. Kini Yu Dong sudah menembus Ranah Pondasi Menengah Level 1 dalam waktu hanya beberapa minggu sejak kedatangannya.


Sejak Yu Dong disini, ia sudah tidak melihat matahari. Itu berlangsung selama 2 minggu. Dan Akhirnya, ia sudah menembus Pondasi Menengah. Itu lebih lama dari perkiraannya.


Kini ia akan keluar dari ruangan yang amat gelap ini. Namun, sebelum itu— Yu Dong membuka jendela kamarnya. Jendela kamarnya tersebut mengarah kearah danau dan tebing yang ada di samping pagoda.


Anak-anak disuruh memilih kamar mereka masing-masing, dan Yu Dong memilih kamarnya dilantai terakhir, yaitu lantai 7. Bisa dibilang ia tinggal diloteng, namun, dalam waktu yang singkat loteng itu bukan lagi tempat gudang. "Udara disini sangat segar!"


Yu Dong berseru sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang menyambut nya. Satu jam menatap keluar dengan tidak jelas, Yu Dong akhirnya memutuskan untuk keluar.


Saat Yu Dong turun, ia tidak mendengar suara atau pun merasakan tanda-tanda keberadaan disini. Hanya ada Yu Dong dan kesunyian. Dia sangat menyukai suasana saat ini.


Beberapa menit kemudian, Yu Dong disambut dengan angin yang lumayan kuat. Jubah yang ia pakai berkibar dengan sangat kuat, dan pintu pagoda yang terbuka, secara perlahan menutup.


Yu Dong mengikuti jalan setapak yang mengarah ke arah Gedung Teknik Bawah. Yu Dong hanya mendengarnya saat dalam latihan. Dan kata mereka, tempat itu berisi teknik tingkat Duniawi.


Teknik di Domain Bawah dibagi menadi tiga, Tingkat Duniawi, Tingkat Laut, dan Tingkat Langit. Teknik tingkat lanjut, seperti Teknik Tingkat Surgawi yang seharusnya ada di Domain Menengah, biasanya dipegang ketua sekte terkemuka atau orang yang sangat berpengaruh.


Beberapa saat kemudian, Yu Dong tiba di Gedung Teknik Bawah. Tempat itu hanya terlihat seperti tempat yang lainnya. Normal. Namun, energi yang dikeluarkan dari dalam membuat orang menjadi tau, bahwa itu tempat mereka menyimpan teknik.


Yu Dong memasuki gedung dengan kepercayaan diri yang penuh. Ia disambut oleh seorang kakek-kakek yang ranah berada jauh diatas Yu Dong. Yu Dong menjadk agak ragu untuk datang kemari. Ia takut, kekuatannya yang asli akan ketahuan.


"Selamat datang anak muda. Apa kamu murid baru sekte awan surgawi? Wajahmu tampak asing." Kakek itu mendekat kearah Yu Dong, dengan tongkat sebagai pembantunya agar bisa berjalan.


"Salam Tetua," Yu Dong memberi hormat pada kakek tersebut. "Yang anda katakan itu benar, saya adalah murid baru. Saya ingin mempelajari teknik pertama saya."


"Bangunlah anak muda," Kakek itu menyentuh kedua pundak Yu Dong. "Orang tua ini tidak terlalu suka, jika terlalu dihormati."


"Baik, tetua." Yu Dong mengembalikan posisi badannya kesemula.


"Jadi, kamu adalah murid percobaan atau bukan?"


"Saya..... Murid percobaan." Yu Dong membuang mukanya. Dia yakin, bahwa ada pembedaan lagi.

__ADS_1


"Begitu ya, begitu ya, masuklah, aku akan menuntunmu menuju tempat ranah seperti mu berada." Kakek tua itu membalikkan badannya dan berjalan kedepan, diikuti Yu Dong dari belakang.


Yu Dong menjadi curiga, ia mengerutkan dahinya. Apa tingkat kultivasiku sudah terbongkar di hadapan orang tua itu? Jika benar, ini gawat.


"Tetua, apa anda tau....." Yu Dong memberanikan diri untuk lanjut berbicara. "...Tingkat kultivasi saya?"


"Benar....." Kakek tersebut, menghentikan langkahnya. ".....Pondasi Menengah Tahap 1 kan? Kamu baru saja naik, dan aura mu yang pekat namun tipis terasa dihadapan mataku."


Salah satu Tetua Sekte Awan Surgawi kembali berjalan. Yu Dong mengikutinya kembali.


"Haha,.... Saya memang tidak bisa menipu tetua." Yu Ding menggarut kepalanya walau tidak gatal, dan lanjut berkata; "Apa saya bisa meminta anda untuk tetap merahasiakannya?"


"Kenapa?"


"Saya tidak punya alasan khusus, entah kenapa, kehidupan seperti ini lebih baik." Yu Dong tersenyum. Dia mencoba untuk memberikan setengah fakta dan setengah kebohongan. "Memang, saya ini orang yang aneh."


"Sudah sampai." Kakek tersebut menghentikan langkahnya didepan pintu yang diatasnya bertuliskan [Teknik Khusus Ranah Pondasi Menengah].


"Terima Kasih tetua," Yu Dong memberi hormat pada kakek itu kembali. Ia kemudian membuka pintu itu secara perlahan.


Yu Dong kemudian tersenyum. "Nama Saya Yu Dong!"


"Begitu ya, begitu. Keturunan keluarga Yu. Silahkan lanjut anak muda." Tetua berkata dan berbalik kebelakang, meninggalkan Yu Dong yang menatapnya dari jarak jauh.


Yu Dong melanjutkan pencariannya untuk teknik pertamanya. Ia juga memerlukan Teknik pembudidayaan karena teknik yang diajarkan istri Gu Dio sekarang tidak terlalu ampuh. Dan ia juga perlu dua teknik beladiri.


Yu Dong menatap tumpukan gulungan dan buku. Di balik tumpukan itu, ada sebuah rak buku yang sudah berjajar rapi. Yu Dong bersiul kagum saat ia melihatnya.


"Teknik-teknik ini tingkat duniawi. tapi semua Ini hanyalah teknik sembarangan. Dan juga, beberapa dari mereka adalah teknik duniawi tingkat 1. Aku bahkan tidak melihat tingkat ke-2." Yu Dong berkata sambil memeriksa setiap buku dan gulungan yang ada disana.


Tingkat Teknik Duniawi dibagi 3 tingkat. Semakin tunggi tingkat mereka maka semakin kuat pula keampuhan. Yu Dong ingin memiliki tingkat tiga, tapi tampaknya tempat ini tidak memilikinya.


Yu Dong berdiri dan lanjut mencari dirak buku. Tempat ini begitu berserak. Dan sama sekali tidak beraturan. Namun, Yu Dong bisa merasakan, sedikit demi sedikit sensasi energi spritual. Bisa dibilang berkultivasi sambil berjalan! Ini pasti karena begitu banyak energi spritual dari buku serta gulungan.

__ADS_1


Yu Dong yang memeriksa setiap gulungan serta buku teknik sedikit bergumam. "Auman Elang, Api Penakluk, Dunia Fana Gun, Tembakan Kilat."


Diantara semua teknik itu, yang paling membuatnya tertarik adalah Api Penakluk. Api adalah salah satu unsur yang ia tau caranya. Dan yang kedua adalah Unsur kegelapan.


Yu Dong mengambil buku tersebut dan memegangnya. Ia sudah memilih. Lalu ia berjalan-jalan sekali lagi. Dan matanya langsung bergerak dengan cepat, sebuah buku tua dengan tulisan Divine Flame tanpa peringkat membuat Yu Dong mengerutkan dahinya. Lalu, anak itu mengambil buku yang tergeletak diatas lantai dan membukanya. Tidak ada yang dia lihat selain kata-kata 'KETENANGAN HATI, DAN TEKAD API SURGAWI.'


"Tekad..... Api Surgawi?" Yu Dong hanya menyipitkan matanya. Kata-kata yang tertulis di buku teknik membuat hatiya terasa nostalgia. Secara perlahan, matanya semakin gelap dan gelap. Dan tanpa disadari, sebuah api secara perlahan menyala di pipi Yu Dong. Namun, Yu Dong tidak juga bangun.


Satu hari berlalu, dan Yu Dong masih terjebak dalam lamunannya. Namun, api sudah mulai membesar dan semakin membesar!


Beberapa saat kemudian, Yu Dong melebarkan matanya, dan api meledak!


Yu Dong yang telah sadar, segera memperhatikan lingkungan sekitar yang terbakar. Ia mendadak terkejut dan segera memadamkan api memakai jubah Sektenya. "Dari mana api ini berasal?!"


Pak!


Salah seorang pria dengan jenggot yang mulai tumbuh membuka pintu dengan amat keras. Amarah terlihat di mukanya. "Apa yang kau lakukan?! Dasar Anak sialan!


" Saya tidak tau tetua! Saya bahkan tidak tau asal dari api ini!" Yu Dong berseru sambil mengibaskan jubah sektenya. Beberapa saat kemudian, semua api yang ada didalam ruangan secara bertahap menjadi padam. Ia menjadi heran. "Sebenarnya apa yang terjadi?"


Yu Dong masih terkejut dengan api yang tidak diketahui asalnya ini, bahkan api-api ini menghilang tanpa jejak dan asap. Bahkan tidak membakar!


"Tetua Nie, apa yang terjadi?" Beberapa senior serta penatua muncul dari balik pintu. Sebelumnya mereka merasakan ledakan surgawi muncul dari bangunan tua ini!


"Penatua Long! Bocah ini, membakar ruangan yang penuh dengan buku teknik!" Pria tua yang ada dihadapan Yu Dong, Nie Gu berseru. "Ini benar-benar merupakan kejahatan! Bahkan diusir dari sekte tidak cukup!"


"Membakar? Saya tidak melihat adanya sisa terbakar atau pun bau membakar disini!" Seru Penatua Long dan lanjut. "Apa kamu berbohong padaku?"


Tetua Nie Gu segera meratapi ruangan itu. Tidak ada sisa terbakar sedikitpun!


"I-ini....." Tetua Nie Gu tidak tau apa yang harus ia katakan sekarang. Ia benar-benar sudah kehabisan kata. "Ta-tapi saya benar-benar melihat bocah ini....."


"Cukup! Kita kesini karena merasakan ledakan surgawi, tidak untuk mencari masalah dengan anak kecil!" Penatua Long berseru. "Cepat cari asal dari ledakan surgawi!"

__ADS_1


Kemudian, para senior serta tetua lainnya segera berpencar. Yu Dong kemudian memberi hormat dan segera pergi dari sana.


Sedangkan Nie Gu, dia hanya mengutuk Yu Dong dari dalam hati karena sudah membuatnya malu.


__ADS_2