Towards Heaven

Towards Heaven
10. Pondasi Sejati


__ADS_3

Didalam hutan bambu yang ada dipinggiran Sekte Awan Surgawi. Seorang anak laki-laki mengacungkan tinjunya dan membuat ledakan kecil.


"Huft hahhhhh....." Ia menghembuskan nafasnya untuk mengatur tenaga dalam yang berjalan dengan cepat. "Divine Flame!"


Hufffffff!


Api-api tiba-tiba menjalar keluar dari dalam tanah, tanpa diketahui asalnya. Api-api itu berwarna putih, dengan energi suci yang keluar begitu banyak.


Keringat dari pipi jatuh ketanah, membuat tanah menjadi basah. Namun, keringat itu menguap dalam seketika saat tersentuh dengan Divine Flame.


Yu Dong yang bertelanjang dada, memberi lingkungan tekanan yang kuat saat ia menyiapkan kuda-kuda. "Blazing Divine Conqueror!"


Darrrrrrr!


Ledakan terjadi di Hutan bambu. Orang-orang sadar akan ledakan itu, namun mereka tidak sadar bahwa itu adalah ledakan suci!


Api Ilahi mulai meluas dan memakan semua dalam jarak 50 Meter. Ini adalah salah satu teknik Yu Dong yang baru. "Divine Flame Palace."


Dalam sekejap, semua energi yang berjarak 1 km terhisap oleh sesuatu. Yu Dong menutup matanya. Nadi nya menjadi lebih penuh dengan energi. Dan tenaga dalamnya menjadi kacau dan sulit diatasi, seakan-akan kekacauan itu adalah badai.


Yu Dong menyebut kondisi yang terjadi saat ini adalah, Internal Power Disaster. Ini adalah kondisi dimana setiap nadi tenaga dalamnya dalam keadaan tidak terkendali. Ada kemungkinan nadinya akan hancur!


Yu Dong membuka kembali matanya. Ia menarik kembali Divine Flame Palace.


Bocah kecil itu menghempaskan badannya. Ia tidak pernah merasakan kelelahan sejak 1 tahun yang lalu.


"Sudah 3 hari." Yu Dong bergumam sambil menatap tangannya yang penuh dengan keringat.


Sudah 3 Hari sejak ia dikejar. Yu Dong tidak kembali pada kamarnya, dan ia bahkan tidak berbicara dengan orang selama 3 hari ini, apa lagi makan. Untuknya, tidak makan 3 hari adalah hal yang enteng, karena ia pernah tidak menyentuh makanan selama 2 bulan.


Untuk 3 hari ini, Yu Dong sudah berada diranah, Pondasi Akhir Tahap ke-6. Untuk satu hari ini ia tidak memiliki kemajuan selain teknik-teknik yang sudah meningkat jauh.


"Melakukan apa ya? Disini sangat membosankan karena harus bersembunyi! Aku jadi ingin bicara dengan Lian Mu, haaaaaahhhhhhh!"


Srsssk! Srssss!


Bunyi bambu-bambu yang dilewati terdengar oleh Yu Dong, membuat bocah itu menjadi bersiaga. "Siapa?!"


Seorang gadis dengan poni yang menutupi mata muncul dari balik bambu. Ia terlihat membawa keranjang makanan. "Lian Mu?! Kenapa kamu disini?!"


Lian Mu melambaikan tangannya ke Yu Dong. Ia melewati Yu Dong dan duduk disampingnya.


Kamudian, ia mengeluarkan buku dan menuliskan sesuatu. {Makanlah! Aku Membawa Beberapa Roti Isi! Kamu Pasti Lapar Kan?}


Yu Dong hanya merasa heran dengan gadis yang ada didepannya. Bagaimana dia bisa mengetahuiku berada disini? Yu Dong menjadi agak curiga, apa ia berkomplotan dengan si Dong Han atau tidak.


{Kenapa? Apa Kamu tidak lapar? atau aku menganggu mu?}


Yu Dong menggeleng kepalanya. "Tidak! Tapi, kenapa kamu ada disini?"

__ADS_1


{Aku merasakan energi suci dari arah sini, lalu mengintipmu sedang berlatih! Kamu luar biasa karena sudah berada di Pondasi Akhir Tahap 6 hanya dalam waktu kurang dari 3 hari! Aku kagum!} Lian Mu tampak tersenyum berseri.


"Hmmmm, Ngomong-ngomong, kamu sudah berada diranah berapa?" Yu Dong sedikit menyipitkan matanya. Ia curiga dengan sesuatu.


{Aku sudah berada diranah Pondasi Awal Level 9!}


"Begitu yaa....." Yu Dong sudah memastikan sesuatu. "Kamu berbohong."


Lian Mu langsung tersentak karena terkejut. {Bagaimana bisa kamu mengatakan sesuatu seperti itu?! Aku benaran diranah Pondasi Awal!}


"Ketidak tahuanmu lah yang membuatku sadar dengan kejanggalan." Yu Dong kemudian menatap kelangit. "Kamu, sudah berada diatas Pondasi Sejati kan?"


Lian Mu menelan ludahnya. Ia sudah tidak tau apa yang harus ia tulis. Ia hanya harus mengakuinya agar tidak mendapat resiko terburuk. {Dari mana kamu tau?}


"Ranah Pondasi Awal tidak akan sadar berada di tahap mana kamu, karena deteksi mereka sangat rendah saat itu." Yu Dong mendapat kan pengetahuan ini dari buku yang dituliskan. Ia mengingat hampir semua kata-kata dibuku, namun ia hanya mengubah kata-kata agar mudah diingat oleh otak. "Bagaimana, apa aku luar biasa?"


{Itu mengejutkanku! Kukira kamu sama bodohnya dengan orang berotak otot itu! Kalau begitu makanlah!} Lian Mu mendorong keranjang makanannya pada Yu Dong.


Yu Dong menerima keranjang itu dengan senang hati. "Terima kasih!"


Lalu ia menyantap semua roti isi yang ada didalam keranjang. Masakan yang dia buat lebih enak dibandingkan ibu angkatnya. Yu Dong menelan roti isi yang sudah ia kunyah menjadi bubur. "Ini benar-benar enak!"


Yu Dong hanya mengatakan enak dan enak disetiap gigitannya. Karena memang, rasa nya sangat enak.


Gadis itu, Lian Mu hanya tertawa kecil melihat cara makan Yu Dong yang berantakan.


Beberapa saat kemudian, setelah Yu Dong siap makan, dan Lian Mu membereskan tempat itu, mereka mulai berbicara santai. Mulai dari hobi, pengalaman, dan cerita mereka. Namun, tetap saja Yu Dong sama sekali tidak menceritakan cerita bagian dimana ia mengambil informasi dan menjualnya.


{Saudara Dong, bisakah kamu menunjukkan api yang meneluarkan tenaga suci itu?}


Yu Dong yang membaca tulisan itu, hanya menyipitkan matanya. "Maaf, tapi aku tidak bisa memperlihatkannya!"


Yu Dong berseru sambil merebahkan badannya keatas rumput. "Dari pada itu, apa kamu tidak pergi untuk belajar? Bukankah belajar itu penting? Jika tidak kamu akan selalu ketahuan berbohong!"


Yu Dong berusaha mengungkit persoalan Lian Mu yang mencoba menyembunyikan ranahnya beberapa saat yang lalu.


Lian Mu menggembungkan pipinya. ia kemudian menuliskan; {Diam! Aku setidaknya tidak sebodoh orang yang berotak otot seperti mereka!}


"Baik, baik, aku mengerti, maaf,..." Yu Dong tersenyum nakal saat meminta maaf. "Putri Lian."


Mendengar itu, Lian Mu segera bergetar. Keringat mulai berjatuhan. Apa itu tanda-tanda bahwa Yu Dong sudah tau identitasnya?


{Apa kamu sudah tau?} Lian Mu menatap tulisan yang ia tulis sebelumnya. Ia ingin menunjukkannya, namun keraguan masih terasa.


"Saudari Mu? Ada apa?" Yu Dong tampak sedikit heran. Lian Mu menggeleng kepalanya dan menghapus tulisan yang ia tulis sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, perasaan suram terasa. Seseorang ada didekat sini. Yu Dong bisa merasakannya dengan amat jelas.


Bocah itu segera menggendong Lian Mu dan membawanya menjauh setelah membawa tas yang berisi barang penting.

__ADS_1


"Itu dia!"


"Cepat tangkap bocah itu agar bisa dapat hadian!"


"Jangan biarkan dia kabur!"


Orang-orang berseru dengan sangat kuat. Kebanyakan dari mereka ada yang berada diranah True Foundation dan beberapa diantara mereka ada yang sudah di ranah Pembentukan Tubuh Qi dan Pembentukan Inti Meridian.


Kecepatan mereka mengejar Yu Dong begitu luar biasa, membuat Yu Dong menjadi agak kesusahan. Namun, ia sudah mengenal hutan ini selama 3 hari, dan mereka mungkin tidak mengenal bahkan melihat hutan ini sebelumnya.


"Blazing Divine Conqueror Palace."


Basssss!


Api yang tidak diketahui asalnya muncul dan menghalangi mereka untuk masuk. Api itu tidak membakar tumbuhan, namun dapat membuat tubuh menjadi abu. Itu sudah bisa dirasakan saat mereka mulai mendekat.


Orang-orang yang mengejar mendadak berhenti dan membuat mereka menatap punggung Yu Dong yang menjauh. "Bocah itu punya beberapa keahlian."


Disisi lain, mulut Yu Dong mulai mengeluarkan darah. Ini adalah salah satu kartu andalannya, dan sudah ia siapkan untuk kejadian yang seperti ini.


Namun, akibat menggunakan tenaga dalam, dalam jumlah yang sangat besar membuat salah satu titik meridiannya harus tertutup secara penuh. Ini dapat memperlambat kultivasi. "HuhhhHuhhh...."


Yu Dong mulai terengah-engah. Badannya mulai tidak bertenaga. pandanganya menjadi buram.


Lian Mu yang melihat sosok gagah Yu Dong, hanya mengelap darah yang bercucur jatuh di mulutnya. Jika bukunya ada disini, ia bisa menyuruh Yu Dong untuk menurunkannya.


Pass!


Genangan air terpecik saat kaki Yu Dong menghantamnya. Sedikit lagi sampai!


Yu Dong menatap gua yang sudah mulai terlihat. Dan saat badannya tiba, ia menurunkan Lian Mu lalu melemparkan tasnya dan langsung berkultivasi untuk memulihkan diri.


"Divine Flame Palace." Mulutnya yang mengeluarkan darah segar, segera mengering saat api putih mulai menjalar keluar dan memakan ruang sekita 10 meter lingkaran.


Lian Mu yang melihat itu, terkagum-kagum. Ia tidak bisa berkata apa-apa selain hening dalam kekaguman.


Tubuh Yu Dong mulai membaik, namun gerbang salah satu titik meridiannya belum terbuka kembali.


Lian Mu kemudian berjongkok dan mendekatkan bibirnya pada telinga Yu Dong. "Maaf sudah merepotkanmu."


Ia kemudian berbalik dan pergi dari tempat itu.


Yu Dong yang berkultivasi, tenggelam dalam hampa. Ia tidak mendengar, tidak merasakan, tidak memiliki emosi, dan saat sebuah suara masuk, badannya menjadi agak bentrok dengan Tenaga Dalam. Namun, ia berhasil mengendalikan semuanya, lalu ia kembali dalam keadaan semula.


Yu Dong tidak berhenti berkultivasi, dan langsung menaikkan tahapnya dalam waktu kurang dari 1 jam.


Ka terus menerus melakukan hal yang sama sebanyak 3 kali. Namun, kali ini ada yang berbeda. Internal Disasternya kali ini terasa lebih ganas dibandingkan sebelumnya.


"Aku tidak akan berhenti!" Benak itu ada didalam kepala Yu Dong, namun beruntung, pikiran itu tidak merusak kultivasinya.

__ADS_1


Petir mulai menjalar keluar, suara gemuruh terdengar dari atas gua yang juga bergetar. Beberapa saat kemudian, gua dipenuhi dengan sejumlah cahaya yang amat silau.


Yu Dong berhasil menembus Pondasi Sejati!


__ADS_2