Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)

Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)
bab12


__ADS_3

Setelah hampir 5 jam menjalani operasi dokter keluar dan memberikan berita bahwa operasi telah selesai dilaksanakan dan Clarissa sekarang tengah berada di ruang observasi pasca operasi sebelum nanti akan dipindahkan keruang ICCU lagi.


Papa Damian bernapas lega karena operasi berjalan lancar dan setelahnya menyuruh Danu asistenya untuk mengurus pemakaman dena secara layak. Karena dena yang merupakan anak yatim piatu tanpa sanak saudara sehingga Papa Damian mengambil tanggung jawab untuk memakamkan dena.


Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan.


Tak terasa sudah 3 bulan Clarissa tidak sadarkan diri. Meskipun hasil operasi dikatakan berhasil dan tidak ada efek samping yang terjadi Clarissa belum membuka matanya. Entah apa yang dilakukan Clarissa dialam bawah sadarnya sehingga ia tidak mau bangun menyapa orang-orang yang menunggunya dengan cemas.


"Sayang bangunlah Nak, Papa rindu dengan sikap manja kamu" ucap Papa Damian sambil mengusap punggung tangan Clarissa 'huh kenapa si anak sial itu masih bertahan juga' keluh Mama Anisa yang melihat kearah Papa Damian yang tengah duduk disamping Clarissa.


"Eh ini gue dimana, perasaan kemarin gue kecelakaan gara-gara di dorong cantika. Kok ini gue baek-baek aja ya" Kata dena sambil mengamati tangan kaki dan anggota badannya yang lain.


"Ini dimana sih, taman Deket rumah gue nggak bagus kayak gini deh, mana sepi lagi nggak ada bocil-bocil yang lagi asyik maen" ucap dena sambil berjalan menyusuri jalan setapak diantara tanaman bunga yang bermekaran.


Hiks.. hiks..


"Eh busyet suara apaan tuh, kok kayak ada orang nangis. Masak siang-siang begini ada hantu" Kata dena sambil berjalan mencari sumber suara tangisan yang didengarnya.


Tampak disana seorang gadis dengan kulit yang putih dan rambut hitam panjangnya tengah duduk dipinggir kolam sambil menekuk kedua lututnya.


"Hantu bukan ya, tapi kakinya nggak melayang kok. Samperin kali ya"


"Ha-hai. Lo kenapa" dengan ragu denaa menyapa gadis tersebut dan duduk disampinya.


"Kamu siapa?" Tanya gadis itu sambil menghapus air matanya.


"Gue Nada, Lo siapa?" Tanya dena sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Clarissa" jawab Clarissa.


"Lo kenapa nangis?".


"Aku sedih karena ternyata selama ini aku dibohongi sama orang-orang yang aku sayangi".


"Dibohongi bagaimana maksud kamu?".

__ADS_1


"Jadi gini..." Clarissa mulai menceritakan kisahnya tentang Mama Anisa dan Aurel Kakaknya yang ternyata tidak benar-benar menyayanginya malah ingin membunuhnya dan kenyataan kalau ternyata mereka bukanlah mama serta saudara kandungnya serta ia yang merupakan anak seorang pelakor.


"Oh gitu, trus lo percaya gitu sama apa yang mereka bilang?, Kata lo tadi mereka bohongi lo kan selama ini. Jadi nggak menutup kemungkinan kalau mereka juga bohong soal nyokab kandung lo" kata dena.


Clarissa diam, mencoba memikirkan kemungkinan yang diucapkan oleh dena.


"Udah. lo masih beruntung ada Papa lo yang sayang sama lo" ucap dena memberikan semangat.


"Papa sayang sama aku cuma sibuk kerja terus jadi nggak ada waktu buat aku". Kesal Clarissa.


"Ya seenggaknya kan lo masih punya Papa, nah gue kagak punya siapa-siapa, temen gue malah bantu anak lain buat fitnah gue" ucap dena.


"Eh nama kamu dena ya?"Tanya Clarissa.


"Iya. kan kita udah kenalan tadi, lo lupa?".


"Nggah bukan gitu, soalnya waktu aku koma, aku denger kalau anak yang mau donorin jantungnya buat aku itu anak yang habis kecelakaan dan namanya dena" kata Clarissa.


"Hah yang bener lo. Berarti gue udah mati dong, soalnya gue emang udah ngajuin diri buat jadi donor organ kalau gue mati" ucap dena sambil membuang napas kasar.


"Eum kamu kenapa nggak coba balik ke tubuh kamu aja"


"Ya mana bisa ogeb, Lo bilang gue udah mati


Jantung gue juga udah lo ambil gimana sih".


"Kamu coba masuk tubuh aku aja, kan jantung kamu ada ditubuh aku" tawar Clarissa.


"Eh emang bisa gitu, trus lo gimana?" Heran dena sambil mengernyitkan dahinya.


"Aku udah coba untuk kembali ketubuh aku, tapi nggak bisa, sekarang aku juga udah nggak bisa denger apa yang orang-orang disekitarku omongin seperti waktu aku koma kemarin" jawab Clarissa.


"Coba aja nggak apa-apa, lagian aku juga udah putus asa. Aku nggak tahu harus bersikap seperti apa kalau bertemu dengan keluargaku" ucap Clarissa sendu.


"Beneran nih, emang lo tau cara buat balik ke tubuh lo?" Tanya dena

__ADS_1


"Coba aja kamu ikuti cahaya putih disana" tunjuk Clarissa.


Sedikit ragu dena melihat kearah yang ditunjukan oleh Clarissa. Dan setelah melakukan berdebatan dan pertimbangan yang matang, dena memutuskan untuk menerima tawaran dari Clarissa dan berjalan mengikuti arah cahaya tersebut.


"Clarissa sayang bertahanlah Nak, Alina jangan bawa Clarissa pergi aku mohon" kata sebuah suara bariton pria yang sepertinya tengah memegang tangan dena.


"Ini gue kenapa, kenapa badanku rasanya sakit semua" tanya dena.


Terdengar suara ribut disekitar dena.dena mendengar suara Orang-orang yang tengah bergerak disekitarnya dan alat monitor yang berbunyi nyaring. dena merasa seakan sedang ditarik keluar oleh sesuatu saat bagian dadanya tengah ditekan dan terkadang seperti tersengat listrik.


Beberapa kali hal itu dialami oleh dena sampai akhirnya dena membuka matanya dengan napas yang memburu, seperti habis melakukan lari maraton rasanya.


"Dokter pasien membuka matanya" teriak orang yang memakai jas putih disamping ranjang dena.


"Alhamdulillah" teriak para petugas medis yang mengelilingi Nada.


"Panggil keluarga pasien".


"Clarissa? Alhamdulillah Nak akhirnya kamu sadar" tangis seorang pria sambil memeluk tubuh Nada.


"Sakit" rintih dena.


"Maaf sayang, maafkan Papa. Papa terlalu senang melihat kamu sudah sadar" ucap pria yang memanggil dirinya Papa.


dena mengernyitkan dahinya dan menatap Pria yang ada dihadapannya dengan ragu. "Anda siapa?" Tanya dena yang membuat wajah pria tersebut berubah pias.


"Ini Papa nak. Papa kamu. Dokter ini anak saya kenapa?"


'ini gue beneran balik tapi masuk ke tubuh si Clarissa. Terus ini Papanya Clarissa gitu' tanya dena yang berusaha mencerna situasi sambil mengerjapkan matanya dan memandang kedua tangannya.


dena kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Semua alat-alat yang sebelumnya terpasang di tubuhnya sudah dilepas. Hanya tinggal selang infus yang masih terpasang di tangan kirinya.


dena masih tidak bisa percaya dengan apa yang dialaminya. Dia bisa kembali hidup namun ditubuh orang lain. Meskipun ini sudah 3 hari sejak dirinya sadar dena masih sulit untuk mempercayainya.


Kalau dia bisa kenapa Clarissa tidak bisa kembali. Pertanyaan seperti itu terus berbuat dikepala dena.

__ADS_1


Ceklek


__ADS_2