Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)

Transmigrasi Gadis Culun(Pembalasan Dendam)
bab04


__ADS_3

Memang perkara makan dan minum obat harus sesuai jam yang sudah direkomendasikan oleh dokter. Hidup Clarissa penuh dengan aturan yang harus ditaati dan ini membuat Clarissa kadang merasa jenuh. Serta sang Papa yang sibuk dengan pekerjaannya yang jarang bisa memberikan perhatian pada Clarissa membuat dia mencari perhatian pada orang sekitarnya termasuk Regan.


"Bosen ngapain ya enaknya. Kak Regan di telpon nggak diangkat, lihat Kak Aurel aja deh" ucap Clarissa yang merasa bosan berada dikamar setelah selesai mengerjakan tugas sekolahnya.


"Tenang saja sayang, nggak lama lagi tujuan kita akan tercapai. Kamu tenang saja. Mama pastikan setelah ini hanya kamu yang akan menjadi satu-satunya" terdengar suara Anisa.


"Iya Mah. Aurel sudah nggak sabar lagi" jawab Aurel antusias.


Clarissa yang mendengar percakapan Mama dan Kakaknya mengernyitkan dahinya. Menerka apa yang tengah diperbincangkan oleh Mama dan Kakaknya itu.


"Tapi apa Ndak apa-apa Ma, nggak bakalan ketahuan kan?"


"Tenang saja, semua aman. Obat yang Mama kasih bukan racun atau apa. Itu hanya obat biasa tidak ada efek apapun ditubunya. Dan itu artinya dia tidak mendapatkan pengobatan selama ini. Jadi tinggal tunggu waktu saja".


"Ok sekarang hubungan dia sama tunangannya juga udah renggang, salah sendiri jadi anak bodoh banget. Mana ada cowok yang mau disuruh apalagi diancam kalau nggak mau menuruti keinginannya. Dasar anak manja tukang ngadu" kekeh Aurel


Clarissa menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Bagaimana bisa Mama dan Kakak yang ia percayai selama ini ternyata memakai topeng didepannya.


"Nanti kalau dia sudah mati. Tinggal gue minta sama Papa buat gantiin si bodoh itu jadi tunangannya Regan" ucap Aurel.


"Boleh sayang, pasti keluarga Regan nggak bakalan nolak. Karena mereka juga mendapatkan investasi yang banyak dari Papa kamu"


Badan Clarissa melemas, dadanya terasa sakit mendengar kenyataan. Ternyata kedua orang yang disayang oleh Clarissa mengharapkan kematiannya. Apa salah Clarissa selama ini. Dia merasa sudah menjadi anak yang baik. Bukankah selama ini justru mereka yang memanjakan Clarissa dan mendukung semua perbuatan Clarissa.


Prang


Tubuh Clarissa terjatuh dan menyenggol hiasan vas bunga yang ada disampingnya.


"Clarissa?" Teriak Anisa.


"Ke-kenapa Ma?" Tanya Clarissa dengan wajah pucat dan keringat dingin diwajahnya.


"Kenapa ma-ma?"tanya Clarissa lagi sambil menekan dada sebelah kirinya yang terasa sakit.


"Kamu... Kamu mendengar pembicaraan kami?" Tanya Aurel.


"I-iya, ke-kenapa Kak?" Tanya Clarissa dengan napas yang mulai tersengal.

__ADS_1


"Mah gimana ini" kata Aurel panik.


"Biarkan saja Rel, justru semakin bagus


Karena sebentar lagi keinginan kita tercapai "ucap Mama Anisa sambil menatap datar Clarissa yang tengah kesakitan.


"Astaghfirullah non Clarissa" teriak mbok Nah salah satu ART dirumah Clarissa.


"Nyonya ini non Clarissa bagaimana" Tanya Mbok Nah panik.


"Saya juga panik ini mbok, sudah telpon ambulan kita tunggu saja" ucap Mama Anisa mulai bersandiwara.


"Aduh apa Ndak sebaiknya dibawa ke rumah sakit pakai mobil sendiri nyonya" terlihat wajah panik Mbok Nah yang menyanggah kepala Clarissa.


Benar juga Mbok, Rek cepat panggil Pak Somad kesini ayo cepat" kata Mama Anisa sambil menyuruh Aurel untuk bergegas mencari Pak Somad supir keluarga mereka.


Brak


Suara pintu yang dibuka paksa terdengar membuat atensi orang yang berada di ruangan tersebut teralihkan.


"Clarissa ini Papa sayang, kami kenapa?" Tanya Damian. Papa dari Clarissa.


Mama juga tidak tahu Pa, Mama tadi sedang ngobrol sama Aurel di teras samping rumah. Tiba-tiba dengar suara benda terjatuh. Saat Mama dan Aurel datang, Clarissa sudah jatuh dengan wajah pucat Pa" Kata Mama Anisa menceritakan kronologi kejadian menurut versinya.


"Lalu kata dokter bagaimana kondisi Clarissa?" Tanya Papa Damian sambil mengusap punggung tangan Clarissa.


"Kata dokter tadi Clarissa berhasil diselamatkan tapi karena jantung Clarissa sempat berhenti beberapa waktu mengakibatkan pasokan darah ke otaknya terganggu sehingga mengalami sedikit kerusakan dan sekarang Clarissa koma Pa. Itu penjelasan dokter secara singkatnya. Kalau Papa mau tahu lebih detail dokter meminta Papa untuk datang langsung ke dokternya. Dan katanya tadi juga dokter menyinggung soal donor jantung" ucap Mama Anisa.


"Astaghfirullah, kenapa ini bisa terjadi" terlihat Papa Damian mengusap wajahnya dan memandang sendu.


"Kalau begitu Papa menemui dokter dulu Ma" Pamit Papa Damian pada istrinya.


Beruntung Papa Damian sudah kenal akrab dengan dokter yang menangani Clarissa. Sebab sejak dari kecil kondisi Clarissa ditangani oleh Dokter Farhan.


"Pak Damian, silahkan duduk" ucap dokter Satria pada Papa Damian saat memasuki ruang praktek Dokter Farhan.


"Bagaimana Dokter?" Tanya Papa Damian dengan wajah lesunya.

__ADS_1


"Saya langsung ke intinya saja ya Pak. Kondisi Clarissa sudah sangat mengkhawatirkan. Saya tidak tahu kenapa. Tapi obat-obatan yang dikonsumsinya selama ini sepertinya tidak memberikan efek sama sekali pada pengobatan Clarissa"


"Bagaimana bisa dokter? Bukanya selama ini kondisi Clarissa bisa dikatakan stabil".


"Benar Pak, apa ada kemungkinan Clarissa tidak mengkonsumsi obatnya secara rutin?"


"Tidak mungkin Dokter, karena istri saya selalu menyiapkan obat Clarissa tepat waktu" sanggah Papa Damian.


"Kalau begitu kemungkinan dosis obat yang dikonsumsi sudah tidak memadai dalam artian harus diganti Pak".


"Lalu ара kondisi Clarissa bisa pulih kembali" tanya Papa Damian.


"Maaf sebelumnya Pak Damian. Karena Clarissa sempat terkena serangan jantung dan juga jantungnya yang sempat berhenti beberapa saat. Mengakibatkan kondisi jantung Clarissa semakin memburuk. Jalan satu-satunya dengan mencarikan donor jantung secepatnya".


"Baik saya akan usahakan mendapatkan donor jantung untuk Clarissa secepatnya".


...----------------...


Pagi hari di SMA smk12, dena berjalan menuju kelasnya dengan perasaan yang tidak nyaman. Karena banyak mata yang memandang aneh padanya.


"Hey cewek miskin, segitu pengennya ya lu mau ngerusak nama baik sekolah bolos segala lagi cihh ,sampai Lo bebuat curang" ejek Meli salah satu teman cantika di kelas XII IPs1.


Nada mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari Meli.


"Kenapa? Heran ya gue bisa tahu darimana?" Tebak Meli.


"Sudah Mel, jangan seperti itu kasihan" ucap Sandra yang duduk disamping Meli didepan kelas XII Ips1.


Memang jam pelajaran pertama belum dimulai sehingga banyak anak yang masih berkeliaran dikoridor kelas.


"Biarin ajalah San, emang dia udah buat curang biar lolos seleksi peserta olimpiade kok, untung aja bisa segera ketahuan" sindir Meli.


"Yakin lo gue blos?" Tanya dena.


"Yakinlah orang ada buktinya".


"Darimana lo tahu kalau ada buktinya?" Tanya nada.

__ADS_1


"Ya kan nggak mungkin Pak Ahmad bilang kalau lo ngelakuin kecurangan kalau nggak ada buktinya" jawab Meli ngegas.


"Oh jadi lo tahu berita itu dari.


__ADS_2