Trash Of The Duke Family

Trash Of The Duke Family
Ch. 1 prolog


__ADS_3

(Menghela nafas)


“Tidak kusangka, kerajaan yang aku kira di pertengahan novel akan runtuh karena terjadi banyak konflik yang dilanda masih dapat bertahan hingga di akhir cerita.


Disaat – saat kerajaan tersebut akan runtuh, tokoh utama dalam novel ini dapat membalik kembali keadaan dengan cepat dan terorganisir dengan baik meredam amukan raykat yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan dimana – mana, dan juga meruntuhkan tirani jahat yang berkuasa saat itu.


Anggota keluarga kerajaan terbukti lalai dalam mengurus setiap masalah dan terkesan acuh dengan semua masalah yang terjadi di negaranya, mereka hanya mementingkan urusan pribadinya dan berfoya – foya dengan kekayaan yang dimiliki.


Padahal kekayaan tersebut dapat


dibagikan kesetiap daerah guna mencegah bencana krisis kelaparan yang melanda masyarakat disaat itu”


BOOK!


Tampak seorang pemuda yang baru saja menutup buku novel yang dia baca beberapa jam yang lalu diatas tempat tidurnya.


Tanpa dikira dia membenamkan pikirannya didalam buku bacaannya tersebut selama 23 jam diatas Kasur, hal itu mungkin sudah menjadi kebiasaannya.


Jadi tidak heran jika kamarnya penuh dengan puluhan buku yang tertata rapi di setiap rak buku yang dia miliki.


Namun kali ini pikirannya seolah – olah ikut tersedot kedalam cerita novel yang baru dibacanya, dengan sampul buku berwarna biru muda dengan hiasan berwana emas di pinggiran buku tersebut.


Terdapat judul tulisan yang terpampang didepan buku tersebut dengan tulisan THE LEGEND OF HISTORY yang berwarna merah.


Itu adalah karya penulis muda berbakat yang bernama David Djuanda. Beliau terkenal dengan karya - karyanya yang selalu terinspirasi dari sejarah – sejarah yang pernah terjadi di dunia ini.


Dengan sedikit nuansa fantasi dan beberapa bumbu romansa cinta yang terkandung di setiap karyanya, membuat dia dinobatkan sebagai penulis muda berbakat tahun ini.

__ADS_1


Hal itulah yang disukai oleh Arya, dengan penulisan dan pemilihan kata yang rapih, dan mudah dipahami dapat membuat setiap pembacanya selalu penasaran akan kelanjutan cerita novelnya.


Beliau juga selalu membuat para pembacanya kembali teringat akan sejarah yang pernah terjadi, kita ambil  contoh kasus dalam novel


yang berada di tanganku ini.


Didalamnya dia kembali menulis peristiwa yang pernah terjadi di benua eropa berkisar pada tahun 1780 dimana dikala itu terjadi sebuah kekacauan yang amat besar melanda suatu negara dimana terjadi penggulingan raja secara paksa oleh rakyat - rakyatnya sendiri. didorong juga oleh desakan para kaum bangsawan yang menyebut diri mereka sendiri sebagai revolusioner kepada raja mereka sendiri untuk segera lengser dari Tahtanya yang telah dia pegang dari generasi generasi sebelumnya. Menyebabkan runtuhnya kekuasaan monarki absolut yang bertahan selama berabad-abad runtuh hanya dalam


waktu tiga tahun saja.


Dampak dari kerusuhan pada negara terkuat dikala itu, membuat kerajaan lain ikut mengubah sistem kekuasaan mereka agar terhindar dari kejadian


yang sama yang menimpah kerajaan tersebut.


“Namun sangat disayangkan, kini karirnya harus berhenti sampai di karya novel terakhirnya akibat penyakit yang dideritanya. Dia harus berhenti dalam menulis dalam waktu lama, guna memperbaiki kondisi tubuhnya pasca operasi” jawab Arya sambil menaruh novel yang sudah dibaca di samping rak lemarinya.


Itu adalah kenangan terakhir dia bersama dengan kakeknya. sosok yang selalu tampil ceria, berkepribadian hangat kepada siapapun, dan juga sedikit humoris. membuat kakeknya menjadi sosok idola pertama bagi Arya, berkatnya Arya mengetahui banyak hal yang sangat mengagumkan dengan hanya membaca sebuah buku. dapat membuat seseorang mengetahui begitu indahnya dunia ini. mulai dari peradaban kuno pertengahan, dan sampai peradaban modern, serta sebuah teknologi yang ikut berkembang seiring dengan berjalannya waktu. oleh sebab itu kini Arya menjadi penggemar buku sejarah dunia.


Kakek Arya juga kesehariannya berprofesi sebagai karyawan perpustakaan nasional di ibukota dan setelah pensiun dia memutuskan untuk menetap dikampung untuk hidup berdua bersama nenek disana


Setiap menjelang akhir tahun keluarga Arya selalu datang mengunjungi kediaman kakek dan nenek di kota tangerang, dan disaat itulah percakapan panjang Arya dan kakek dimulai ketika mereka bertemu. Arya masih ingat dengan jelas apa saja cerita yang dia bagikan kepada kakeknya


Dan kakek juga mendengar ceritanya dengan penuh antusias. Kakek juga orang pertama yang mendukung hobi yang disukai oleh Arya, mulai saat itulah keluarga arya mengetahui hobi membaca yang sudah tumbuh saat kecil dan ikut mendukung hobi anaknya tersebut.


Hingga kakek menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit karena kanker paru - paru yang di dideritanya sejak pertengahan usia. Disaat terakhir kehidupannya dia hanya berpesan kepada Arya “Teruskanlah hobi mu itu, karena dengan membaca maka kamu dapat melihat betapa luasnya dunia ini. Walaupun tanpa kakek disisimu yang mendengarkan celotehan dari mulutmu tanpa henti hahaha”.


Kini Arya hanya tinggal sendiri di apartemennya di kawasan Ibukota dan jauh dari kedua orang tua dikarena tuntutan kuliahnya dan guna menghemat pengeluaran biaya transportasi yang mahal untuk mencapai universitasnya. Dikala sibuknya Arya dengan tugas perkuliahannya Arya masih sempat – sempatnya meluangkan waktunya tersebut sekedar untuk membaca satu buku tiap hari.

__ADS_1


Arya meletakkan kembali foto kakeknya di atas lemari, dan mematikan lampu tidur yang masih menyala. Setelah mengatur posisi tidur yang nyaman, arya pun masih tetap terjaga beberapa saat. sambil menatap langit – langit tembok kamarnya, pikiran Arya masih berputar – putar dengan konflik yang terjadi di buku the legend of history tersebut.


Kacaunya kondisi disaat itu. Di perbatasan


banyak pasukan musuh yang mulai menginvasi daerah kerajaan tersebut, dan gagalnya kerajaan menahan serangan monster yang menggila dari frost Ban. Mengakibatkan banyaknya korban jiwa, dan membuat banyak masyarakat di setiap daerah kerajaan merasa kecewa dengan lambatnya dewan pemerintahan kerajaan menangani


masalah tersebut.


Satu – satunya wilayah yang paling aman dikala itu adalah berada di tanah Duke Of The Lion, Panthera City menjadi harapan satu – satunya masyarakat untuk hidup dengan damai di sana. Hingga pada akhirnya konflik tetap terjadi di wilayah itu. Dan penyebabnya tidak lain tidak bukan adalah anak pertama dari keluarga De Lion D’or. Edward, yang dikenal sebagai sampah dari keluarga duke tersebut. Dikarenakan kurangnya keterampilan dan perilaku yang tidak pantas dengan mabuk-mabukan.


Pekerjaannya selama ini hanyalah mabuk-mabukan, berjudi, dan berkelahi dimana – mana dengan setiap orang yang mengacaukan rencananya. Dengan pengetahuannya yang sedikit, dia gagal menjalankan tugas di usia 25 tahun


sebagai komandan pasukan yang berasal dari panthera untuk menahan serangan monster yang berasal dari frost ban.


Dia kerap sekali dimanfaatkan oleh anak bangsawan muda yang seusianya yang hanya mengincar kekayaan melimpah milik keluarga Edward. Oleh sebab itu Edward dianggap tidak berguna sama sekali dan posisinya digantikan oleh adiknya sendiri yang lebih berkompeten. pada usia 34 tahun dia ditantang melakukan duel pedang oleh adiknya sendiri.


Dan kenyataan pahit kini menimpahnya, dia dihajar habis – habisan oleh adiknya sendiri yang sambil memandang rendah kakaknya Lalu ayahnya memutuskan untuk mengeluarkannya dari daftar nama keluarga bangsawan. Dan membuang Edward keluar dari Panthera City untuk selamanya.


Sejak saat itulah sosok Edward tidak pernah dimunculkan kembali didalam cerita, hingga di arc peperangan invasi kerajaan western Emperor, Edward datang hanya untuk menyelamatkan adik perempuan satu – satunya dari kepungan musuh di kala pelarian dari perbatasan kekaisaran western. Dengan tubuh yang penuh luka dan darah dimana – mana disaat terakhirnya sebelum kematian datang menghampiri. Dia hanya mengatakan permintaan maaf yang tulus kepada adiknya, sebelum puluhan tombak menusuk menembus tubuhnya.


Dikala Arya memikirkan hal itu dia merasa seperti dialah sosok Edward itu, penyesalan yang dirasakan Edward seperti terhubung dengan perasaan Arya. Hingga mulai merasa sedih, dan air mata tanpa sadar menetes di sebelah pipi kiri Arya. Dengan sedikit terisak Arya lalu mulai menghapus air matanya dan dia pun memutuskan untuk tertidur. Dan pada akhirnya arya pun perlahan tertidur pulas di atas ranjangnya.


.................................................................................


Salam hangat dari saya


Dekput

__ADS_1


__ADS_2