Trash Of The Duke Family

Trash Of The Duke Family
Ch 4 Sesuatu Yang Terpendam


__ADS_3

Perpustakaan keluarga di mansion ini terbilang sangatlah besar. Dalam ingatan Edward kecil, dia membutuhkan waktu 2 hari untuk menghafalkan setiap susunan rak buku yang menjulang tinggi.


Karena ruangan perpustakaan keluarga yang luas dan memiliki desain rak buku yang serupa satu sama lain membuat siapapun yang masuk kedalam perpustakaan merasa seperti didalam labirin yang berkelok – kelok.


Jika dilihat dari atas, susunan rak buku tersebut memutar mengikuti bentuk ruangan hingga sampai pada titik pusat yang berada di tengah ruangan,


namun jika dari pintu masuk kita dapat hanya berjalan lurus untuk dapat mencapai titik pusat ruangan. Walaupun menurut Arya sebagai seorang kutu buku cukup menyesali perbuatan Edward kecil yang pada saat itu hanya datang ke perpustakaan untuk menghafalkan saja setiap sudut ruangan tersebut untuk mencari tempat persembunyian terbaiknya, tanpa membaca setiap buku - buku


yang tersimpan rapih didalam rak.


Seperti halnya anak kecil pada umumnya mereka mengekplorasi suatu ruangan baru hanya untuk bermain dan bersenang- senang, pada saat itu ternyata benar Edward terbilang masih cukup kecil untuk memahami pentingnya suatu buku dan sering usil bermain petak umpet dengan kedua pelayan pribadinya hingga membuat kedua pelayan tersebut tanpa sadar ikut menghafal setiap sudut


mansion yang besar.


“Aku sungguh merasa kasihan kepada mereka, yang dipaksa untuk mengurus tuan mudanya yang sering membuat mereka kewalahan. Namun sisi baiknya mereka dapat menghafal setiap bagian mansion yang luas ini” ucap Edward sambil tertawa kecil.


Eva yang melihat tuan mudanya tertawa hanya dapat memasang senyum masam diwajahnya, dia mengira Edward mungkin mengingat kembali dirinya pas kecil saat Edward kecil masih sangat usil dan terbilang nakal mengerjai dia dengan permainan petak umpet di labirin yang penuh


akan buku – buku. Untungnya disaat itu ada Dia yang ikut menolongnya kalo tidak mungkin Eva


akan terjebak di perpustakaan seharian.


Lokasi perpustakaan keluarga terletak di bagian barat daya pintu masuk utama mansion ini, lantai 3 di ujung lorong, disana hanya di jaga oleh kepala perpustakaan Sir Dustin yang menjadi penjaga di perpustakaan keluarga pada saat dia berusia 17 tahun. Dia telah mendedikasikan dirinya hanya untuk keluarga Lion D’Or hingga kini berusia 80 tahun menjaga informasi penting garis keturunan singa emas selama ini


Edward dan Eva kini telah memasuki perpustakaan dan di sambut dengan puluhan buku yang tertata rapi di setiap rak bukunya ketika memasuki ruangan tersebut. Di tengah ruangan terdapat sebuah tempat khusus yang biasanya sir Dustin berada hampir sepanjang hari, menghabiskan waktunya disana hanya untuk membaca buku – buku ataupun menulis sebuah informasi penting yang memakan waktu cukup lama, Edward pun segera menghampiri tempat tersebut


“selamat pagi, kakek Dustin” ucap Edward sambil tersenyum ramah


“Tuan muda!, lama tidak berjumpa, maafkan hamba mu ini yang tidak menyambut dengan benar ketika anda datang kemari” ucap Sir Dustin yang bangkit dari tempat duduknya dan memberikan salam hormatnya


Seperti biasa sir Dustin selalu menyibukkan dirinya dengan terus menulis informasi baik itu dari dalam keluarga ataupun konflik yang terjadi diluar yang dia lihat melalui surat kabar harian terlihat betapa berantakannya meja kerja dia dengan kertas dan buku – buku yang berserakan dimana - mana


“Lama tidak jumpa kakek, bagaimana kabarmu?”

__ADS_1


“Aku selalu baik – baik saja tuan muda, walaupun penampilanku seperti kakek – kakek tua namun jiwaku masih jiwa anak muda seperti anda” sir Dustin sambil tersenyum bahagia


“Baguslah, tetap jaga kondisimu kakek dan jangan memaksakan tubuhmu itu, ingat tubuhmu itu sudah tidak muda lagi” balas Edward Sambil tertawa mendengar ucapan kakek Dustin


“Aku khawatir, sebelum saatnya penerusmu tiba kamu sudah tiada dan memendam semua informasi penting yang harus disampaikan kepada keluarga ini” Ucap Edward sambil membaca setiap lembar ditangannya yang Edward ambil dilantai


Raut wajah aneh muncul di wajah sir Dustin, dia seperti mencoba mengingat percakapan yang terjadi Antara dirinya dan Edward seperti terasa tidak asing atau seperti pernah di ucapkan oleh orang lain pada masa lalu. Namun sir Dustin


terlihat kesulitan untuk mengingat persis siapa


yang berkata demikian kepadanya dimasa lalu


“Ngomong – ngomong kedatanganku disini untuk meminta tolong kepadamu, bisakah kakek mengumpulkan beberapa buku mulai dari sejarah dunia, sejarah kerajaan, tanaman obat dan juga sejarah garis keturunan singa emas” Edward


sambil menyerahkan kembali kertas yang


berada di tangannya


“Bagus, aku mengandalkan kakek”


“Dan untukmu Eva,setelah sir Dustin mengumpulkan setiap buku – buku tersebut kumpulkan semua buku dan bawa ke kamarku”


“baik tuan muda”


Mereka berdua lalu segera bergegas menuju rak dari setiap buku – buku tersebut dan meninggalkan Edward sendiri di tempat kerja sir Dustin. Setelah mereka pergi, Edward memastikan sekelilingnya terlebih dahulu sebelum beranjak pergi dari tempat tersebut menuju ke suatu rak buku bagian pojok ruangan perpustakaan.


***


“Aku tidak menyangka bahwa gadis kecil polos yang ku temui tersesat di ruangan


perpustakaan ini kini telah tumbuh menjadi sangat cantik, kamu mirip seperti anakku dulu” ucap sir Duston yang tengah menuruni anak tangga rak buku dan menyerahkan buku kepada Eva


“Waktu itu adalah pertama kalinya aku memasuki ruangan perpustakaan ini, untungnya pada saat itu aku menjadi

__ADS_1


pelayan tuan muda bersamanya, dia


sungguh sangat membantuku di saat


– saat yang diperlukan”


“hm, hahahaha kalian adalah pelayan pertama yang dapat menghafal setiap sudut ataupun tempat favorit tuan muda bersembunyi dan itu mengakibatkan kalian juga yang pertama menghafal setiap ruangan di mansion ini, berbeda dengan pelayan lain”


“Bisa dibilang bagaikan berkat goddess Aria sang ibu yang memanjatkan doanya kepadaku, untuk dapat melayani tuan muda adalah suatu kehormatan tersendiri


yang hanya kami berdua miliki”


“iyaa itu sungguh kenangan yang dapat terbilang berwarna di kehidupanku yang selalu dihiasi tulisan tinta hitam sepanjang harinya, setelah kepergian putriku duniaku semuanya berubah untungnya kepala keluarga sebelum tuan Richard mengijinkan ku menghabiskan sisa hidup untuk mengabdi dibawah bimbingan garis keturunan singa emas ini.”


“Baiklah, ini adalah buku permintaan terahkir tuan muda, kamu kumpulkan


dan jaga baik – baik buku tersebut, karena di dalam buku – buku itu terdapat pengetahuan yang tidak ternilai harganya” ucap sir Duston sambil menyerahkan bukunya ke Eva


“terima kasih sir Duston,


kalau begitu saja izin pamit dari hadapan anda untuk segera menemui tuan muda”


“hati – hati di jalan, anakku”


Namun sebelum Eva beranjak meninggalkan sir Duston yang tengah merapihkan sisa – sisa buku yang berantakan di rak, didalam ruangan perpustakaan terjadi sebuah gempa


kecil.


Eva yang menyadari gempa tersebut hanya dapat berdiam diri dengan wajah pucat sedangkan sir Duston sepertinya merasa sedikit senang dengan gempa kecil tersebut, seakan - akan mengetahui maksud dari gempa kecil yang membuat beberapa bukunya berjatuhan ke lantai


“Takdir mungkin telah mulai memainkan perannya terhadap tuan muda,


aku sungguh tidak percaya hal ini akan dapat aku lihat di depan mataku. Tuan” ucap Sir Duston yang tersenyum sambil melihat arah pojok ruangan perpustakaan

__ADS_1


__ADS_2