Trash Of The Duke Family

Trash Of The Duke Family
Ch. 2 Edward De Lion D’or


__ADS_3

Panthera City. NOV. 1759


Sinar matahari mulai menerangi ruangan melalui setiap jendela diruang tersebut, menghangatkan wajah pemuda yang tertidur pulas di atas ranjang kasur yang cukup besar.


Arya yang terbiasa bangun pagi mulai perlahan – lahan membuka matanya. Pada awalnya Arya tidak merasakan keanehan apapun disekitarnya dan mulai beranjak bangun sambil duduk di tepian Kasur sebelumnya, namun setelah sesaat melihat sekitarnya arya baru menyadari suatu hal.


Dia secara tiba – tiba berada diruangan yang asing baginya. Seingat arya dia hanya memiliki kamar apartemen yang relatif kecil dan sederhana dengan rak buku yang tertata rapih dihadapannya ketika terbangun di pagi hari.


Namun kali ini semuanya berubah, ruangan yang tadinya kecil kini menjadi luas dan rak buku koleksinya kini tergantikan dengan furnitur yang sangat mewah tertata rapih di ruangan tersebut.


Arya merasa seperti berada di era eropa abad 17, dengan lukisan dan gaya seni abad itu dan setiap barang – barang di ruangan juga bercorak dengan kebudayaan yang sama pada abad itu. Setelah sedikit mengagumi arsitekturnya, arya beranjak bangun menuju sebuah cermin besar yang berada di depan Kasur nya.


Dengan meja kayu cendana besar yang berwarna merah dibawahnya menampilkan kesan elegan dan gagah, sedangkan disebelahnya terdapat sebuah lemari besar yang berada menuju kearah pintu keluar kamar.


Sesampainya Arya di depan cermin, Arya dikejutkan dengan penampilannya yang berubah. Rambut merah lebat, dan pupil mata yang sedikit menyeramkan yaitu berwarna merah gelap, sedikit berbeda dengan warna rambutnya yang berwarna sedikit cerah.


Kini dihadapan Arya menampilkan sosok yang benar – benar berbeda dari yang Arya liat sebelumnya, dilihat dari tinggi dan bentuk tubuhnya sosok didepan Arya ini berumur sekitar Sembilan tahun.


Walaupun sepertinya latar belakang sosok ini yaitu seorang bangsawan kaya.Namun Di usianya yang terbilang masih muda dia tetap menjaga dan mulai membentuk tubuhnya sejak dini, Arya sedikit kagum dengan usaha bocah ini sambil memamerkan otot – ototnya didepan cermin.


Ketika Arya sedang asik memperhatikan dirinya sendiri di depan cermin, tiba – tiba pintu kamarnya dibuka seseorang yang datang dari luar.


“Oh, astaga! Tuan muda ternyata sudah bangun ?”ucap seorang pelayan perempuan yang barusan masuk ke kamarnya sambil membawakan air minum yang dia taruh di meja kayu cendana


“Kamu ?”


Sebelum sempat arya menanyakan nama pelayan didepannya, sebuah aliran listrik menyengat otak Arya. Sebuah film dokumentasi yang berwarna putih abu – abu mulai menampilkan semua kenangan yang tersimpan lama dari kenangan bocah tersebut


Mulai dari ingatan ketika bayi dan mulai tumbuh menjadi anak periang berumur lima tahun yang tumbuh dengan kasih sayang yang tercukupi di keluarga ini, hingga disalah satu ingatan tersebut menampilkan dua pelayan yang ditugaskan untuk menjaga dan memenuhi semua kebutuhan bocah tersebut.


Dan salah satunya kini berada didepan Arya, seseorang yang mengenakan pakaian maid hitam putih serta rambut hitam pendek sebahu serta pupil mata yang berwarna coklat terang, kalau tidak salah dia bernama Eva. Jika dilihat dari penampilan sepertinya usianya lebih tua empat tahun dari usia Edward


“tuan, tuan muda! anda baik – baik saja?”


“Agrhh kepalaku sedikit pusing” ucap arya sambil memegang kepalanya dengan satu tangan

__ADS_1


Eva yang terlihat cemas ketika melihat tuan mudanya hampir terjatuh, dengan cepat segera menopang tubuh tuan mudanya dan membawanya untuk duduk di kursi yang berada di depan meja cermin


“Oh astaga, bagaimana ini?, ya tuhan! Tuan muda apakah saya perlu memanggil nyonya untuk kemari? atau saya harus segera membawakan dokter kepada anda?, Ya saya harus segera memanggil dokter keluarga, tunggu disini tuan muda” ucap Eva yang panik


Namun sebelum Eva meninggalkan ruangan tangannya segera ditarik oleh tangan arya yang kondisinya mulai sedikit membaik


“Tenangkan dirimu Eva! Aku baik – baik saja, tidak perlu kau memanggil ibu ataupun paman dokter. Beri waktu aku sebentar saja! ”


Setelah mendengar ucapan tuan mudanya yang baik – baik saja Eva mulai kembali tenang. Dia segera mengambilkan air minum yang berada di meja dan menyerahkan kepada arya, setelah menyerahkan air minum tersebut dia segera bersimpuh dilantai.


Kini kondisi tuan mudanya benar – benar mulai membaik, rasa pusing yang menyerang kepalanya mulai mereda. Sambil meminum air


yang diberikan, Arya mulai dapat menghafal


nama – nama orang yang selalu muncul dipikirannya. Namun ketika ingatan terakhir


muncul, Arya benar –benar dibuat amat


terkejut. Karena ini berkaitan dengan


kedua nama orang tuanya saat ini.


Arya mengingat kembali ciri – ciri yang sesuai dengan penampilannya saat ini. Rambut merah lebat dan panjang sebahu, dengan pupil mata yang berwarna merah gelap, dan tatapan tajam yang dia miliki hal itu sesuai dengan ciri – ciri anak pertama keluarga bangsawan Lion D’Or.


“Edward De Lion D’Or” anak pertama dari pasangan Richard De Lion D’Or dan Charlotte De I’aquitaine. Keluarga bangsawan bergelar Duke yang memimpin Panthera City di ujung selatan ibukota


emperor. “Berarti ini menunjukkan bahwa jiwaku terpental dan menjadi Edward dari novel THE LEGEND OF HISTORY “ balas Arya


sambil memandang kearah


cermin dengan serius


“Tuan? apakah anda benar baik – baik saja?” ucap Eva yang penasaran


“iya aku sudah lebih baik, lalu ngomong - ngomong sekarang tahun keberapa dalam kalender Eva?"

__ADS_1


“Eh?, Kalo tidak salah sekarang tahun 1759 tuan” ucap Eva sambil berpikir sejenak


“hmm, saya mengerti”


1759 kalo ingatanku tidak salah tahun depan ketika usia Edward bertambah, seharusnya dia akan mendapatkan adik baru, dan di tahun itu ibu juga akan mulai sakit – sakitan dengan gejala batuk diawal fasenya pada bulan ke 11


Namun kali ini dengan berbekal ingatan lama Arya, dia mengetahui penyebab ibu mulai sakit – sakitan tahun depan, Arya berjanji tidak akan membiarkan hal itu menimpah ibunya sendiri, walaupun jiwanya tidak terkait namun naluri tubuhnya mengatakan untuk menyelamatkan nyawa sang ibu. seperti sosok bocah pemilik asli tubuh ini meminta hal tersebut kepada Arya


Tidak terasa waktu sebentar lagi akan menunjukkan waktu untuk para anggota keluarga berkumpul di ruang makan untuk menyantap sarapan mereka sebelum memulai aktifitas, sudah menjadi tradisinya untuk keluarga De Lion D'or yang di turunkan dari generasi pertama untuk selalu berkumpul bersama ketika hendak


menyantap makanan


Tanpa diminta Eva segera mengetahui hal tersebut dan segera bergegas keluar untuk memanggil pelayan yang lain lalu segera menyiapkan peralatan untuk mandi


Walaupun pada awalnya Arya tidak biasa dimandikan oleh orang lain selain kedua orang tuanya dulu ketika dia kecil, dengan sedikit malu Arya membiarkan semuanya berjalan seperti biasa tanpa menimbulkan kecurigaan dimata pelayan – pelayan lain.


Setelah Arya selesai, para maid segera mengeringkan badannya yang basah, namun Arya memilih untuk mengerikan badannya sendiri. setelah dirasanya cukup kering, kini badan Arya terasa sangat bugar dan bersih. namun masih ada yang terasa kurang, karena mungkin di zaman ini sampo rambut belum ditemukan.


"sepertinya aku harus menemukan seseorang yang tepat untuk menerima ide sampo rambut ini, dan jika semuanya berjalan dengan sesuai maka diriku dapat bertemu dengannya yang dapat menciptakan sampo untukku dan barang barang lainnya. ucap Arya samar terdengar


Tanpa mendengar perkataan Arya, Eva lalu menanyakan pakaian apa yang ingin Arya kenakan hari ini. dan seperti biasa, kemeja putih dengan vest coklat, celana katun hitam dan sepatu pantofel hitam adalah kesukaan Edward jika berada di rumah hal itu terucap tanpa disadari oleh Arya sendiri


(“Walau seni dan arsitek ruangan terlihat seperti bernuansa abad 17 namun fashion disini terbilang cukup maju dan berkembang pesat bahkan ****** ******** lumayan modis di era ini” ucap arya dalam hati)


Setelah selesai mengenakan pakaiannya, Arya masih harus duduk dikursi menghadap cermin sedangkan Eva menyisir rambut panjangnya dengan lembut dan halus. Setelah disisir, Eva mengikat rambut panjang Arya kebelakang kepala dan membiarkan sisa rambut yang diikat tersebut terurai di belakang pundak


Pada dasarnya Arya tidak terlalu suka dengan model rambut panjang karena akan membuat orang mudah berkeringat dan gerah, namun kali ini penampilan yang terpantul di cermin menampilkan sosok yang elegan dan terkesan gagah


(“hm… mungkin ini bawaan dari garis keturunan keluarga Lion D’Or hehehe”)


Para pelayan lain pun selesai merapihkan peralatan mandi lainnya, beberapa juga ada yang mengumpul tidak jauh dibelakang Eva sambil berbicara tentang penampilan Arya dan sikap dewasa yang dia tunjukan hari ini.


Dan yang pasti hal itu akan segera menyebar keseluruhan telinga para pelayan di mansion ini.


Tidak jauh dari ruangan Arya, jam dinding tua yang berada di ruang tengah mansion ini pun berdentum di sepanjang lorong sebagai pertanda bahwa jam sarapan pagi akan segera dimulai

__ADS_1


“mari kita segera keruang makan keluarga, Eva”


“ baik tuan muda” balas Eva yang bersemangat sambil tersenyum kepada Arya


__ADS_2