
“Kekuatan sejati tidak datang dari kasih karunia Tuhan, tetapi sejauh mana Anda bersedia berjuang untuk kekuatan itu dan menanggung semua rasa sakit yang akan anda alami, hanya untuk dapat melindungi orang yang Anda cintai.”
~ The day I know everything,
1759, E
****
Lemari Pintu menuju kedalam goa kembali terbuka, Eva dan Sir Dustin yang sudah berada cukup lama didepan lemari tersebut bangkit dari tempat duduk mereka untuk segera menyambut Edward. Didalam lorong gelap goa tersebut, perlahan mulai terlihat siluet seseorang yang bergerak keluar
“Tuan muda!”
“Tuan muda, anda baik – baik saja? Mengapa tuan sangat lama didalam sana” tanya Eva yang panik segera menghampiri Edward untuk mengecek apakah ada yang terluka di tubuh tuan mudanya
“Maaf, saya telah membuatmu cemas Eva, saya baik – baik saja, didalam sana terdapat peninggalan Leluhur kita yang sangat berharga dan kini diwariskan kepadaku dengan penuh tanggung jawab tinggi di dalamnya” jawab Edward yang terlihat tersenyum.
Setelah mendengar ucapan Edward, tiba – tiba saja reaksi Sir Dustin tercengang seperti tidak menyakini hal yang baru saja dia dengar sesuatu yang hanya dia ketahui disini sebagai kepala pengurus perpustakaan keluarga. Sebelum mendekat kearah Edward dengan ekspresi girang.
“Sebuah artefak? Seperti yang aku kira bahwa di balik rak buku tersebut terpendam peninggalan berharga keluarga singa emas ini hahaha, kau lihat Tuan, jawaban dari semua pertanyaan anda telah terjawab hari ini oleh cucumu hahahaha” jawab Sir Dustin yang bahagia sambil memandang kearah goa yang perlahan mulai kembali menutup
“Aku ucapkan selamat untuk tuan yang terpilih sebagai pemegang berikutnya, tapi… seperti apa bentuk artefak tersebut ?” ucap Eva yang terlihat penasaran sambil membersihkan debu di pakaian Edward
Edward yang tersenyum perlahan mengeluarkan sebuah benda yang berada di balik kerah lehernya secara perlahan. Sedangkan Sir Dustin tersadar dari lamunannya segera mendekat kearah Edward karena penasaran bentuk peninggalan tersebut
Sebuah kalung kini mulai terlihat menggantung di tangan Edward, kalung dengan sebuah Kristal biru muda yang terdapat sebuah ukiran rumit didalamnya. Menampilkan kesan elegan, dengan simbol seperti seekor singa yang tertidur didalam Kristal tersebut.
Eva dan Sir Dustin benar – benar terpukau dengan keindahan kalung tersebut, namun sesaat setelahnya Sir Dustin merasa pernah melihat dan mengerti maksud dibalik simbol unik yang berada didalam batu Kristal tersebut. Hal itu pernah dijelaskan di salah satu buku yang pernah Sir Dustin baca puluhan tahun lalu, mungkin ketika era Tuan Alex, Patrick singa emas sebelumnya. Ayah dari tuan Richard.
“Sepertinya aku pernah melihat simbol ini… tapi dibuku yang mana ya hmm?” jawab Sir Dustin yang mencoba mengingat kembali dimana dia melihat simbol unik tersebut.
__ADS_1
Edward kembali memasukan kalung tersebut kedalam kerah baju yang dia kenakan, sedangkan Eva juga terlihat sudah kelar membersihkan debu yang menempel di pakaian Edward. Namun seketika Sir Dustin berlari menjauh dari tempat Edward berdiri menuju kesalahan satu rak buku sambil berteriak.
“Aku ingat!! simbol tersebut pernah aku lihat di salah satu buku yang tersimpan di rak buku historis keluarga dan sepertinya didalam buku tersebut dijelaskan makna dibalik simbol tersebut, cepat ikuti aku tuan muda…”
Edward merasa heran bagaimana seseorang yang sudah menginjak usia tua masih dapat berlari sekencang itu. Memang jika masalah dengan buku Sir Dustin pasti selalu bergerak dengan antusias dan tidak melihat kondisi tubuhnya yang menua.
“Berasal darimana semua kekuatan yang melonjak pada diri Sir Dustin yang bahkan dapat membuat lansia berlari sangat kencang seperti itu” kata Edward yang terheran melihat sir Dustin berlari menjauh darinya.
“Hihihi, tuan seperti tidak mengenal sir Dustin saja, ketika ada masalah yang berkaitan dengan pengetahuannya dia pasti sangat berantusias seperti itu” balas Eva yang tertawa melihat tingkah laku Sir Dustin yang tampak kekanak-kanakan
“Baiklah, mari kita ikuti dia dan tidak usah berlari, karena saya masih ingat dimana letak rak buku historis keluarga kita itu” ucap Edward yang dengan santai melangkah
“Baik tuan”
***
“Ini bukan, dan buku ini juga bukan, argh! dimana aku letakan buku tersebut waktu itu dan bagaimana bisa buku itu menghilang dari rak ini” kata Sir Dustin yang masih mencari – cari buku tersebut.
Tidak lama setelahnya Edward dan Eva tiba ditempat Sir Dustin yang sedang mencari buku tersebut sampai menurunkan hampir sebagian buku yang berada di rak tertumpuk di lantai. Melihat hal itu Eva dengan inisiatif ikut membantu mencari buku tersebut di dalam tumpukan buku yang berada dilantai, sedangkan Edward mengambil salah satu buku untuk dibaca.
Semua buku yang tertumpuk memiliki sampul dengan warna yang sama berdasarkan jenis kategori buku tersebut, mungkin hal itu dibuat agar dapat membedakan isi dari setiap buku tersebut. Di dunia ini kertas dibuat dengan bahan yang terbaik, bahan yang dipakai hampir sama dengan kertas pada umumnya di bumi, bahkan mungkin lebih maju
Tulisan dari isi buku tersebut juga tidak mudah luntur walau kemakan waktu, entah bahan apa yang digunakan dalam tinta tersebut namun terasa sangat mirip dengan tinta yang di gunakan pada era modern di bumi. Edward yang dahulunya adalah seorang kutu buku justru sangat tertarik dengan teknologi pembuatan kertas dan tinta yang digunakan di Benua utama ini
Sambil membaca isi buku yang dia ambil tadi, tanpa disadari setelah Edward membalik halaman berikutnya, dari dalam buku tersebut terbang sebuah kertas sobekan yang bergerak menjauh kearah sudut rak dan mendarat dilantai tepat diantara buku buku yang tertumpuk disana.
Karena penasaran dengan sobekan keras yang terjatuh disana Edward pun berjalan menuju tumpukan buku itu, ketika tengah menundukkan badannya untuk meraih kertas sobekan tersebut. Pandangan arah mata Edward tertuju kearah sela sempit yang berada di antara kedua rak buku tersebut dan menemukan sebuah buku yang terjepit diantara sela tersebut
“Sir Dustin, kira – kira seperti apa ciri buku yang sedang kau cari ini?” ucap Edward sambil memegang buku yang baru saja dia ambil diantara sela rak buku tersebut.
__ADS_1
“Sampul ungu dengan pinggiran buku tersebut berwana emas, ditengah buku tersebut terdapat lambang singa emas keluarga kita dan kalau tidak salah nama buku tersebut adalah…” jawab Sir Dustin yang berhenti sejenak untuk mengingat kembali judul buku tersebut.
“héritage de la famille des lions d'or ? ” tanya Edward.
“iya, buku itu bernama héritage de la famille des lions d'or , yang berarti warisan dari keluarga singa emas yang ditulis oleh anak – anak dari matriak pertama kita Madam Agung “joan the lion”
“Eh ba..ba..bagaimana bisa buku itu di tangan tuan muda?” Sir Dustin yang terkejut melihat buku yang di cari – cari olehnya ternyata sudah berada di tangan Edward dan mulai membuatnya kehilangan keseimbangan di atas tangga.
Dengan sigap Edward dan Eva yang berada di samping tangga sir Dustin segera memegang tangga dan badannya secara bersama – sama menggunakan kedua tangannya hingga keseimbangan tubuh sir Dustin kembali seimbang
“Sir Dustin!” teriak Eva yang terlihat ketakutan
“Berhati – hatilah pak tua…! ingat anda adalah satu satunya yang mengetahui semua pengetahuan keluargaku di perpustakaan ini, namun apabila anda mati maka saya tidak dapat mengetahui semua pengetahuan yang anda miliki” ucap kesal Edward dengan ekspresi wajah yang sekaligus kaget
“Maafkan saya tuan muda, saya..saya sungguh minta maaf atas kecerobohan b*doh saya. saya sangat terkejut ketika melihat buku yang sudah saya cari ini dengan menurunkan semua buku di rak ini tiba – tiba sudah berada di tangan tuan muda”ucap sir Dustin yang mencoba berlutut untuk meminta maaf namun di tahan oleh kedua tangan Edward yang berusaha mencegahnya
“Tidak usah anda berlutut, kecerobohan anda ini masih dapat dicegat oleh kami berdua, bangkitlah yang penting anda dalam keadaan baik baik saja”
“Hu hu, terima kasih tuan muda, terima kasih atas belas kasih anda untuk memaafkan kecerobohan hamba mu ini tuan” ucap Sir Dustin yang membungkukkan badannya sambil terharu mendengar ucapan tuan mudanya”
“iya baiklah, saya sudah memaafkannya, dan ini buku yang kau cari – cari terjatuh di antara celah kedua rak buku itu, entah bagaimana buku itu berada di sana sepertinya terjatuh saat Sir Dustin merapihkan buku ini atau mungkin terdapat celah besar di tempat buku ini di letakan yang membuat buku ini terjatuh ketika terjadi goncangan tadi ”
“Itu sungguh masuk akal tuan muda, aku lupa untuk memperhatikan setiap rak – rak buku ini yang sudah banyak yang rapuh dan harus di renovasi” jawab sir Dustin yang sedang mengambil buku yang di serahkan oleh Edward. Setelah insiden menegangkan yang dialami sir Dustin, dia lalu mengajak untuk kembali ke meja kerjanya untuk mencari arti lambang tersebut.
Sedangkan di lain tempat terlihat sebuah kereta kuda yang di pacu sangat kencang oleh kusir di jalan setapak yang disekelilingnya adalah lapangan rumput hijau membentang, terlihat kereta kuda tersebut menuju ke suatu tempat dengan sangat tergesa - gesa.
Didalam kereta kuda tersebut terdapat seorang laki laki yang mengenakan stelan pakaian pelayan pribadi, dengan rambut hitam yang tersisir rapih duduk dengan santai. dia tersenyum melihat kearah lapangan rumput yang dia lewati sambil berkata
“tuan Edward, kini saya akan segera kembali….”
__ADS_1