
acara pun selesai aku dan fatah langsung kehotel sedang kan anak2 kembali bersama kakak dan keluarga fatah kembali kerumah mereka
sedangkan pengantin baru dalam perjalanan ke hotel yang memang sudah dipersiapkan keluarga fatah untuk kami
selama perjalan kami hanya ada keheningan karena jujur aku masih belum bisa menerima status ku sekarang tapi mau bagaimana lagi itu sudah jalan takdir ku aku tak bisa berbuat apa2.
sesekali aku melirik kearah fath yabg sedari tadi masih fokus menyetir tanpa ingin membuka kata2 dalam keheningan kami
sejujurnya fatah ingin sekali membuka pembicaraan tapi dia urungkan melihat ku yang masih belum mau menerima nya. fatah hanya bisa diam melihat ku yang masih bersikap dingin selama di pesta tadi bahkan sampai kita menuju hotel dia tak mau terjadi pertengkaran diantara kita
'' aku harus bersabar menghadapi nya bagaimana pun aku yang membuatnya seperti ini aku juga yang sudah membuatnya menderita aku tak boleh egois memaksanya menerima ku menjadi suami nya.''batin fatah melihat ku sekilas dengan tatapan sendu
sampai akhirnya mobil kami pun berhenti disebuah hotel mewah yang berada tak jauh dari acara resepsi
kami pun masuk bersama dalam kamar hotel tanpa sepatah kata pun. fatah yang merasa tak di hirau kan hanya berlalu membawa koper kami masuk kedalam
dan langsung membersihkan diri sedang kan aku hanya duduk di tepi kasur sambil menunggunya selesai mandi
'' apa mungkin ini takdir ku aku sudah menikah dengan nya apa aku harus menerima nya walaupun hati ini menolak.''batin ku dalam diam aku perlahan membuka gaun pengantin ku lalu aku mengambil handuk yang sudah disediakan oleh pihak hotel dengan perlahan aku membuka gaun itu tanpa memperdulikan fatah mau melihat atau tidak karena bagiku untuk apa aku malu toh fatah sudah pernah melihatnya
fatah yang sudah selesai mandi terkejut saat melihat ku tanpa busana dia dengan susah payah menelan saliva nya
tanpa bisa ditahan dia bergerak mendekat kearah dan langsung melingkarkan tangan nya dipinggang ku
aku yang terkejut merasakan sentuhan tangan dingin fatah terkejut tanpa menolak nya karena bagiku percuma saja ku menolak karena kami sudah halal dan itu adalah hak dirinya
__ADS_1
'' apa kau menggoda ku sayang.''ucap nya serak dan berat menahan gejolak di bawah
dengan lembut fatah menempelkan bibir kenyal nya ke cletuk leher ku hembusan hangat nafasnya membuat ku merasa terpancing
tidak mendapat penolakan dari ku fatah pun langsung menyatukan bibirnya dengan lembut pada bibir ku membuat ku terlena dengan permainan yang dibuat fatah sampai aku merasa sangat melayang
setelah fatah puas melakukan cumbuan hangat itu dia langsung membawa tubuhku yang sudah tak memakai apa pun hanya pakaian bagian dalam saja.
fatah yang sudah di ambang kesadaran karena hasrat nya sudah di ubun2 dia dengan perlahan membaringkan tubuh ku tanpa adanya perlawanan dariku
'' apa kau siap sayang.''ucapnya serak tanpa membuang waktu fatah langsung meraih dua gunung kembar milik ku dengan sangat lembut merem*** nya dan mengecup nya lembut dengan bibir nya
membuat ku yang sudah sangat kepayahan menahan suara ku akhirnya lolos juga dari mulut ku
'' akhhhh..fatah.''ucap kua tanpa sadar
******* demi ******* membuat author panas dingin ngetik nya
*gila nih...pasutri baru buat author pengen narik suami aja entah apa yang membuat author akhirnya mengetik kata2 erotis ini*
fatah yang sudah terbuai terus menghujani ku dengan lembut membuat ku melayang dengan sentuhan hangat nya entah kenapa hatiku dan tubuh ku bertolak belakang
hatiku begitu keras menolak nya di dalam sana kebencian ku yang membuat ku membuat pagar penghalang yang sangat tinggi untuk sosok yang satu ini .sedangkan tubuhku justru menikmati dan menerima tanpa ada penolakan
( stop )
__ADS_1
*udah ah...lanjut aja sendiri author udah tobat*
setelah melalui malam yang panjang aku pun terbangun saat mendengar suara indah yang selalu bangunkan ku di pagi hari
aku pun terbangun mencoba menguasai diriku dan mengumpulkan semua jiwa ku dengan perlahan aku bangun menggeser tangan fatah yang melingkar di tubuh ku tapi gerakan itu membangunkan nya
'' mau kemana sayang.''ucap nya lirih
'' aku mau kekamar mandi.''ucap ku dingin
'' terima kasih sayang kau sudah menerima ku.''ucapnya bahagia apa lagi mengingat malam panas dengan ku
'' kau tak usah berharap banyak padaku selama nya hatiku telah mati untuk mu mas jadi apa yang kulakukan semalam karena aku hanya melakukan tugas ku sebagai istri mu.dan aku tak mau menanggung dosa karena telah menolak melayani suami ku sendiri.''ucap ku menohok yang membuat fatah membeku ditempat
melihat ku berlalu meninggalkan nya untuk membersihkan diri
'' apa aku tak bisa mendapatkan kesempatan itu ra apa aku salah jika memaksa mu untuk mencintai ku.'' batin nya hancur berkeping keping
jangan lupa komen dan like nya author mohon doa dan dukungan nya
karena beberapa hari ini author ngebleng banget mau ngelanjutin bagaimana
like
like
__ADS_1
like
like