Tuan Muda & Nona Berandalan

Tuan Muda & Nona Berandalan
Tuan Muda & Nona Berandalan / Chapter 1


__ADS_3

Daniel berdiri di tepi jembatan dan bersiap-siap untuk melompat dan mengakhiri hidupnya sendiri.



Tapi ketika Daniel ingin melompat tiba-tiba Yuna datang dari mana dan kemudian langsung mencegah Daniel melakukan hal gila itu secara tiba-tiba.



"Kenapa kamu ingin mengakhiri hidupmu? Kamu sudah gila?" tanya Yuna dengan sedikit nada suara kesal.



"Aku lelah dengan kehidupan ini. Aku ingin semua ini berakhir," lirih Daniel dengan sedikit tangisan air mata.



"Kamu bodoh?"



"Kurasa begitu."



"Kenapa kamu ingin mengakhiri hidupmu? Sedangkan di luar sana banyak orang yang memohon agar dapat tetap ada di dunia ini. Harusnya kamu menghargai apa yang sudah di berikan Tuhan padamu, bukan mengsia-siakannya," jelas Yuna.



Daniel berpikir, "Kurasa kamu benar. Terimakasih."



"Ya, sama-sama. Lain kali jangan mencoba bunuh diri lagi, kalau tidak ... aku yang akan membunuhmu." memberikan lelucon kecil pada Daniel, Yuna pun pergi begitu saja meninggalkan bunga-bunga asmara di hati Daniel.



...



Dengan perasaan masih kacau Daniel memutuskan untuk pulang kerumah. Sesampainya di rumah Daniel di kejutkan dengan keributan yang tengah terjadi antara ayahnya yaitu Tn. Kang dan juga istrinya yaitu Ny. Kang.



"Ayah? Ibu? Kalian kenapa?" melangkah dengan ragu-ragu.



"Daniel ..." Ny. Kang berlari kearah Daniel lalu memeluknya sambil menangis.



"Ibu? Ibu, ada apa?" tanya Daniel.

__ADS_1



"Ayahmu ..." setiap kalimat yang keluar dari mulut Ny. Kang selalu di iringi tangisan.



"Ayah kenapa? Apa kalian ada masalah?" tanya Daniel.



"Ayahmu selingkuh lagi. Kali ini dia selingkuh dengan sekretaris barunya itu," lirih Ny. Kang dalam pelukan Daniel.



"Apa itu Ayah? Kenapa Ayah melakukan hal itu? Bukankah sebelumnya Ayah sudah berjanji tidak akan mengulang kesalahan ini lagi? Lalu kenapa Ayah masih saja mengulang lagi?" tanya Daniel dengan nada suara tinggi.



"Daniel bukan hanya Ayah yang berselingkuh! Ibumu itu juga bermain api dengan teman Ayah!" tegas Tn. Kang.



"Apa maksud perkataanmu? Apa kau punya bukti mengatakan hal seperti itu?" tanya Ny. Kang.



"Aku memang tidak punya. Tapi aku yakin kau benar-benar bermain api dengan temanku."




"Baiklah. Sekarang biarkan aku bertanya. Kau membuat keributan di kantor hingga kerumah, menuduhku berselingkuh dengan sekretarisku, apa kau juga punya bukti untuk itu?" tanya Tn. Kang.



Ny. Kang terdiam bingung.



Daniel yang melihat pertengkaran kedua orangtuanya merasa sangat terpukul dan akhirnya Daniel pun memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah menggunakan mobilnya.



...



Mengendarai mobil dengan kaadaan emosi sedang tak terkendali membuat Daniel pun tak bisa mengendalikan mobilnya. Tapi untunglah Daniel bisa menghentikan mobil itu.



Daniel keluar dari mobil lalu mulai berteriak. "Aaaaaaa!!"

__ADS_1



Suara teriakan Daniel mengundang mata orang-orang di sekitar tertuju pada dirinya. Ternyata hal itu dikarenakan Daniel berhenti di tepi jalan raya, jadi tentu saja banyak orang di sana.



Merasa malu akan apa yang terjadi Daniel pun berencana untuk pergi saja, tapi tiba-tiba Daniel mengurungkan niatnya saat kedua pasang matanya melihat Yuna yang berada di tepi jalan sedang ingin menyebrang kearah Daniel.



'Dia benar-benar dengan gadis lain, aku menyukai dia,' ucap batin Daniel.



Daniel benar-benar terpaku pada Yuna hingga akhirnya Daniel menyadari jika ada sebuah mobil yang melaju kearah Yuna, sedangkan di sisi lain Yuna tak menyadari hal itu.



Tanpa berpikir panjang lagi Daniel langsung melangkahkan kaki panjangnya untuk menyelamatkan Yuna.



"Yuna, awas ...!!"



Dengan sedikit dorongan kecil Daniel pun akhirnya berhasil mendorong Yuna kepinggir jalanan. Tubuh Yuna pun akhirnya terjatuh di atas tubuh Daniel dan hal itu tak membuat Yuna merasakan sakit apapun.



"Kamu baik-baik saja?" tanya Daniel dengan sedikit napas terputus-putus.



"Ya. Bagaimana denganmu? Kamu baik-baik saja? Kenapa tadi kamu melakukan hal berbahaya seperti itu?" tanya Yuna.



"Tadi kamu yang menyelamatkan hidupnya, jadi sekarang aku ingin membalas perbuatan kamu. Jadi sekarang kita impas?"



Pertanyaan Daniel di balas anggukan kecil oleh Yuna.



"Jadi ... apa sekarang kita bisa berteman, lalu kencang, dan pacaran?" tanya Daniel membuat mata Yuna membulat kaget.



...


Bersambung 😉

__ADS_1


__ADS_2