
Jadi ... apa sekarang kita bisa berteman, lalu kencan dan kemudian berpacaran?" tanya Daniel membuat Yuna membulatkan matanya.
"Kamu tidak waras?" Yuna mendorong keras tubuh Daniel.
Daniel berusaha kembali berdiri dengan tubuh yang terasa sakit. "Kenapa kamu mendorong aku?"
"Itu karna kesalahan kamu. Kamu pikir aku cewek apaan? Kamu menyelamatkan nyawa aku, dan aku berterimakasih untuk itu. Sekarang kita impas, semoga hidupmu bahagia, dan semoga kita tak bertemu lagi."
"Kamu mau kemana? Boleh aku ikut? Aku punya banyak masalah," lirih Daniel.
Yuna mendengar hal itu hanya bisa menghela napas panjang. "Baiklah. Aku akan klub malam, kamu yakin mau ikut?"
"Ya. Aku ingin ikut denganmu." Daniel menggenggam erat tangan Yuna.
"Baiklah mari kita berangkat."
Daniel & Yuna pun pergi untuk mencari kesenangan dan melupakan masalah yang ada di pundak masing-masing.
***
Tidak perlu waktu lama akhirnya Daniel & Yuna pun sampai di klub malam yang penuh dengan pemuda pemudi yang mencari kesenangan dengan minum, minuman keras serta menari mengikuti irama lagu.
Daniel yang melihat pemandangan baru ini sungguh merasa sangat canggung, tapi untungnya ada Yuna di sisinya yang selalu membantu dirinya.
"Kamu mau ingin minum apa?" tanya Yuna.
"Apa saja," jawab Daniel.
"Baiklah." Yuna memesankan minuman untuk dirinya dan Daniel, kemudian kembali duduk bersama Daniel.
"Ini alkohol?" Daniel mencium bau alkohol yang kuat dari minuman itu.
"Tentu saja. Kenapa? Kamu tidak bisa minum alkohol?"
__ADS_1
"Siapa bilang? Aku suka." Daniel meminum habis alkohol itu dalam satu tegukan.
"Wah kamu keren Daniel." Yuna tampak kagum dengan apa yang di lakukan oleh Daniel.
Daniel tersenyum senang, kemudian menggenggam erat tangan Yuna lagi sembari berkata, "Apa kamu, ingin menjadi temanku?"
"Tentu saja. Aku ingin berteman dengan kamu, tapi asal kamu bukan keturunan orang kaya ataupun bangsawan dan sejenisnya," jelas Yuna.
"Aku bukan orang kaya ataupun keturunan keluarga bangsawan. Aku hanya lelaki biasa, aku bekerja di mini market sebagai kasir." dusta Daniel.
"Benarkah? Tapi, apa kasir selalu berpakaian rapi seperti ini?" tanya Yuna aneh.
"Tidak semua. Mungkin hanya aku satu-satunya kasir yang selalu berpenampilan modis," ujar Daniel.
"Baiklah karna kamu bukan orang kaya ataupun keturunan orang kaya dan sejenisnya, maka mari bersenang-senang denganku."
Yuna menarik tangan Daniel ketengah-tengah gerombolan orang banyak untuk menari bersama mengikuti irama lagu yang keras terdengar.
'Kenapa aku berbohong pada Yuna? Kenapa aku tidak ingin Yuna membenci aku? Apa ini karna aku telah dengan jatuh cinta dengannya? Apa aku benar-benar jatuh cinta dengan Yuna? Kurasa begitu,' ucap batin Daniel.
Daniel yang kini telah menyadari akan perasaannya pun kemudian mencengkam keras tangan Yuna, lalu membawanya ketempat sepi.
"Kenapa kamu membawa aku kesini? Kamu ingin macam-macam? Aku akan peringatkan kamu, jangan macam-macam denganku atau kamu akan tersakiti. Jangan membuat kesalahan padaku, atau kamu akan benar-benar menyesal." ancam Yuna.
"Benarkah begitu nona? Apa jatuh cinta padamu itu termasuk sebuah kesalahan?" tanya Daniel sembari menatap dalam mata Yuna.
Yuna terdiam, Yuna tak bisa berkata apa pun lagi hingga tiba-tiba Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Yuna.
Yuna awalnya hanya diam saja, tapi akhirnya Yuna pun menghentikan apa yang ingin di lakukan oleh Daniel. "Hentikan! Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Kumohon diamlah. Diam dan nikmati saja, jangan melawan nona."
Daniel kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Yuna, kemudian menyatukan antara bibirnya dan bibir Yuna.
__ADS_1
Pertama kali di cium oleh seorang lelaki tentu saja membuat Yuna gugup dan tak tahu harus berbuat apa, maka dari itu Yuna hanya bisa menutup matanya dan merasakan permainan Daniel yang melumat lembut bibir manisnya.
Hampir 15 menit berciuman, akhirnya Daniel pun menyudahi hal itu. "Maafkan aku."
"Tidak papa," jawab Yuna malu-malu.
"Jadi, apa sekarang kita pacaran?" tanya Daniel.
"Tidak!"
"Kenapa? Tadi kita sudah berciuman, dan itu sangat bergairah. Kenapa kita tidak pacaran?"
"Aku tidak bisa langsung menerima kamu begitu saja. Jadi, kita akan kencan selama 7 hari. Selama 7 hari kita harus saling mengenal satu sama lain, setelah kencan 7 hari selesai baru aku akan memberikan keputusan akhir. Bagaimana? Setuju?"
"Baiklah. Setuju!"
***
Perjanjian antara Daniel & Yuna pun akhirnya di buat juga. Daniel & Yuna akan kencan selama 7 hari, akankah cinta akan selalu berpihak pada mereka? Tunggu next Chapter 😎
***
__ADS_1
Bersambung...