Tuan Muda & Nona Berandalan

Tuan Muda & Nona Berandalan
Tuan Muda & Nona Berandalan / Chapter 6


__ADS_3

"Mau berdansa denganku?" Daniel & Jimin sama-sama memilih Yuna sebagai pasangan dansanya.



"Wah gadis itu sungguh beruntung."



"Siapa dia?"



"Dia dari keluarga siapa?"



"Dia benar-benar beruntung."



"Dua putra keluarga Kang ingin berdansa dengannya."



Gadis lain mulai berbisik-bisik tentang Yuna.



Yuna bingung harus berbuat apa. "Maaf tuan, tapi aku tidak bisa berdansa." Yuna berusaha menolak dengan lembut.



"Aku akan ajarkan bagaimana caranya." Daniel menggapai tangan Yuna lalu membawanya ketengah-tengah ruangan dan berdansa dengannya.



"Apa-apa'an anak itu?" Jimin tampak sedikit kesal.



"Aku tidak bisa berdansa," ucap Yuna ketakutan.



"Tenang saja. Tarik napas panjang, bayangkan saja tidak ada orang lain di sini, anggap di sini hanya ada kamu dan aku, kamu pasti bisa. Genggaman tanganku, dan ikuti saja gerakanku, kamu paham kan?" Daniel menjelaskan dengan lembut.



'Suara ini ... suara ini sepertinya sangat familiar,' ucap batin Yuna.



"Kamu siapa?" tanya Yuna sambil berdansa mengikuti arahan dari Daniel.



"Aku putra bungsu keluarga Kang," jawab Daniel, tersenyum.


__ADS_1


"Kenapa kamu ingin berdansa denganku?"



"Entahlah, tapi yang aku tahu sepertinya di dalam dirimu ada semacam magnet yang menarikku. Bahkan bukan hanya aku sepertinya, bahkan saudaraku?"



"Jadi yang tadi ... itu saudaramu?" Yuna kaget.



"Ya. Dia abangku. Kenapa?" Daniel sedikit penasaran.



"Tidak papa. Tapi sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya, suaramu sangat familiar di telingaku," ujar Yuna.



"Benarkah? Sepertinya ini pertemuan pertama kita di dunia nyata, tapi aku tidak tahu kalau di dunia mimpi," jawab Daniel.



"Sampai kapan kita akan menari seperti ini? Aku sudah lelah, hentikan sekarang!" Yuna tampak kurang senang.



Lalu tiba-tiba Daniel mendekap tubuh Yuna hingga tubuh mereka sekarang benar-benar ingin menempel. "Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!"



"Aku tidak bisa melanjutkan drama ini lagi, aku tak bisa! Aku tak tahan harus terus berbohong padamu. Aku mencintaimu."




'Ada apa denganku? Kenapa aku hanya diam saja saat anak orang kaya menciumku? Kenapa aku tak keberatan sama sekali? Ada apa denganku? Yuna, sadarkan dirimu!'



Yuna mendorong keras tubuh Daniel, lalu berlari pergi, tapi kepergian Yuna langsung di kejar oleh Daniel.



Orang-orang di pesta bingung dengan apa yang terjadi, termasuk Jimin sendiri.



"Apa yang terjadi? Kenapa jadi kacau begini? Apa mereka berdua memiliki hubungan? Kenapa tiba-tiba Daniel mencium gadis pelayan itu? Apa yang sebenarnya yang terjadi di antara mereka berdua?" Jimin penasaran.



Karna merasa sangat penasaran Jimin memutuskan untuk membuntuti mereka, hingga akhirnya keduanya berakhir di taman belakang.



"Yuna, tunggu!" Daniel menahan kepergian Yuna.

__ADS_1



"Bagaimana kamu tahu namaku? Kamu siapa?" tanya Yuna.



Daniel membuka topeng di wajahnya perlahan. "Ini aku."



"Daniel? Apaan ini? Apa yang sedang terjadi sekarang? Kenapa kamu ... bagaimana bisa? Jelaskan padaku, apa yang terjadi? Bagaimana ini bisa terjadi? Semua!" titah Yuna.



"Sebenarnya aku berbohong padamu. Aku bukan supir putra bungsu keluarga ini, dan ... aku adalah putra bungsu keluarga ini," jelas Daniel tertunduk.



Yuna tampak syok dan kaget. "Apa? Jadi selama ini ... selama ini kamu membohongi aku? Bagaimana bisa kamu melakukan ini? Kenapa kamu melakukan ini padaku?" Air mata Yuna mulai jatuh.



"Maafkan aku, aku mengakui aku memang salah. Harusnya aku jujur di awal, tapi ... aku melakukan semua ini agar bisa selalu ada di dekatmu. Aku berencana membuat pandanganmu tentang orang kaya itu salah. Tapi, aku tak sanggup terus berbohong padamu. Maafkan aku," pinta Daniel.



"Lupakan saja. Aku sudah kecewa denganmu. Jangan pernah muncul di hadapan wajahku lagi, aku benci kamu!" Yuna langsung berlari meninggalkan Daniel yang kini hanya bisa merasakan perasaan menyesal.



"Sial!"



Di sisi lain Jimin kini telah mengetahui situasi yang terjadi antara Yuna & Daniel. "Jadi begitu? Jadi adikku menyukai gadis itu?"



***



Yuna berlari dengan rintikan air mata yang terus jatuh di mata indahnya, hingga tiba-tiba langkah kakinya terhenti oleh hujan yang turun dengan deras membuat air matanya bercampur dengan air hujan.



"Kenapa? Kenapa, aku harus mengalami nasib buruk ini? Kenap- ...."



Suara Yuna hilang karna seseorang memakai setelan jas hitam tiba-tiba datang dan membekap mulut Yuna hingga akhirnya Yuna pun pingsan.



Saat Yuna kini tlah pingsan orang-orang itu lalu memasukan Yuna ke dalam mobil hitam dan berlalu pergi entah kemana.



***

__ADS_1



Bersambung ....


__ADS_2