
Benar saja yang di katakan Angie,
ketukan pintu membuat Vina segera keluar dan melihat siapa yang datang di pagi hari ini,
Dua orang berbadan besar datang dengan pakaian seperti pakaian bodyguard,
"Apa benar ini rumah Nyonya Valen angie merissa?" tanya salah satu pria berkepala plontos itu
"Be- benar tuan," jawab Vina gugup
dan takut dengan tatapan mata para peria berbaju hitam itu
"Di manakah dia?" tatapan pria itu tajam has seperti tatapan mata para rentenir penagih hutang piutang
"Apakah tujuan kalian tuan? ibu saya sedang tidak ada di rumah" Vina berbohong bahwa ibunya tidak ada di rumah
"Saya dan teman saya datang menagih janji beliau, hari ini sudah jatuh tempo dan beliau harus membayar hutang nya pada bos kami" Jawab si kepala plontos yang satunya
"Be- berapakah hutang ibu saya tuan?" tanya Vina takut
"Dua ratus juta, dan itu sudah sama bunganya," jawab rentenir
mata Vina melebar dan mulutnya ternganga tak percaya, mata coklat itu menelisik ke dalam mata salah seorang rentenir itu mencari kejujuran di mata mareka,
"Jangan berbohong tuan," ucap Vina tak percaya dengan perkataan mareka,
__ADS_1
"Kami tidak berbohong, ibumu meminjam uang sebesar seratus delapan puluh juta dan dua juta bunganya," ucap rentenir datar
"Berapa kali dia meminjam uang?" Vina penasaran dengan itu, iya bingung jika ibunya meminjam uang untuk pengobatan ayahnya pasti itu tidak mungkin,
"Hanya sekali," Jawab si kepala plontos itu
sambil menyerahkan nota utang Angie
"Tuan, untuk sekarang saya tidak ada uang untuk membayar utang ibu, berikan saya waktu untuk melunasi hutang ibu" ucap Vina bermohon
"Baiklah, Minggu depan kami datang kembali ke sini" mareka segera pergi,
Vina masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa sambil menatap nota utang ibunya,
tak lama kemudian keluarlah Angie dari persembunyiannya,
"Bu Jawab jujur sama Vina, ibu pinjam uang sebanyak ini untuk apa?" tanya Vina sambil menatap wajah Angie yang sepertinya kesal di tanya untuk apa iya meminjam uang sebanyak itu
"kau tidak perlu tau, sekarang kamu cari cara bagaimana mengatasi hutang ibu, dan satu hal lagi jika kamu tidak mau melunasi hutang ibu. ibu akan jual rumah ini" ancam Angie
Vina yang tidak ingin rumah almarhum ayah dan ibunya di jual pun mengangguk dan tersenyum
"Jangan Bu, iya iya Vina akan cari uang untuk melunasi hutang ibu" Angie tersenyum dan pergi dari hadapan Vina
_
__ADS_1
_
_
_
Di kantor dirgantara group,
"Bagaimana?" tanya laki laki yang sedang duduk di dekat jendela kaca besar. sambil menatap luar jendela yang menyuguhkan pemandangan indah kota besar......
"Bos dia meminta waktu hingga Minggu depan, kami akan pergi menagih lagi" ucap rentenir itu
"Baiklah, waktu hanya Minggu depan jika dia tidak melunasi hutang nya maka sitalah rumah Mareka," ucap pria itu dingin
"Baiklah" Jawab mareka serentak, Pria itu mengibaskan tangannya menyuruh kedua anak buahnya pergi,
Krisna Tristan dirgantara adalah seorang ceo yang dingin dan sombong, dia adalah pewaris perusahaan raksasa dirgantara group,
Krisna atau Kris berusia dua puluh enam tahun,
hari itu seorang wanita datang menghampiri nya dan memohon untuk memberikan uang pada nya sebesar seratus delapan puluh juta alasan wanita itu untuk mengobati suaminya,
"Jangan bermain-main dengan ku," ucap pria itu tersenyum licik dan sesekali menghisap rokok di tangannya dan menghembuskan asap rokok itu di depan
Kris adalah anak tunggal tuan Rans dirgantara dan nyonya Mira Santika dirgantara. mareka berdua tinggal di London dan mempercayai perusahaan raksasa dirgantara group pada Kris,
__ADS_1
Kris yang terkenal sombong dan dingin itu adalah pria yang benci wanita, di khianati oleh kekasihnya adalah hal yang membuat Kris membenci para kaum hawa tidak percaya akan adanya cinta dan kasih sayang.... Itulah Kris
BAB 2 SELESAI