
POV VINA
Namaku Vina panduwinata pangil saja aku Vina, pekerjaanku sehari-hari adalah pelayan restoran, selain mencari uang untuk makan sehari-hari aku juga mencari uang untuk melunasi hutang piutang ibu tiri ku,
Hari hari ku terasa pahit, seandainya ibu ku tidak meninggal dunia. aku pasti menjadi anak yang beruntung dan bahagia, namun na'as kecelakaan yang berhasil merengut nyawa ibu dan mengambil ibu dari aku dan ayahku,
Ayahku bernama Herly panduwinata dia menikahi ibu tiri ku yang bernama Valen Angie Melissa.
seperti pepatah mengatakan, ibu tiri hanya cinta pada ayah ku saja mungkin itu ada benarnya, ibuku hanya mencintai ayah ku dan tidak menganggap ku anaknya,
Tapi aku selalu sabar dan tabah dalam menghadapi masalah hidupku, hingga pada saat ajal menjemput ayah ku, aku benar-benar kehilangan kasih sayang kedua orang tuaku,
Belum lama ayah ku meninggal ibu tiri ku di tagih rentenir karena berutang dengan seorang CEO kaya yang bernama Krisna atau akrab di panggil Kris, utang ibu tiri ku berjumlah dua ratus juta,
na'as akulah yang menanggung dan membayar semua utang ibuku walaupun aku yang berniat membantu untuk melunasi hutang nya
POV VINA AND
Pagi ini Vina sedang menemani ayahnya yang sedang sakit, ayah Vina yang bernama Herly itu sudah dari malam tadi ingin mengucapkan selamat tinggal pada putri semata wayangnya itu,
__ADS_1
"Vina.." lirih sang ayah
"Apa yah, ayah mau makan?" Vina yang sadari tadi menungu ayahnya pun menyahut dan mengengam tangan ayahnya
"Vina, ayah minta maaf sama kamu nak, ayah egois seandainya ayah tidak menikah lagi mungkin kamu tidak semenderita ini," lirih Herly, kini matanya mengalir kan air bening yang membendung dan merembes keluar
"Ayah tidak perlu meminta maaf pada Vina. yah, Vina yang justru meminta maaf pada ayah, Vina belum bisa membahagiakan ayah," Vina turut menangis bahkan sesegukan
"Mungkin nafas ayah tidak akan berhembus lagi nak, ayah minta Vina bahagia selalu, pergilah jauh, nak ibu tiri mu tidak baik" setelah berkata demikian Herly panduwinata itu menghembuskan nafas terakhir dan memejamkan matanya rapat
"Ayah jangan tinggalin Vina yah, Vina sayang ayah" sedih Vina tidak ada yang mengatahuinya, ibu tiri Vina sedang ke pasar mencari pakaian baru untuknya dan tidak tau sang suami telah meninggal
"Kenapa Vin?" tanya Bu rt belum menyadari kalau Vina sedang menangisi mayat ayahnya
"Bu rt, ayah Vina sudah pergi Bu, ayah ninggalin Vina" Vina mengadu kepada Bu rt kalau ayahnya sudah pergi menyusul ibu kandungnya
"ya tuhan, nak kamu yang sabar yah, ibu pergi ke luar dulu pangilin warga uang lainnya. Oya ibu kamu di mana?" ibu rt itu turut menangis sedih, namun ada yang jangal. dimanakah ibu tiri Vina
"Ibu ke pasar pagi bu"
__ADS_1
ibu rt itu segera pergi mencari warga untuk membantu memakamkan jenazah ayahnya Vina
Usai pemakaman Vina dan ibu tirinya pergi ke rumah, sedangkan para pelayat sudah berhamburan pulang,.....
"Vina, besok ibu akan mengalihkan pemilik rumah ini menjadi milik ibu, dan kamu harus kerja mencari uang" usai berkata demikian Angie segera masuk ke kamarnya tanpa merasa sedih atau berduka sedikitpun atas perginya sang suami......
Vina mengeleng kepala melihat kelakuan busuk ibu tirinya,
apakah ini sosok ibu tiri yang di berikan sang ayah untuk Menganti sosok ibu kandungnya....
Malam harinya Angie keluar dengan tergesa gesa dari kamarnya,
"Vina..vinaa" teriak Angie,
"Apa Bu?..." Vina yang mencuci piring di dapur tergopoh-gopoh keluar dari area dapur
"Gawat darurat Vin, rentenir penagih hutang akan datang besok dan ibu tidak tau harus bagaimana melunasi hutang ibu" ucap Angie sambil memegang tangan Vina. Vina yang pada dasarnya berhati malaikat itu tersenyum. ibu biar besok Vina yang ngomong sama rentenir, nanti Vina juga yang bantu ibu mencari uang untuk melunasi hutang ibu.....
Angie tersenyum dan mengangguk, Tampa mengucapkan terima kasih iya berlalu pergi dari hadapan Vina
__ADS_1
BAB 1 SELESAI