
Hari ini Vina bertekat untuk mencari lowongan pekerjaan.
mungkin nasib baik sedang menghampiri nya,
"Hallo Rin" sapa Vina pada sahabatnya Ririn
"Vin di cafe tempat gue kerja ada lowongan, loe mau engak? belum ada yang daftar loh" ucap Ririn di seberang sana
"Mau Rin, aku datang yah sekarang di sana," setelah mendapatkan jawaban Vina segera bergegas pergi ke cafe,
Beberapa menit kemudian Vina sudah sampai di lobi cafe,
"Eh Vin, loe masuk aja di dalam. bos juga sudah nunggu" Vina segera masuk ke dalam cafe, di sana dia langsung melamar pekerjaan dan berhasil di terima sebagai pelayan cafe,
"Terima kasih yah Rin, untung ada loe," Ririn tersenyum,
"Sama sama Vin, kita sesama manusia harus saling menolong, dulu kamu yang nolongin aku saat kesusahan, sekarang saatnya aku yang nolongin kamu" Ririn dan Vina tertawa renyah,
Mareka mulai bekerja dari pagi hari,
para pelanggan yang berkunjung di cafe cukup ramai, Vina dan Ririn serta para pelayan lainya cukup kewalahan menghadapi para pengunjung, namun anehnya lagi para pengunjung cafe itu hampir semua para lelaki....ah itu pasti kebetulan
Sore harinya Vina kembali ke kediamannya.
__ADS_1
dia menyimpan uang hasil kerjanya hari ini...
sampai nya di di rumah Vina melihat jika ibunya sedang makan,
"Aku pulang Bu" sapa Vina ramah
"Hemm" sahut ibu Tampa menoleh
"Bu Minggu depan para penagih hutang datang, jadi mulai hari ini Vina mungkin pulang malaman karena Vina kerja" ucap Vina letih dan lesu karena lelah
"Kerja yang baik, oya jika ada uang lebih kamu kasih ke ibu yah, biar ibu yang beliin semua keperluan dapur" sudah di tagih utang Angie masih saja serakah dan tidak memikirkan anaknya walaupun anak tiri
"Hurfttt, baiklah Bu" Vina kemudian berlalu ke kamarnya untuk segera mandi dan beristirahat.....
dia akan Saparan di cafe saja karna dia tidak sempat membuat makanan,
Saat sampai di cafe Vina segera masuk dan melakukan aktifitas biasanya,
Ririn yang melihat kerajinan Vina hanya bisa tersenyum....
"Vin loe pucat banget, loe baik baik aja kan?" Ririn melihat jika wajah Vina tidak seperti biasanya....
"aku tidak sarapan tadi pagi Rin. bahkan tadi malam aku tidak makan" ucap Vina lesu
__ADS_1
"Astaga Vin, loe ceroboh banget sih," Ririn segera pergi ke dapur untuk meminta roti dan susu pada para koki, bagi Ririn meminta makanan di cafe tempat dia bekerja adalah hal yang biasa, di cafe para pelayan bebas makan asal jangan di jam kerja
Vina yang benar-benar lapar itu segera melahap roti dan susu yang di bawa Ririn
"Lain kali loe jangan ceroboh Vin, jika loe sakit loe dengan mudahnya di pecat," Ririn kasian sekali melihat sahabatnya itu,
Siang hari di dirgantara group
"Silahkan di makan tuan" setelah menghidangkan makanan untuk tuan mudah maid itu segera memundurkan diri...
Kris melahap makan siangnya. dia mengambil ponselnya dan menelfon asistenya....
"Urus semua" setelah berkata demikian Kris segera mematikan sambungan telponnya
Di cafe tempat Vina
"Gini amat yah cari seribu" ucap Vina saat sedang makan siang bersama para pelayan lainya
"Iyalah, masih beruntung kita bekerja di cafe, dari pada di club, bayar mahal tapi harga diri murah" ucap salah seorang pelayan perempuan
"Cari yang simpel mungkin...." balas pelayan perempuan yang lainnya, mareka pun tertawa gembira melihat banyaknya lelucon para manusia yang bekerja mencari uang
BAB 3 SELESAI
__ADS_1