
Di panti asuhan Zhang Xiao, pukul 18.30.
Di kamarnya di atap, Zaid tampak tengah membaca buku lagi, lebih tepatnya buku berjudul 'Kumpulan Hewan Pendamping' yang ia baca tadi sore (walaupun sebenarnya sekarang masih sore). Zaid melihat gambar siput yang cangkangnya laksana berlian. Di bawahnya tertulis: Siput Shieldput. Lalu Zaid membaca bagian bawahnya lagi:
Jenis siput ini memang tak bisa bertarung, tapi akan sangat berguna untuk berperang di baris terdepan. Dengan cangkangnya yang sekeras berlian, Ia akan sangat berguna untuk menahan serangan jenis apapun dari arah depan. Entah bola api, panah, batu, petir, bahkan sihir angin terkuat atau pedang harta jam sekalipun pernah ada yang berhasil memotongnya.
Sesuai namanya, siput ini digunakan sebagai perisai atau tembok berjalan. Meskipun sebenarnya ukuran siput ini kecil, hanya seukuran kura-kura, dengan menggunakan ramuan pembesaran, siput ini akan sangat membantu. Ia akan menjadi 'tank' bagi pasukan/penyihir di belakangnya.
Siput ini akan lebih efektif jika digunakan untuk bertahan. Dengan bertahan, siput hanya perlu diam dan bersembunyi di dalam cangkangnya, sehingga sepasang matanya yang menjadi salah satu kelemahannya akan terlindungi.
Menurut penelitian, siput jenis ini benar-benar menyatu dengan cangkangnya, lebih tepatnya, cangkang berlian yang ada padanya sebenarnya adalah kulit bagian luarnya yang sangat keras. Maka ketika mata atau kulit bagian dalamnya terluka, ketahanan kulit bagian luar yang bagai cangkang berlian akan menurun drastis dan sedikit lebih mudah untuk dihancurkan. Itulah sebabnya siput ini lebih efektif untuk bertahan, karena jika digunakan untuk menyerang, siput ini gerakannya lambat seperti siput biasa pada umumnya, sehingga ketika berjalan bagian matanya tentu akan keluar dan sangat rawan untuk ditebas sehingga kulit bagian luarnya akan sedikit rapuh, tidak sekuat sebelumnya.
__ADS_1
Cara menewaskan siput ini ketika mode bertahan adalah, menggali terowongan di bawahnya, ketika dirasa siput ini berada tepat di atas kepala, anda hanya perlu menusukkan benda tajam seperti tombak ke permukaan, sehingga kulit bagian dalam siput itu akan terluka meski siput itu bersembunyi di dalam cangkangnya (kulit luar). Dan ketika siput itu terluka atau bahkan mati, pasukan/penyihir yang berada di atas permukaan tinggal mengambil kesempatan menghancurkan cangkang itu dan menerobos pertahanan musuh.
Di sini memang langka, namun mudah dikembangbiakkan. Untuk jumlah orang yang memilikinya juga tidak banyak. Jika ada orang yang menemukan siput jenis ini, maka pihak kerajaan akan membelinya dengan harga yang tak murah dan mengumpulkannya sampai jumlahnya amat banyak. Jika orang tersebut tak mau menjualnya, maka ia harus menebusnya dengan harga yang tak kalah mahal. Itulah sebabnya hanya sedikit orang yang memilikinya.
Menurut data, pada tahun 2017, pihak kerajaan petir telah mengumpulkan sedikitnya 1000 lebih siput jenis ini.
"Kami akan mengumpulkannya sebanyak mungkin untuk situasi yang sangat amat genting. Para ilmuwan juga terus mencoba membuat ramuan yang diharapkan dapat lebih memperkuat cangkang atau kulit luar siput ini, agar ketika siput ini mati sekalipun, kulit luarnya masih sangat kuat," tutur Raja Voltaros 3, pada Rabu, 17 Agustus, 2017.
Menurut sejarah, siput ini memang pernah dan banyak digunakan saat perang dunia penyihir ketiga, pada tahun 1969-1975. Itulah kenapa perang dunia penyihir ketiga disebut juga dengan sebutan Perang Siput dan Perang Berlian Raksasa Berjalan.
Tangan ketujuh patung penyihir itu saling berpegangan erat, melambangkan perdamaian dunia. Sedangkan patung siput
__ADS_1
Shieldput yang dipeluk melambangkan kasih sayang terhadap makhluk hidup, terutama pada siput itu sendiri.
Sekarang, patung siput shop raksasa itu berada di tengah-tengah, di antara tiga kota pusat teknologi (yang benar-benar hanya ada 3 kota berteknologi) di dunia; kota Orithore, Freezney, dan Grythwil. Dan patung itu benar-benar berada di tengah-tengah benua Esia dikarenakan ketiga kota tadi juga dibangun di tengah-tengah benua.
Cepat penjelasan tentang siput Shieldput itu selesai dibaca oleh Zaid, matanya terasa sedikit mengantuk dan diikuti kepala yang mengangguk-angguk perlahan dan mulutnya yang hampir 'mencium' buku itu, tapi...
"Hei Zaid." Suara Icha membuat Zaid tersadarkan. "Apa kau tak mau makan malam hari ini? Ayo turun."
"Oh, ya," kata Zaid lantas turun dari ranjang, menyimpan buku itu dan menguap.
"Masih sore kau sudah mengantuk," kata Icha, "bagaimana kalau sudah makan?"
__ADS_1
Zaid merasa Icha benar, tapi ia tak memedulikannya. Matanya benar-benar terasa berat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...