Tulusnya Kasih Sang Bunda Pengganti

Tulusnya Kasih Sang Bunda Pengganti
5


__ADS_3

ok....


lanjut ya kakak....


jangan lupa share, vote, komen + fav :)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menyiapkan keperluan makan devan, seperti biasa devan akan meminta di suapi oleh Aira, dan dengan senang hati ara melakukannya. Sedangkan orang tua Aira hanya menjadi penonton yang budiman sambil menggelengkan kepala melihat tingkah manja devan ke Aira.


Melihat kemanjaan Devan dengan Aira l Entah pemikiran dari mana tiba- tiba ayah Aira berniat menjahili devan.


"Ai, suapin ayah juga dong". katanya sambil senyum menggoda Devan.


"ndak boyeh". ucap Devan


"loh ! kenapa? kan bunda Ai kan anaknya opa jadi, terserah opa dong". ucapnya lagi dengan senyum jail.


"pokok na ndak boyeh, kan unda Agi cuapin depan, opa Tan bica matan cendili, jadi Ndak boyeh" ucapnya kekeuh


"tapi opa maunya disuapin bunda Ai. gimana dong" ucap ayah lagi.


melihat kajahilan opanya itu, Devan pun berkaca- kaca, dan sebenrtar lagi mungkin menangis. ok mari kita hitung.....


1....

__ADS_1


2....


3....


"Huaaaaaaa, unda opa Jawa, aaa opa nakal... hikkk, depan Ndak AU Agi cama opa... hiks opa jaat nda.hikk,,, hikk." adu Evan ,sambil terus memeluk Aira erat.


"tuh kan yah, devannya nangis... loh anak bunda, kok nangis, opa itu cuma jailin Devan, jadi Devan jangan nangis ya nak, cup...cup, nanti biar bunda marahin opa ya sayang" kata Aira menenangkan Devan.


"hik...hikk api nada opa jaat, jailin depan, depan kecel, huaaaaa, aaaa, opa jaat nada hikk" ucapnya masih cegukan


"ehh eh.. malah makin jadi nangisnya, ya udah Devan sayangnya opa, cucu kesayangan opa, opa minta maaf ya, nanti opa beliin es krim yang banyak, gimana?ucap ayah sambil menenangkan Revan.


" ya udah, talau opa maksa" jawabnya sambil segukan, sedangkan mereka yang mendengar hanya geleng-geleng kepala. " sungguh aneh ni anak pikir mereka"


lah gw yang buat juga ngerasa aneh( author)


setelah kejadian itu Devan menjadi semakin manja dengan Aira. kemanapun Aira pergi pasti Devan ikut, dudukpun harus di pangku


dasar Devan, ya begitulah kalau sudah dengan Aira berubahnya 180 derajat (menurut hitungan author😁)


seperti saat ini Aira dan Devan telah berada di kedai es krim. tau kan mereka disana ngapain?...


ya beli es krim lah masa beli cendol😁


reader" gj lu your, aneh lu"

__ADS_1


ok lanjut....


di tengah asiknya debmvan dan Aira memakan es krimnya tanpa sengaja Devan melihat sosok yang dia kenal, siapa lagi kalau bukan papa tersayangnya


"papa....." ujarnya


tapi di hiraukan, devanpun berlari menuju papanya, Aira yang melihat itu pun jadi khawatir.


"Devan, jangan lari-lari nak, nanti Devan jat....tuh, " belum selesai Aira mengingatkan eh devannya malah jatuh.


" ya Allah nak, kan tadi bunda sudah bilang, jangan lari, Devan lari terus, kan jatuh....hikk... ,hikk" ucapnya sambil tersedu karena sedih melihat Devan.


" nanti kalau Devan terluka gimana? bunda takut" katanya sambil membewa Devan kepelukannya.


" tapi nda, depan mau tetemu papa nda,... hikkk....hikkk" kata Devan yang menangis


" iya sayang kita cari papa Devan ya, sekarang ayok, sini bunda Gendong," ucapnya dan menenangkan Devan.


sedangkan di tempat yang sama tapi dengan jarak yang berbeda seseorang tengah memperhatikan mereka, yang tak lain adalah papa Devan. sebenarnya tadi ketika Devan jatuh dia ingin langsung menghampiri, tapi mendengar suara khawatir seseorang di menjadi terdiam. Revan berpikir tidak ada sebelumnya yang peduli dengan Devan seperti dia kecuali keluarga nya ...


ok kak sampai disini dulu ya☺️


maaf ya kalau nggak jelas,


maaf juga karena up nya lama😁

__ADS_1


terimakasih sudah mau membaca cerita ini


__ADS_2