
-} Hujan Yang Menjadi Saksiku Dan Tanah Lah Yang Membisu
“Plakk...” Suara Chu Yu mengambil Cincin yang ada di tangan Xuan lalu melemparkannya.
Wajahnya dibanjiri Air mata dan Sangat Merah Merona.
Dia Keluar dari mobil Xuan.
Dengan Hatinya yang hancur Berkeping-keping karena Baru saja menolak Xuan.
Dia Tahu, Xuan Tulus. Maka dari itu dia tidak ingin mengecewakan nya.
Lalu Xuan pun keluar dari mobilnya.
Tik...... tik...... tik......
Tiba-tiba Turun Hujan.
Hujan Yang sangatlah deras.
Tanah pun Bergetar seperti sedang Gempa.
Tetapi tidak ada yang bergerak.
Hujan yang menyamarkan Air mata Kedua Orang tersebut.
Memang benar seperti yang Orang katakan.
Hujan selalu menjadi saksi.
Tetapi Tanah lah yang Membisu.
Chu Yu, Kemarilah.
Kembalilah Padaku. Percayalah.....
“Aku Sangat Mencintai mu!! Aku berjanji akan melindungimu, Menyayangimu dan menjagamu!!!..”
“Aku tahu kau Tulus. Maka dari itu kau tak boleh Berharap padaku.” Gumam Chu Yu dalam hatinya sembari Pergi menjauh.
Chu Yu dan Xuan adalah sepasang Sahabat dengan Karakter yang sama dan Memiliki ketertarikan tersendiri. Mereka bertemu 7 yang lalu, Saat itu Chu Yu dan Xuan masih berusia 12 Tahun. Saat itu Sedang hujan deras dan Chu Yu menangis di Atas Jembatan sambil Menatap dirinya di Genangan Air hujan.
Saat itu Matahari Pun Bersinar Redup karena Hujan dan hampir menjelang Malam.
Chu Yu menangis karena Ayahnya dikhianati oleh Sekertaris kepercayaan nya yang menyebabkan Perusahaannya Bangkrut dan Menyebabkan Ayahnya meninggal.
Seluruh Aset disita dan Tidak ada lagi Keluarga Chu di Dunia ini.
Lalu Xuan yang lewat dan melihat Chu Yu menangis pun melepaskan Mantelnya dan memberikan itu kepada Chu Yu.
Xuan meminta Chu Yu memegangkan Payungnya dan Langsung menggendong Chu Yu. Chu Yu pun memberitahu Rumahnya dan Xuan mengantarkannya Pulang.
__ADS_1
Xuan memberikan Kalung Yin Yang pada Chu Yu Karena dia memiliki 2 Kalung.
Kalung ini milik kakek Xuan yang diberikan Padanya saat Ulang Tahunnya Tahun Lalu.
Xuan menggunakan Kalung Yin dan Chu Yu menggunakan Kalung Yang.
Lalu Xuan menghilang dari kehidupan Chu dengan Mantel yang belum dikembalikannya.
Satu tahun kemudian Chu Yu memasuki Sekolah Menengah Ternama dan bertemu Xuan sebagai anak biasa. Chu Yu tidak tahu jika Xuan adalah Tuan Muda Li dan Berteman dengannya.
Mereka melewati Rasa Senang dan Pahit Bersama-sama.
2 Tahun kemudian Hubungan mereka menjadi sangat dekat dan Mereka tak terpisahkan.
Saat SMA, Xuan dan Chu Yu memasuki Sekolah yang Sama.
Chu Yu masih tidak tahu jika Xuan adalah anak Yang meminjamkan mantel padanya.
Begitu juga dengan Xuan.
Sampai suatu hari Chu Yu ada Tugas kelompok dengan Xuan yang dikerjakan di Rumah ChuYu.
Karena Mengantuk.
Xuan pun tertidur Di kamar Chu Yu.
Lalu Chu Yu yang tidak sengaja Melihat Kalung Yin milik Xuan dan mengingat Kalung Yang miliknya.
Lalu ia menyocokkan kalungnya dengan milik Xuan dan Mereka Terpasang dengan sempurna.
Xuan juga baru menyadarinya.
Xuan Yakin Chu Yu adalah Gadis yang Ia gendong Beberapa tahun lalu.
Karena Kalung Yin Yang milik kakeknya itu didesain khusus dan tidak dijual di Pasaran, Atau dengan kata lain Hanya satu di Dunia.
Chu Yu Berlari ke Arah Xuan lalu memeluknya dan Berkata “Terimakasih.”
Sejak saat Itu Chu Yu dan Xuan menjadi Sepasang Sahabat yang Saling Jujur dan Terbuka satu sama Lain.
Tapi saat Itu Chu Yu belum mengetahui Jika Xuan Adalah Penerus Tahta Keluarga Li.
Chu Yu baru mengetahui Identitas Xuan saat Ia duduk di Bangku SMA Kelas 3.
*
*
*
BTW🙂Ini Gw bingung mau Tulis apa yaudah Alur mundur aja yakan. dari pada gak update🥴 Mon Maap nih tangan dah patah soalnya.
__ADS_1
Nih Flasback dah abis kok yah.
Lanjut......
*
*
*
“Bruukk...... ” Suara Xuan yang berlutut di bawah Tanah.
Di bawah Hujan yang membasahi Dunia.
Di atas Tanah yang menjadi saksi Bisu.
dan Di bawah matahari yang Bersinar Redup.
Mereka Membuat Satu Lagi kenangan Yang tak terlupakan dan Bersejarah.
Mereka Dipertemukan Oleh Hujan.
Dan dipisahkan Oleh Hujan.
“Sungguh Ironisnya” Gumam Xuan yang Sedang memandang Chu Yu menangis Sendu.
Dulu kau menangis dan Aku yang menenangkan mu.
Sekarang aku yang membuatmu Menangis.
“Maafkan Aku......Chu Yu.” Teriak Xuan dengan Hati yang tidak Terima dan Penuh Rasa bersalah.
Sejak Hari itu, Xuan tidak pernah menghubungi Chu Yu dan Tidak juga menemuinya.
Chu Yu sudah tidak bekerja di tempat Kerjanya lagi karena Ia Lebih suka membuat Pil.
Uangnya Pun Masih tersisa Ratusan Juta Dollar.
Dia sudah bisa membahagiakan Ibunya.
Dia Juga tidak perlu bekerja Lagi.
Tapi mengapa dia tidak Bahagia???..
Oh Tuhan,
Apakah Kau menghukumku?
Aku sangat Menyayanginya.
Aku tak mau Mengecewakan nya.
__ADS_1
Biarlah aku menunggu.......
Sama seperti dahulu...................