U NIQUE

U NIQUE
KUTUKAN CINTA


__ADS_3

Suasana kelas yang ramai pada hari kamis siang, dengan memakai seragam pramuka SMP membuat cuaca semakin terasa gerah. Untunglah aku tidak terlalu sibuk dalam menjalani istirahat 20 menit yang diberikan oleh sekolah, sebelum nanti akan ada ishoma (istirahat sholat makan). Aku hanya ikut menyimak dari bangku paling belakang kelas, sambil aku membaca novel dan menyuapi diriku indomie goreng yang kubawa dari rumah.


Sekian banyak yang diceritakan teman sebayaku, tetapi hanya nama “Zach Abu Ziad” yang terdengar nyaring di telingaku, dan emosiku memuncak setelah mengetahui kejadian-kejadian yang diceritakan secara detail. Aku langsung memutuskan untuk “membenci”.


Membenci karena apa dan kenapa, yang jelas bagiku itu adalah keputusan yang tepat ku lakukan setelah mendengar cerita yang ku dengar dari jarak yang lumayan jauh, suara yang ramai, dan telinga yang di balut dengan hijab. Oh, sungguh keputusan yang tepat aku membenci “Zach Abu Ziad”.


Setiap hari aku semakin mendengar nama, dan ikonik yang ditirukan banyak orang. Semakin gilanya lagi aku melihat teman sebayaku mengukir wajah dengan tinta pena berwarna pink di bagian pipi kirinya dengan gambar “hati”.


Aku tertawa ketika Vina (nama gadis itu), melewati kelasku dan sambil senyum-bangga karena baginya kisah cintanya seperti wanita yang menjadi lawan main Zach. Aku semakin merasa tergelitik, karena kekasih hati Vina ialah tetanggaku sedari kecil. Haha. Tidaklah lucu jika ku beritahu Putra, bagaimana pacarnya bertingkah di sekolah. Cukup ku pendam sendiri tawaku, namun sambil mencolek teman sebangku-ku. Aku jadi tidak tertawa sendirian. Maaf Vina, hihi.


Film- film yang tayang di kotaku, jelas bukan menjadi film yang hangat lagi. Tempat tinggalku, tidak memiliki bioskop XXI. Bioskop di kotaku sangatlah “vintage” dan “unik”. Semisal film tayang pada bulan Agustus, dikotaku film baru kemungkinan akan keluar 1-2 bulan kemudian. Tetapi berbeda cerita, dengan temanku yang baru pulang dari luar kota, ataupun membeli kaset bajakan di pasar. Sungguh kebiasaan yang illegal, tidak bisa mengapresiasi sebuah karya dan tidak patut untuk dicontoh, menurutku.


Setelahku menyadari bahwa orang yang ku benci dan yang mereka bahas ialah seorang aktor, lantas mengapa aku merasa tidak pernah mengetahui tentang dirinya. Ohya, karena aku sudah membencinya, lantas untuk apa aku ingin mencari tahu tentang dirinya. Sangat fatal jika ku cari tahu. Walaupun aku penasaran, seperti apa parasnya? Hmm mengapa wajahku memanas dan memerah tiba-tiba. . ini tidak lucu.

__ADS_1


Semakin lama, semakin ku mendengar namanya, aku tetap berusaha tenang dalam menjalani hari dan seolah tidak peduli. Namun lama-kelamaan mengganggu hatiku, cie. Sampai akhirnya aku melihat acara infotainment di TV, tentang film yang diceritakan oleh banyak kalangan remaja seusiaku. Wah, sangat tampan dan bule. Apa itu yang namanya Zach? Tapi apakah mungkin aku membenci manusia seindah ini? Apa suatu hari aku bisa bertemu langsung dengan dia? Kenapa sih kotaku tidak punya bioskop!


Nanti kalau benar-benar semesta pertemukan, adegannya di film seperti apa yang akan ku karang? Sedangkan aku tidak tau detail isi filmnya seperti apa? Haha. Namanya terdengar familiar ditelinga, tetapi seperti apa bentuknya? Film apa saja yang sudah diperankan? Mengapa aku langsung membencinya? Tidak ada kaitannya dengan film yang ada keikutsertaan dia dalam film lain bukan? Aku mengapa sangat gaptek (gagap teknologi) tentang dunia fantasi ini.


Keesokan harinya, ketika aku bosan pada pelajaran Bahasa Indonesia, yang mana gurunya sudah meninggalkan tugas ketika ditinggal rapat. Hatiku yang tak sanggup, akhirnya dengan sengaja ku menulis namanya menjadi nama yang ku singkat. Singkatan namaku dan dirinya. Nama itu ku tulis di belakang buku tulisku.


Tetapi mengapa namanya harus kusandingkan dengan namaku? Aku dengan senang hati, wajah yang merah merona, jantung yang berdebar, dan ingin menjaga agar namanya tidak sampai salah ku tulis dengan sangat pelan dan hati-hati. Aku malah mengukir nama seseorang yang aku tidak tau wujudnya seperti apa. Namun setelah tersadar, aku menaruh pena dan menutup buku tulisku. Aku gugup melihat apa yang sudah ku tulis. Aku melihat kearah jendela, dan berbicara ke arah langit: “kamu siapa sebenarnya?”.


Melihat mataku yang mulai basah, teman sebangkuku, Annesa menepuk pundakku dan bilang: “woi melamun aja sih daritadi? Idih kenapa pakai ada drama air mata menggenang di pelupuk mata segala? Haha! Kenapa sih Bunga? Cerita kali?”


“Haha, hidung semakin di depan. . motor kali ah! BUKAN! Makanya nontonnya jangan spongebob terus! Itu Adam, Adam Dolken. Sama manisnya sih, cuma Zach sepertinya lebih berumur dari Adam."


“Hmm untung deh aku tidak melihatnya.”

__ADS_1


“Maksudnya? Kok untung sih? Dia itu ganteng banget juga lho!”


“Untung benciku lebih besar dari penasaranku.” Sambil meremas sampul bukuku sampai lecek.


“Benci? Kok bisa? Benci..hmm” Annesa yang sadar aku terlihat panik karena tugas Bahasa Indonesiaku yang ada di dalam buku tulisku, bentuknya sudah tidak karuan.


“Kenapa? Memang benci kok. Aku ke toilet dulu deh, ngantuk banget ya jam segini, atau kita sekalian ke kantin yuk? Cari cemilan?” Aku yang sadar ketahuan oleh Annesa, akhirnya aku mencari celah untuk keluar dari lingkaran setan yang ku buat sendiri.


“Bunga, Aku tadi lihat kok kamu nulis nama kamu setelah itu nama dia. Tapi kamu itu salah orang, sabar aja nanti kamu ketemu kok sama dia. Dia itu nyata kok, pasti. Kan dia manusia. Atau kamu mau coba nonton dulu dari kaset bajakanku? Haha.”


“Kok sabar sih? Ini mau buang air kecil, mau nemenin tidak? Maaf ya soal kaset bajakan itu aku tidak akan menontonnya, aku menghargai karya orang dengan secara orisinil.”


“Hahaha yaudah mati penasaran aja kalau gitu. Ribet sih. Ayuk ke toilet, sekalian aku ceritain bagian serunya.” iseng Annesa.

__ADS_1


Selama bersiap keluar kelas sampai menuju toilet, dan berlanjut ke kantin, sampai balik lagi ke dalam kelas, Annesa selalu mengoceh panjang lebar dan aku hanya mendengarkan tanpa menggubris satu katapun. Aku hanya mengkhayal dan berfikir, jadi Zach itu yang mana sebenarnya? Kenapa bisa-bisanya aku menyambung namaku dan menyanding namanya setelahnya? Tetapi kenapa aku membencinya seperti sekarang? Apa ini kutukan cinta seperti yang banyak filosofis cinta katakan? Apa yang harus ku lakukan, setelah ini. .apa aku harus menonton film melalui kaset bajakan Annesa, tapi tindakanku sangat tidak terpuji. Zach itu siapa Tuhaaaannn????


*BERSAMBUNG!


__ADS_2