U NIQUE

U NIQUE
JUJUR HIDUP MUJUR


__ADS_3

Setelah rasa penasaranku terhadap Zach mulai mereda, aku kembali fokus pada dunia nyataku. Aku sedang sibuk dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) kelulusan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ku. Dengan segala kendala, masalah yang ku alami di rumah ataupun di lingkungan sekolahku, hanya ada satu prinsip yang ku tanam dalam hidup untuk bisa bertahan hidup “Hidup itu hadir berkali-kali, namun kematianlah yang datang sekali.” Maka sudah siapkah aku, ketika ragaku terpisah dengan  nyawaku? Setelah mendengar kematian sahabat karibku, akibat kecelakaan motor dan tenggelam di sungai.


Aku remaja yang tidak naif, aku masih butuh kesenangan meskipun kebahagiaan itu usahaku sendiri dalam menciptakannya. Aku selalu tertawa dan tersenyum, seperti yang banyak orang bilang, termasuk keluarga dekatku. Tetapi apakah mereka tahu bahwa aku berkali-kali ingin mengakhiri hidup? Rasanya cukup berat ternyata di usiaku, aku yang sering mengalami kekerasan dirumah, dan dirundung di lingkungan sekolah. Apakah aku masih layak untuk melanjutkan hidup? Jelas aku sangat layak, fikirku. Aku yang memilih untuk mencicipi dunia sebelum Mama memutuskan untuk melahirkanku.


Tetapi aku malah semakin stres, dan frustasi dengan keadaan. Pada akhirnya hari H ujian kelulusan sudah tiba. Aku yang ditawarkan untuk melakukan kecurangan, hanya terdiam dan melongo. Semua siswa mendapatkan kunci jawaban, bukan hanya aku. Kecurangan tersebut beralasan, dengan embel-embel akreditasi sekolah. Aku yang sangat kritis, hanya terus berfikir: “Akan menjadi seperti apa Negeri ini? Jika anak remaja sudah diberikan asupan kecurangan, demi kepentingan bersama. Akhirnya, benar saja. .banyak anak yang selama 3 tahun sekolah selalu bermain-main, bolos, dan tidak pernah belajar apalagi membuat tugas, lebih parahnya lagi..banyak yang melawan guru, ternyata mereka-mereka itulah menjadi siswa di SMA unggulan. Iya, mereka masuk sekolah Negeri. Keberuntungan itu tidak berpihak padaku

__ADS_1


Keputusanku waktu itu mungkin tidak tepat, jika ternyata masa depan mereka terlihat lebih cerah dibandingkan diriku. Aku yang tetap memilih jalur yang benar , dan jujur. . akhirnya memasuki sekolah swasta lagi. Tetapi aku bangga dengan diri sendiri, karena selama masa sekolah aku mendapatkan ranking yang setidaknya membuat orangtuaku sedikit bangga, meskipun hanya 5-10 besar. Sedangkan saudaraku yang lain, mereka saling berpacu untuk menjadi juara umum. Agar mereka mendapatkan beasiswa dari kantor Papa. Berupa uang, piagam, dan hadiah yang menjadi kebanggaan lebih untuk Mama. Mungkin karena itulah Mamaku, lebih condong mencintai ketiga abangku, aku yang bungsu hanya mendapatkan potongan-potongan yang tersisa.


Dengan kejujuran aku berdiri pada kakiku sendiri. Karena jika aku ingin memasuki sekolah Negeri, bisa saja dengan membeli bangku sekolah. Tetapi orangtuaku selalu berpesan:


“Hindari narkoba, jaga nama baik keluarga, jujur dalam bersikap karena dari sanalah karaktermu akan jauh lebih tinggi harganya, orang segan dan takut bergaul dengan orang jujur, kenapa? Karena jujur itu pahit. Satu lagi, jangan pernah mencari atau membuat suatu masalah dengan orang lain, tetapi jika orang tersebut sudah kelewatan batas dalam masalah yang mereka buat sendiri, balas atau biarkan Tuhan yang bekerja dalam memberikan sebab-akibat.”

__ADS_1


Lalu setelah ini langkah apa yang 'kan ku pilih setelah memasuki masa remaja, sebentar lagi dalam 3 tahun ke depan aku bukan lagi mendapatkan julukan anak sekolah. Namun tanggung jawabku semakin besar, masalah juga pasti semakin banyak. Akankah ku mampu mempertahankan sikapku yang kritis, atau adakah seseorang yang mampu merubah cara pandangku nantinya? Siapa sosok itu? Apa bisa menggantikan debaran jantungku yang kencang, dengan sekadar mendengar namanya. Aku tidak melebih-lebihkan, darahku mengalir, sedikit keringetan, dan menyunggingkan sedikit senyuman diujung bibir ketika ku mendengar nama Zach Abu Ziad. Apakah tipe yang ku cari, akan seperti Zach parasnya? Aku saja belum tahu pasti wujud Zach, mengapa bisa aku berfikir seperti ini? Hihi, aku juga heran dengan diriku sendiri.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2