
Sonia sibuk dengan kerjaan Nya di perusahaan.
" Sonia, ucap Alex melihat keponakan nya yang tengah Fokus dengan Segala Kerjaan nya.
" Uncle, ucap sonia Menatap Alex.
Uncle membutuhkan sesuatu? Tanya Sonia kembali
" Alex hanya menggeleng. Nia Boleh Kan uncle Berbicara dengan mu? Tanya Alex..
Sonia mengangguk. Silahkan Uncle Mau berbicara apa! Aku akan mendengar kan uncle, ucap Sonia.
Alex duduk di samping Sonia yang telah Pindah ke Sofa ruangan Nya
Sonia! Ucap Alex tersenyum tipis.
Sonia menatap Uncle Nya yang juga Menatap Nya.
Bagaimana Hubungan mu dan Damian? Tanya Alex datar.
Sonia Tersenyum, Baik-baik saja Uncle jawab Sonia dengan senyuman.
Nia" Ucap Alex menatap keponakan nya dan menarik nafas Nya dalam
" Nia, Jika Damian benar-benar serius mencintaimu dan ingin membawa Hubungan kalian ke jenjang serius, Uncle Minta Secepatnya kalian resmikan.
Paling enggak kalian Bertunangan, agar Kamu dan Damian ada ikatan yang Serius, Uncle tidak mau keponakan uncle di bawa Kemana mana dengan sesuka nya, tanpa Ikatan Apa-paa.
Uncle Bukan tidak Menyukai Hubungan kalian, namun uncle Memiliki tanggungjawab menjaga Mu sampai Kau Menikah lanjut Alex.
Sonia menatap Uncle yang sudah Membesarkan nya dengan penuh Kasih Sayang
__ADS_1
Uncle, Nia akan bicarakan dengan Uncle Damian ucap Sonia.
Tidak lama Bocah Ganteng Anak Alex dan Yasmin Masuk.
Halo Daddy ucap anak umur 3 tahun ini manja.
Takak ngapain Disini Daddy? Tanya Devan menatap Sonia.
Sonia hanya tersenyum, Kakak lagi ngobrol aja sama daddy kamu Van, balas Sonia.
Uncle, aku ke kamar ya! ucap Sonia berlalu pergi menuju kamar nya.
Sepeninggal Sonia, Alex dan devan bermain mobil-mobilan milik nya dan menaiki tubuh belakang dady nya untuk jadi kuda-kudaan nya.
Malam Tiba....
Di kediaman Damian saat itu tengah Makan malam.
Selamat malam Uncle aunty! Sapa Zean mencium tangan Kedua orang tua Damian takzim diikuti Damian.
Malam Zean! jawaban kedua orang tua Itu.
ayo makan, ajak Mama kepada dua lelaki yang baru tiba itu.
Kedua Nya duduk di meja makan, mereka makan malam sambil berbincang.
Hal yang mereka bincang kan hanya masalah ringan, Hingga Membahas Bisnis Mereka.
Selesai makan, semua Pindah Ke ruang keluarga.
Semua duduk, hingga Papa Damian menatap anak dan Keponakan nya satu persatu.
__ADS_1
Kalian mau berbicara sesuatu?? Tanya Papa Handoko Kepada Kedua lelaki dewasa di depan nya.
Zean yang tidak Memiliki masalah hanya Diam, namun dia menyimak saja apa yang akan di katakan Sepupu nya.
Begini Ma, Pa! Ucap Damian Menatap kedua orang tua nya.
Mama dan Papa memperhatikan semua uang akan di sampaikan Damian.
Mereka tau, ini pasti masalah serius.
Ma, Pa! Mian Udah buat keputusan Ucap Damian menatap Kedua orang tua Nya.
Keputusan apa? Tanya Papa Yang penasaran!
Akan menikahi Sonia dalam Waktu dekat ini, ucap Damian Membuat Papa dan Mama Nya Mengangguk.
Ma, pa! lamar kan Sonia untuk Damian! Lanjut Nya dengan harapan Besar kedua orang tua Nya akan membantu nya.
Mama Damian menatap suami Nya, lalu sama-sama mengangguk.
Kapan kamu mau kami melamar Sonia untuk mu? tanya Mama Dengan semangatnya.
Damian menatap kedua orang tua nya, Lusa! jawab Damian membuat Kedua nYa terkejut.
Kenapa Mendadak? Kita belum ada persiapan dam! Ucap Papa Yang heran anak nya seperti abis hamilin Sonia dan keluarga Sonia minta nikahi dalam waktu dekat.
kamu ga Hamilin anak orang kan Damian? tanya Mama Menatap anak laki-laki nya dengan Tatapan mematikan khas mak mak.
Damian Menggeleng, engga Ma! pa, aku ga pernah Berbuat lewat batas sama Sonia, Aku sangat hargai dia karena dia wanita yang aku cintai! Ga akan aku rusak dia sebelum kami menikah! Ucap Damian membuat Mama Dan Papa Nya Mengangguk.
Untuk masalah persiapan yang akan kita bawa untuk seserahan Sonia, Aku yang urus ma! Mama dan Papa Datang dan Restui aku dan Sonia menikah Itu saja, lanjut Damian.
__ADS_1