
Damian menuju perusahaan nya, Hari sudah menunjukkan pukul tujuh lewat sepuluh..
Zean Mengemudikan Mobil sport itu dengan Kencang.
Zean, apa lu udah dapatkan informasi mengenai Gadis kecil kemarin malam? Tanya Damian.
Zean Mengangguk! Informasi yang aku dapatkan, jika Benar Nona Sonia itu keponakan Alex Ucap Zean membuat Damian Diam..
Aku harus meminta maaf kepada Alex, aku tau sikap Alex dia tidak akan mengikut sertakan kerjaan dan masalah pribadi, ucap Damian Namun dia merasakan bersalah karena ucapan Nya kemarin malam.
Hubungi Tuan Richard, katakan Gue ingin bertemu Alex Siang Ini! Ucap Damian.
Zean hanya mengangguk dan akan mengerjakan perintah Atasan sekaligus Sepupu nya itu.
Sementara itu, Di Mansion Damaren" Gadis remaja itu berlari menuruni anak tangga dengan tergesa.
Nia nanti jatuh! Ucap Oma yang melihat cucu satu-satunya itu berlari dari tangga.
Hehehe Oma! maaf Nia terlambat bangun lagi! ucap Sonia membuat wanita paru baya itu menggeleng.
Ayo sarapan! ajak Oma namun Lagi-pagi Sonia Menolak. Oma maaf sekali, aku udah telat Oma! ucap Sonia pamit dengan takzim di tangan Kanan Oma Nya.
Oma sampai menggeleng melihat kelakuan Sonia.
Alex dan Yasmin tiba di ruang makan.
Dimana Sonia Mom? Tanya Alex kepada Mama Nya.
Sudah ngacir dia! telat Lagi, ucap Oma membuat Alex tersenyum.
__ADS_1
Dia sangat tau, Sonia itu sangat sulit bangun Pagi" namun saat tinggal di apartemen dia tidak pernah terlambat ke sekolah, Itulah yang Alex dengar dari Pengawal Pribadi Sonia.
Meninggalkan Alex dan keluarga nya, Sonia sudah dalam mobil menuju sekolah. Namun di pertengahan jalan, Mobil nya di hadang sebuah mobil Jeep Hitam.
Dalam Mobil itu keluar Tiga lelaki berbadan besar, dan siap menarik Sonia masuk ke mobil Mereka.
Namun Sonia berontak, dan Pengawal merangkap sopir itu akan menolong Sonia, namun Sebuah peluru mengenai kaki Nya sehingga dia Terluka dan tidak Bisa menolong Sonia.
Saat akan melintas menuju perusahaan, Damian dan Zean melihat ada Yang melakukan keributan di tengah jalan dengan Senjata api.
Awal nya mereka tidak mau terlibat, namun saat Damian melihat anak SMA itu dan Mengenal seperti gadis yang dia cari tahu, seakan mata Itu meminta pertolongan nya, Zean berhenti Laurika membutuhkan aku! Ucap Damian Tiba-tiba, membuat Zean terkejut dan mengerem mendadak.
Damian keluar mobil dan Menarik Sonia ke samping Nya.
Jangan hanya berani dengan anak SMA kalian! siapa yang menyuruh kalian menculik gadis itu! ucap Damian datar dan aura yang mematikan.
Sementara Sonia menangis memegang ujung jas Damian ketakutan.
Zean keluar dan membantu Damian berkelahi.
Namun naas saat salah satu penculik Mengeluarkan Senjata api Nya, dia mengarahkan ke Damian" namun Dor
Dor Dua tembakan itu bukan mengenai Damian atau pun Zean Melainkan Sonia.
Soniaaaaaaa
Soniaaaaaa
Soniaaaaaaaaaa Teriak Damian menarik Sonia ke dalam pelukan Nya.
__ADS_1
Sonia tersenyum sebelum ambruk di pelukan Damian.
Ambulan ucap Damian kepada Zean, yang Berhasil mengalahkan Penculik dengan Cara Nya sendiri.
Tidak ada yang berani Mendekat" Damian mengangkat tubuh berdarah Sonia ke mobil Nya.
Zean rumah sakit sekarang! Ucap Damian berlari ke mobil Nya.
Zean Berlari mengikuti Damian. Di sepanjang perjalanan, Damian mengutuk diri nya yang tidak bisa melindungi Sonia.
Laura Bertahan Sayang! aku akan menyelamatkan mu! Ucap Damian membuat zean Mengeryit heran! Damian Dia bukan Laura! Ingin rasanya Zean berkata begitu.
Mobil itu tiba di rumah Sakit besar kota.
Para suster datang setelah mendengar Damian berteriak histeris.
Dokter dan suster langsung membawa Sonia ke UGD, DAN Lagi menjalani tindakan
Setengah jam kemudian! keluarga Pasien! Ucap Dokter Dengan wajah cemas.
Saya dok! Ucap Damian Yang akan bertanggung jawab sebelum Alex tiba.
Sebelum nya Zean telah menelpon alex memberitahu keadaan keponakan nya saat ini.
Tuan Damian! Ucap Dokter wanita itu Serius.
Begini tuan! gadis itu terkena tembakan di perut bawah, dan Pangkal Paha Nya!
Kami ingin meminta perizinan anda untuk melakukan Operasi Secepatnya! demi menyelamatkan nyawa nya! ucap dokter itu, dan Damian Langsung berkata" lakukan yang terbaik untuk Gadis itu Laurika ku! Ucap Damian dengan air mata yang turun.
__ADS_1
Dokter bergegas berlalu masuk dan Kemudian keluar dengan brankar Sonia menuju ruang Operasi.