Unforgettable Moment

Unforgettable Moment
Pesan Dari Sahabat...


__ADS_3

Halo Para Pembaca, Selamat Datang Di Karya Pertama Aku🙏, Aku Harap Kakak Semua Suka😍, Dan Jangan Lupa Untuk Senantiasa Mendukung Karya Ini Ya😊


Terimakasih!!!


Selamat Membaca!!! #


"Siapa yang suruh Facebook aku?" tanyaku kesal kepada


Mas Donny yang waktu itu sedang asyik membuka-buka Facebook-ku. Kebiasaan, deh! Kakakku yang satu ini emang selalu ingin tahu urusan orang.


"Iseng aja!" katanya santai. Memang menyebalkan! "Kok, iseng, sih?" kataku sewot. Emang keterlaluan, ya, ini anak.


"Ini, ada pesan baru dari teman kamu yang ada di Amerika. Itu... Si Ellen!" kata Mas Donny mengalihkan pembicaraan.


Mendengar ada pesan dari sahabatku, Ellen, aku enggak bisa marah lagi kepada Mas Donny. Marahku hilang berganti senang.


"Oya?" kataku nyaris tidak percaya. Masalahnya, sudah lama sekali aku dan Ellen tidak saling komunikasi. "Maaf, ya, sekarang giliran aku. Jadi, silakan Kak Donny angkat kaki dari kursi itu!" candaku.


Pesan Ellen Cole


Ellen


Hana sayang,


Anda mungkin tidak ingat saya, kan? Oke, hanya memastikan, aku salah satu teman lamamu. Jadi, bagaimana kelas 9? Seru? Aku sungguh merindukanmu. Yah, kami semacam mengadakan reuni di sini. Ingin tahu apakah orang non-Amerika dapat kembali. Tapi, saya kira satu dari sejuta peluang. Hei, Anda tidak pernah percaya apa yang terjadi di sini, beberapa bulan yang lalu SMP kami, pergi ke museum dan melihat beberapa selebriti. Pada saat itu, saya benar-benar sedih karena Anda tidak ada di sana.


Hei, ingat Trace dan Donald? Mereka juga sangat merindukanmu. Bahkan lebih dari saya. Anda adalah salah satu orang yang tak terlupakan bagi kami.

__ADS_1


Dari teman-teman terbaikmu,


Donald, Trace, dan Ellen


Sungguh menyentuh dan mengharukan. Mataku pun kaca-kaca membaca pesan itu. Apalagi, saat aku membaca ka- ber- limat penutupnya. Aku terdiam sebentar, mengelap air mata yang mulai membasahi pipiku.


Memutar ulang


Doar Ellen, Trace, dan Donald, Hai! Kami tidak bertemu satu sama lain sejak tahun lalu, kan? Aku tidak pernah lupa siapa kalian aro. Pertama, izinkan saya mengatakan ini, APAKAH ANDA GILA ?! Mengundang semua orang non-Amerika untuk datang ke reuni? Tapi, sungguh manis kalian masih ingat semua teman SMP kalian. Wow... Selebriti?! Saya menduga itu umm... Kristen Stewart dan Robert Pattinson? Haha ... Hanya menebak. Hal-hal mengagumkan terjadi di sini. Saya sangat senang bisa kembali ke sini, tapi sangat sedih berada jauh dari semua teman tersayang saya.


Aku tidak percaya Trace dan Donald masih mengingatku dan merindukanku! Apa yang bisa kukatakan? Nah, kalian adalah teman-temanku yang tak terlupakan dan baik yang tidak pernah pantas diganti. Saya berharap dan bertanya-tanya apakah saya bisa kembali ke sana, apakah saya masih bisa melihat kalian? Aku hanya akan mengatakan, aku mencintai kalian dan sangat merindukanmu!


Dengan air mata kebahagiaan dan cinta, Hana, teman sekolahmu dulu Aku membeku sejenak. Tiba-tiba, teringat saat aku di Amerika bersama Trace, Donald, dan Ellen. Jika aku menulis. kan segala hal tentang mereka, tidak cukup tiga kertas folio untuk mendeskripsikannya.


"Ya, ampun! Nangis?" Mas Donny menggodaku melihat mata dan hidungku yang merah. "Diem, deh, jangan ngeledek! Kayak Mas Donny enggak saat dia pernah nangis aja!" jawabku sewot.


"Emang anak cowok enggak punya air mata?" kataku mem-pertanyakan. "Ya, punya, dong! Tapi bukan untuk nangisin yang begi- tuan!" katanya lagi.


"Yeee.... berarti anak cowok juga suka nangis!" jawabku enggak mau kalah.


TING... TONG...! Bel rumahku berbunyi dan menghen- tikan pertengkaran kami.


"Ada tamu, tuh, Mas!" kataku. Maksudnya, memerintah Mas Donny dengan sangat halus-untuk membukakan pintu. "Bukain, gih, sama kamu!" Mas Donny malah balik me- merintah.


"Yeee..., sama Mas Donny aja, kali. Siapa tahu temennya Mas Donny. Aku lagi tanggung, nih!" jawabku. Jujur aku emang lagi tanggung ngecek inbox di Facebook.


"Iya, deh, aku ngalah.... Biar aku yang bukain pintunya!" katanya sambil berlalu, meninggalkan aku sendirian. Aku pun hanya cekikikan melihat tingkah Mas Donny.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba aku mendengar teriak-an Mas Donny dari bawah. "Hana! Teman-temanmu, nih!" panggil Mas Donny lan- tang.


"Siapa?" suaraku tidak kalah lantang dari suara Mas Donny.


"Amanda cs!" jawabnya lagi.


Aku pun langsung turun menuju ruang tamu untuk me- nemui teman-temanku. "Kita ke kamarku aja, yuk!" ajakku kepada mereka.


Sejak awal masuk kamarku, Chacha langsung memandangi poster Disney Channel, idola yang kupajang di kamar ke- sayanganku. Kalian pasti tahu, kan, siapa yang dia pandangi di poster yang lebar itu? Dugaanku pertama adalah Miley Cyrus, tapi kemudian aku berpikir lagi. Nick Jonas-lah yang melintas di benakku.


"Ehem...!" Sena mendeham. "Mulai, deh! Demam Nick Jonas-nya kambuh seketika," ejek Sena.


"Sirik?" tanya Chacha.


"Ngapain sirik? Kan, aku udah bilang kalau aku lebih keren dari mereka," balas Sena sekenanya.


"Cicce! Cha, kayaknya Si Sena mau perhatian dari kamu, tuh! Soalnya dari kemaren, dia ngusilin kamu terus!" goda Kevin yang sempat mendengar kalimat terakhir dari Sena. Aku dan Amanda tertawa kecil.


"Oh, ya? Sini aku kasih perhatian sama kalian berdua!" kata Chacha yang ternyata dari tadi menahan kesalnya pada dua anak laki-laki itu. Dia mengambil bantal dan memukulkannya pada Kevin dan Sena.


Kevin dan Sena pun mencoba menghindari pukulan Chacha. Aku dan Amanda hanya tertawa melihat tingkah ke- tiganya.


Setelah suasana mulai tenang, semua memasang wajah se- rius. Mereka ternyata sudah siap mendengarkan ceritaku. Bah- kan, saking seriusnya, membuatku ingin tertawa karena lucu. Tampang serius mereka mengingatkanku pada pelajaran Bu Dian, guru yang dijuluki "The Killer Teacher".


Bersambung!!! #~


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian, Dengan Cara Like, Komen, Vote, Gift And Favorit! Author Tunggu Dukungannya. Terimakasih!!! #~

__ADS_1


__ADS_2