
"life is about dealing with something no matter you hate or love it, so choose what you want to deal with"
••••
"Telah di temukan mayat Perempuan cantik di pinggiran Jembatan Peve, kesimpulan sementara dari korban ialah korban meloncat dari atas jembatan kota Peve dan di temukan mengapung setelah ada salah satu warga yang melintasi pinggir jembatan tersebut. tidak diketahui jenis atau motif dari insiden ini, polisi sudah berada di TKP dan bersiap untuk melakukan tindak lebih lanjut" ucap wartawan yang sedang melakukan siaran berita di televisi
Pria itu berdiri mengambil setelannya, dan beranjak dari tempat duduk setelah mengetahui jam tangannya menunjukkan sinar berwarna merah,
"Aku pergi dulu" ucapnya lalu memasang jasnya, dan pergi meninggalkan cafe.
.
Arwah siswi tersebut keluar dari raganya, dan berdiri menangisi keadaannya sekarang, dia menangis keras melihat badannya yang terbujur kaku, di tutupi oleh plastik mayat yang sedang di angkut polisi menuju ambulan,
hawa dingin menyelimuti malam itu, bulan bersinar sangat terang, malam yang tragis baginya karena harus mati di malam yang seindah itu.
"Kim Hyunjung atau Seola, lahir tanggal 24 Desember 1994 dengan usia 23 tahun, pekerjaan penyanyi. meninggal karena terjun dari Jembatan Peve pada sore hari, pukul 5 waktu setempat. ini kamu kan?" ucap Pria yang berbusana serba hitam yang tiba-tiba muncul dan berdiri di sebelah arwah perempuan yang baru saja mayatnya di temukan itu.
__ADS_1
"i-iya," ucap arwah perempuan itu, iya menjawab dengan terpatah-patah karena berusaha menghentikan tangisnya yang tak berujung.
"Kamu sudah meninggal, ikut aku ke cafe" ajak Pria tadi yang ternyata adalah Grim Reaper yang datang menjemputnya
Sang Arwah mengganguk dan mengikuti arahan dari Pria tersebut, mereka berjalan menuju arah Utara, dan lama kelamaan tubuh mereka menghilang, karena berteleportasi dengan alami.
Mereka masuk kedalam sebuah cafe, yang tidak cukup asing. pemandangan yang seolah-olah cafe biasa dengan tema acoustic dan melody, menjadikan cafe tersebut tempat yang nyaman dan indah.
Cafe tersebut bernama 'Riffee Cafe', tertulis di papan besar di atas pintu masuk cafe tersebut, alunan instrumen gitar yang menyejukkan hati membuat cafe tersebut terasa damai, dan indah.
"Jin, buatkan coffee yaa, sama amplopnya. terima kasih" setelah menyampaikan pesanan, ia kembali menuju Arwah Seola, dan duduk di depannya.
"Sekarang aku harus apa?" tanya Arwah Seola pada Malaikat maut itu. Ia terlihat kebingungan, dan sepertinya tidak tahu apa-apa tentang afterlife
"Choose your choice" ucap Malaikat maut dengan mata yang menatap tajam Arwah Seola,
tatapannya yang begitu dingin dan menusuk, membuat suasana yang tadinya nyaman berubah menjadi menyeramkan, ruangan menjadi setengah gelap, lampu cafe tiba-tiba tidak berfungsi normal dan kelap-kelip, dan terdengar suara-suara aneh yang tidak tahu dari mana asalnya.
__ADS_1
"Ini kopinya, dan amplopnya" celetuk Soojin yang datang dari belakang dan memindahkan cangkir kopi dan amplop dari nampan menuju meja,
Suasana yang tadinya menyeramkan, kembali seperti semula karena kehadiran soojin. setelah meletakkan cangkir dan amplop, ia kembali ke tempat asalnya di meja resepsionis dan menundukan kepala sambil tersenyum kecil dan lebih terlihat seperti smirk.
"Ini Kopi damai, dan yang didalam amplop itu adalah tiket menuju akhirat" ujar Malaikat maut menerangkan
"Kamu hanya bisa memilih 2 pilihan, ingin tetap di dunia dan bergentayangan atau pergi menuju akhirat. Kopi damai ini berfungsi untuk menghilangkan semua ingatan dari otakmu, fungsinya seperti mesin pembersih semua dendam, keki, dengki, memori akan hilang. baru setelah itu kamu akan pergi ke akhirat bertemu dengan Tuhan"
"tentang Neraka atau Surga, itu urusanmu dengan Tuhan, aku hanya menjemput dan membuatmu memilih keputusan. tinggal di dunia berarti kamu akan bergentayangan dan menyelesaikan semuanya entah butuh berapa lama, kamu akan dapat amplop lagi setelahnya. jika melakukan kesalahan atau ketahuan bekerja sama dengan demons. kamu akan otomatis ke Neraka, paham?"
Arwah Seola menggangguk tanda mengerti semua yang di jelaskan oleh Malaikat Maut, "I-iya paham,"
"Oke, silahkan" ucap Malaikat Maut memberikan kesempatan untuk Arwah seola untuk memilih keputusan.
Ia mengambil cangkir kopi, dan bersiap untuk meminumnya. "Aku akan ke akhirat, aku sudah selesai dengan dunia ini" ujarnya lalu meminum kopi tersebut,
••••
__ADS_1