Unknown Cafe

Unknown Cafe
3 - Si Kompeten


__ADS_3

"Park Jo Kwon, kelahiran 2 Januari 1988


umur 32 tahun. pekerjaan seorang salesman dari Perusaan Zia Motor, meninggal karena ditembak polisi saat mencoba melarikan diri karena telah tertangkap basah mencuri uang dari akun perusahaan, ini kamu kan?" ucapnya dengan nada pelan, dan tatapan yang dingin kepada roh itu


"Hm? Bukan tuh? Kau salah orang kayaknya ? Hahahaha" jawabnya sambil tertawa keras, "Aku belum mati bodoh, interogasi macam apa ini. kalian pikir aku akan takut jika di perlakukan seperti ini"


Shusshh!


Malaikat maut itu menghilang, dan jalanan tersebut berubah menjadi pekat, dan gelap. orang-orang yang melintasi jalanan tiba-tiba menghilang.


Shashhh!


Ia tiba-tiba muncul didepan Arwah itu, menatapnya dengan tajam, dilengkapi dengan smirk khas yang ia miliki.


"Maaf, aku tidak tertarik jadi polisi" ucapnya lalu menusukkan tangannya ke perut Arwah tersebut.


Akhh!


"Berhenti cengeng dan ikut aku ke Cafe" sambungnya


••••



Jung Jaewon ( 정재원 )


9 Maret 1800


Senior dari Soojin dan Sana, dan Junior dari Jongsuk. Jaewon adalah malaikat yang kompeten dengan kekuatan yang ia miliki, Ia bahkan sering mendapat penghargaan karena kemampuannya itu, dan banyak malaikat yang mengakui kehebatannya. Jaewon adalah salah satu malaikat berprestasi yang ada di Cafe Riffee,



Minatozaki Sana ( 사나 )


29 Desember 1949


Pegawai Cafe yang termuda, Sana bergabung menjadi malaikat maut di umurnya yang baru menginjak 20 tahun.


Ia juga di juluki sebagai malaikat yang kompeten, malaikat maut yang memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi kepada para arwah, meskipun begitu karena Sana adalah anggota yang paling baru jadi dia masih sering melakukan kesalahan.


•••


"oiya tentang operasi kamu sebentar lagi akan berlangsung, tolong jangan makan atau minum dulu ya dek," ucap Suster kepada pasien yang terbujur kaku dan hanya mengiyakan perkataan Suster tersebut


Jaewon membuka bilik tersebut, "Jeonhyuk?" panggilnya


"Mohon maaf mas, anda siapa ya?" tanya suster kepadanya. Jaewon hanya menatap suster tersebut selama beberapa detik, dan selepas itu suster tersebut tersenyum dan pergi keluar dari bilik pasien itu.


"Hmm?" jawab Jeonhyuk dengan kondisi yang lemah, ia berusaha menatap Jaewon yang berdiri didepannya

__ADS_1


"Jung Jeonhyuk, kelahiran 31 Agustus 1992 berumur 25 tahun, pekerjaan seorang Pelayan restoran Mac'n Chill. meninggal karena sakit keras di rumah sakit, apakah ini benar?" tanyanya


"Iya" balasnya dengan pelan dan menganggukan kepalanya. bersamaan dengan itu air mata segar jatuh dari matanya, mengalir turun dengan indahnya.


"Kamu bebas dari sakitmu, Ayo ikut aku ke Cafe"


•••


"Selamat datang di Cafe Riffee, dan selamat menikmati kopi ini." ucap Jaewon


Jeonhyuk dan Jo Kwon hanya kebingungan, dan membolak-balik bola matanya melihat seisi kafe,


"Kopi ini untuk kebahagiaan, kalian akan bahagia dan langsung pergi ke Akhirat menemui takdir kalian. jika tidak minum kopi ini, kalian akan dilarang ke Akhirat dan harus tinggal di dunia" jelasnya


"Em kalau aku tinggal? apa aku menjadi hantu?" tanya Jo Kwon


bersamaan dengan itu Jeonhyuk langsung mengambil cangkir kopi dan meminumnya dengan perlahan


"Eh anak muda! apa yang kau lakukan?!" bentak Jo Kwon yang tadinya fokus ke Jaewon


"Aku sudah selesai pak, aku sudah bebas. aku tidak sakit lagi, dan mau lebih bahagia" balasnya dan lagi-lagi ia mengeluarkan air mata dari matanya. Ia berusaha mengusap air matanya lalu tersenyum lebar kepada Jo Kwon dan Jaewon.


Jeonhyuk mengambil amplopnya, "terima kasih, Kak Jaewon dan Pak Jo Kwon. aku pergi duluan ya" pamit Jeonhyuk lalu pergi meninggalkan Cafe


"Wah sialan pemuda itu," gumam Jo Kwon


"Iya kau akan bergentayangan di Bumi sampai saat yang tidak di tentukan, seolah Roh yang tersesat" jawab Jaewon dengan smirk nya


"Ambil amplopnya, dan pergi lah ke Akhirat"


Jo Kwon mengangguk dan mengambil Amplop tersebut, Ia pamit dengan Jaewon lalu berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari Cafe


setelah itu, Jaewon ikut mengambil gelas dan meminum beberapa teguk dari kopinya.


Shuushh!!


Jongsuk muncul tiba-tiba dihadapan Jaewon, dan duduk di atas meja


"Begini cara mu menakuti Pria tadi? Hahahahhaha" ledek Jongsuk


"Tapi tetap keren kok, meskipun trik yang sangat biasa" cela Jaewon


Shusshh!


Sana juga ikut muncul di hadapan Jaewon dan duduk di kursi depannya Jaewon.


"Aku sedih karena kematian Jeonhyuk, ga ada lagi yang bakal memberikan senyum manis untuk ku saat sarapan di Restoran itu" ucap Sana lalu membanting kepalanya ke meja dengan keras


"Tak apa, Aku bisa memberikanmu senyum yang banyak" ujar Jaewon sambil tersenyum berusaha menenangkan Sana yang sedang bersedih

__ADS_1


"Senyumanmu horor Oppa, bahkan bisa membuat orang mati dengan senyuman itu" celetuk Soojin yang berjalan menghampiri mereka


"Loh Ga ikut pakai jurus Jaewon?" tanya Jongsuk


"Aku tidak ingin meledek Jaewon Oppa, Sunbaenim dan Sana terlihat excited dengan trik itu, dan membosankan jika aku ikut" balas Soojin


"Wah, tengkyu Soojin, Kamu memang ba-" belum sempat Jaewon Mengakhiri katanya Soojin menghilang


shusshh!


Ia muncul dan duduk di samping Sana, "tapi boong, Hahahahahah"


"Sialan kalian semua, apa kalian mau pergi ke Akhirat sekarang?" ujar Jaewon


Mereka bertiga tidak merespon pertanyaan tersebut, dan malah Jongsuk dan Soojin berusaha menenangkan Sana dengan mengelus-elus rambut dan bahunya.


"Jawab aku bodoh" teriak Jaewon


"Soojin jangan berusaha mengelus dada Sana" ucap Jongsuk


"Aku tidak melakukan hal semacam itu, Sunbaenim jangan Suudzon" jawab Soojin lalu mengelus-elus Bahunya dan membawa elusan tersebut mengarah kepada dada Sana


Sana yang sadar, ia lalu menggigit tangan Soojin yang berusaha menggapai Dadanya


Arggh!


Shhh!


"Jangan mendesah bodoh" teriak Jaewon "Ada Leluhur yang tidak berguna, Ada Pelayan yang mesum, dan ada si Manis yang sebenarnya ga manis manis amat. kalian semua tidak berguna" sambungnya


"Sakit! lepasin oi!" ujar Soojin lalu menarik tangan nya dari Mulut Sana. Ia mengelus-elus tangannya sendiri karena kesakitan


"Kau pernah casting menjadi Bintang Film Dewasa kan Soojin?" tanya Jongsuk "Desahanmu sangat menghayati seolah-olah kamu masokis, seperti mereka yang di Resto yang melakukan mukbang tadi. mereka berdua Bintang Film Dewasa"


"dari mana Sunbaenim tau itu perbedaan desahan itu, apa perbedaannya?" tanya Jaewon


"Perbedaannya seperti ini," ucap Jongsuk lalu menampar Wajah Jaewon dengan keras


Plak!!!


AGH! 


"idiot, sakit bodoh" teriak Jaewon dengan memegang pipinya yang terlihat memerah karena tamparan Jongsuk


Plak!!!


AGHHH!!! SAKIITTTT OII!!!


Jongsuk menampar pipi Jaewon yang sebelahnya

__ADS_1


"Untuk ketidaksopanan makhluk berdosa sepertimu karena tidak memanggilku sebagai senior"


__ADS_2