
Mereka semua memang aneh
Kenapa semuanya memakai All in black
pengen ngelayat?
tapi kenapa ngelayatnya tiap hari
"Duh aku gabisa tidur, kepikiran sama orang-orang itu"
Aku membuka mataku lebar-lebar, melihat jam dinding yang menunjukan pukul 11 malam.
Sudah lumayan larut, sepertinya segelas air dingin akan membantuku rileksasi untuk tidur yang nyaman
Aku berdiri dan meninggalkan kasur, berjalan menuju dapur.
Tapi pria itu tampan juga,
Aku tahu pasti dia lebih tua, jadi dia Oppa hahaha
Tapi apakah dia menolak saat bisa menyentuh tubuhku yang hampir telanjang
ya anggap saja aku telanjang, karna baju itu tidak membantu sedikitpun
duh
kok aku jadi mikirin pria itu
Ketika sampai di depan Kulkas, aku membuka pintu kulkasnya dan mengambil botol minum mineral yang sudah dingin.
meminumnya beberapa teguk, dan mengembalikannya lagi ke tempat semula.
Blazer nya harum banget, Dia orang yang classy dan maskulin
••
"Duh kok seperti ada yang ngomongin aku ya"
"Perasaan Oppa aja kali, ga ada yang ngomong tuh" Ucap Sana sambil mengeratkan kembali pelukannya kepadaku
"Beneran, ..."
"LOHHH??!! KOK KAM BISA ADA DISINI?"
"Ga bisa tidur, dingin. kalau meluk Oppa jadinya dingin" jawabnya dengan setengah tertidur
"Kenapa ga sama Jaewon atau Soojin?"
"Canggung, dan aneh aja kalau tiba-tiba datang ke kamar mereka dan tidur berpelukan" sambungnya
Apa kau pikir tidak aneh juga kalau kau tiba tiba datang ke kamar ku dan tidur memelukku seperti ini
"Ayo cepat tidur oppa, besok sana akan ijin untuk libur. jadi kita tidak akan ketemu dalam beberapa hari" ucap Sana dengan matanya yang sudah tertutup
"Hm, okedeh. selamat tidur"
Aku membalas pelukannya, mengelus-elus punggung cewe mungil itu, meskipun sudah umur segitu, dia masih saja bertingkah seperti anak kecil. menggemaskan, terkadang.
Puas mengelus-elus punggungnya, aku mengarahkan tanganku ke kepalanya. memberikan pijatan pijatan kecil, dan mengusap-usap rambutnya hingga kami berdua terlelap bersama.
Malam itu berakhir dengan berbagi pelukan hangat bersama Malaikat
Pagi harinya
"Hmmmmmm, wooaahhhh" Sana terbangun dalam posisi duduk, dan langsung menguap melebarkan kedua tangannya ke udara
"Loh, Oppa mau kemana?" tanyanya
__ADS_1
"Nganterin Kamu"
Aku sudah dalam kondisi bersih, wangi, dan siap untuk meluncur. sekarang lagi memakai jam tangan, kalung, serta memakai Skincare untuk pagi hari sebelum memulai aktivitas di depan cermin
"Emmm, Oppa?" panggil Sana, yang berusaha berdiri dari kasur dan merapikan tempat tidurku "Kayaknya Sana pergi sendiri saja, Oppa tidak usah antar. terima kasih tawarannya"
Setelah berkata begitu, Sana langsung keluar dari kamar dan menutup pintuku dengan tidak sengaja, pergi berjalan ke kamarnya
Loh tumben /?
Okedeh, kalau tidak jadi mengantar sana. Aku akan pergi untuk menonton Bioskop, aku ingin bersenang-senang menikmati hari ini
Aku sudah selesai, keluar dari kamar. dan menuju ruang depan. disana sudah ada Soojin dan Jaewon yang sedang minum teh bersama, Aku menghampiri mereka dan duduk di sebelah Soojin
"Sana izin mendapatkan Libur, ingin mengurus sesuatu" ucap Jaewon sambil menyeruput tehnya
"Iya sudah tau, terima kasih infonya"
Aku mengambil cangkir tehnya Soojin, menyeruput tehnya dengan pelan
Hmm Hambar
Meletakkan kembali cangkirnya di depan Soojin
"Hambar ya sunbae? Hahahaha lagian sunbae lupa ya, aku kan suka teh tawar" ujar Soojin sambil tertawa kecil
Aku menatapnya dengan senyum lebar, mengalihkan fokus ku hanya ke wajahnya
Pipi Soojin memerah, dan berusaha memalingkan wajahnya ke samping menghindari tatap muka dengan ku
"Sunbae kenapa? Kenapa tiba-tiba begini ?" tanya Soojin
"Kayaknya, aku dapat kemampuan baru"
"Kemampuan seperti apa?" tanya Jaewon
"Brusshh-"
Jaewon tersedak dan tidak sengaja menyemburkan tehnya ke baju dan wajahku
"Uhuk! Uhuk! Sunbae maaf, tidak sengaja" Ujar Jaewon sambil berusaha membersihkan baju dan wajahku menggunakan sapu tangannya
"Aku akan ambilkan baju ganti untuk sunbae," Kata Soojin, lalu pergi berlalu meninggalkan kami berdua
"Tuhkan benar, tadi Sana juga seperti itu"
"Seperti Apa gimana?" Jaewon terlihat kebingungan, dan mencoba memahami situasi
"Sudahlah, tidak perlu tahu. ini urusan negara"
Berarti cewek itu juga ?
Tak sampai beberapa menit, Soojin kembali dengan membawakan ku baju ganti berupa kaos hitam dengan Logo Gucci, dan Jaket Bomber polos dan juga berwarna hitam.
Soojin menyerahkan baju ganti tersebut kepada ku,
"Loh kenapa ba-"
"Baju Kaos Sunbaenim yang polos masih di cuci semua, jadi ku pinjamkan baju kaos ini. Sunbae mau pakai, atau membiarkan dada sunbae dingin karna hanya memakai jaket." selanya
"Tapi kan aku punya kemeja,"
ucapku sambil melepaskan kaos dan Jas ku, aku melepaskannya dengan perlahan. menghindari basahnya mencapai tempat lain yang masih kering.
Menaruhnya di hadapan Jaewon, "Cuci atau kepala kau ku penggal jadi main dishes di Kafe ini"
"Sunbae kenapa buka baju disini ?" Soojin tercengang melihatku,
__ADS_1
Aku sudah telanjang dada, dan menyadari kalau sedari tadi Soojin memperhatikan badanku. Aku langsung meraih Kaosnya, dan menutupi bagian tubuh depanku
"Astaga, maaf aku lupa"
"Tidak apa-apa sunbae, terima kasih atas Roti Sobeknya." ucap Soojin lalu bergegas pergi ke meja kasir.
Astaga Apa yang ku lakukan
"Aku akan menaruh ini ke belakang, aku permisi" ucap Jaewon lalu pergi kebelakang,
sesaat Jaewon membuka pintu, keluar Sana dari belakang dengan pakaian rapi dan elegan tentunya berwarna hitam. Ia sepertinya sudah siap untuk pergi,
"Oppa, aku akan izin libur un-"
"Oooo-"
Astaga
Aku berusaha menutup-nutupi bagian dada ku dengan kaos itu, tapi seketika Sana keluar dari Pintu dan melihatku
Dia terkejut, dan langsung memancarkan rona merah di kedua pipinya
"Oppa, Eonnie, aku pergi sekarang. selamat tinggal" pamit Sana, dia langsung berlari keluar Kafe menggunakan Heelsnya
Tanpa membuang waktu, aku langsung memakai kaos tersebut, dan melengkapinya dengan jaket Bomber.
Ada apa dengan hari ini
Aku mengeluarkan Ponselku dan kembali duduk di kursi,
melihat-lihat isi Ponselku, dan ternyata ada pesan dari seseorang
Dawon Sunbaenim
ada masalah,
bisa mampir sebentar
Jongsuk Tampan
baik sunbae,
aku akan kesana
Dawon Sunbaenim
sialan, apa-apaan nama kau itu
oke aku tunggu
Jongsuk Tampan
ini ciri khas, jangan iri
baik bos
ada masalah apa ya ?
Aku memasukkan kembali ponselku, dan pergi bergegas menuju Rumah Dawon Sunbaenim.
Dawon Sunbae adalah Sunbaenim pertamaku saat bekerja sebagai Malaikat maut, kini ia bertugas sebagai Malaikat Maut bagian Informasi, jika terjadi kesalahan atau hal serupa dia adalah orang yang mengatasinya
Yang pasti masalah yang berhubungan dengan maut, Arwah, dan Malaikat penjemputnya
Oiya, Dawon sunbae berhenti dalam tugasnya memimpin Malaikat saat semua anak buahnya sudah bisa memimpin Malaikat lain sama seperti yang kulakukan sekarang, dulu Anak buah Dawon sunbae kurang lebih 20an, jadi tidak terbayang berapa lama ia menghabiskan waktu untuk mengajarkan anak-anak buahnya untuk menjadi seperti dirinya
Aku termasuk cepat, aku menjadi Anak buah yang lulus urutan ke 3, setelah lulus dari kepemimpinannya, aku langsung di tugaskan Memimpin malaikat maut yang lain.
__ADS_1
dan Anehnya dari urutan 1 sampai 10 yang lulus, hanya aku yang mendapatkan Anak buah yang paling sedikit, Yang lain rata-rata mendapatkan minimal 5 dan maksimal 15