Unknown Cafe

Unknown Cafe
2 - Si Lucu


__ADS_3

Jongsuk bangun dari tidur, duduk di ranjang. mengusap-usap matanya dengan kedua tangannya.


"Oaaahhhh"


Mulutnya menguap lebar, sembari merentangkan tangan ke udara


Ia berjalan menuju kamar mandi, menghidupkan kran wastafel dan membasuh muka serta menyikat gigi.


setelah selesai, ia memakai setelan hitamnya lengkap dengan topi fedora yang membuat penampilannya semakin lit


"Soojin, aku mau makan di luar, tolong jaga cafe" ucap Jongsuk,


"Baik Sunbaenim, silahkan. makan yang banyak ya" balas soojin dengan ramah sambil tersenyum lembut kepada Jongsuk


.


Aku memasuki Resto tersebut, melihat sekitar untuk beberapa detik mencari tempat yang kosong.


Ketemu


Aku langsung menghampiri kursi tersebut, dan duduk disana sambil melihat-lihat menu.


Sekarang jam 7 pagi, dan suasananya sangat ricuh karena orang-orang sedang sarapan sebelum berangkat kerja atau pergi ke sekolah.


Tidak ada bunyi mengobrol atau bercanda gurau, mereka sibuk dengan makanan masing-masing.


"Pesan apa Pak Jongsuk?" celetuk waiter, yang tiba-tiba menghampiri ku


"Kena Shift Pagi ya? Aku pesan mie kuah dan teh hangatnya"


"Hehe iya, yang biasa masuk Pagi si Jeonhyuk sedang sakit. baiklah, tunggu sebentar ya" waiter tersebut mencatatnya di buku, dan pergi berlalu meninggalkan ku


Mulai besok sepertinya dia yang akan masuk pagi terus


Aku tersenyum, dan melihat orang-orang yang sedang makan dan aku menemukan dua orang yang sedang melakukan Mukbang


Ya, mereka terlihat tersiksa dengan makanan pedas itu, tapi entah kenapa tetap memakannya padahal tau itu menyakitkan. Dasar Manusia


Masokis.


tidak lama kemudian, datang seorang perempuan yang cantik, dan memiliki vibe lovely. perempuan itu sangat terang bersinar, seperti malaikat.



Ya dia malaikat.


Sana, namanya. salah satu malaikat dari tuhan, parasnya cantik, sifatnya baik. cukup untuk mendeskripsikan ciptaan tuhan yang indah dan menakjubkan.

__ADS_1


Tapi,


Dia malaikat maut.


Oke, awalnya aku juga kaget. as a Grim Reaper aku tidak menyangka bisa mendapatkan junior or even rekan kerja yang se random sana.


tapi dia memang malaikat maut, Sana menjadi malaikat maut yang termuda di cafe ku, dia bergabung 50 tahun yang lalu, jika seandainya dia belum mati. mungkin sekarang sudah memiliki banyak cucu, tapi keturunan keluarganya selesai saat dia meninggal karena dia anak sulung, meskipun memiliki background yang sangat sedih tapi image sana tidak menggambarkan itu, dia sangat baik sangat ramah sangat penyayang sebagaimana seorang malaikat, tapi bukan malaikat maut.


Rencana Tuhan tidak ada yang tahu, ungkapan cocok untuk orang seperti sana.


Ia menghampiri ku, dan duduk tepat di depan ku.


"Baru Bangun, Sunbaenim?" tanyanya dengan senyum manis


"Iya-"


"Permisi, boleh mengganggu sebentar? boleh aku foto bareng pacarmu? dia cantik banget" celetuk salah seorang pelanggan Resto yang tiba-tiba menghampiri kami selang Sana yang baru saja duduk


sialan. sudah kuduga, sana pasti datang mengacau.


"Em boleh, pacar ku ga akan marah kok" ucap sana dengan lembut,


ngomong apa bocah ini,


ok, setelah makan aku akan menendang kepalanya di cafe


setelah selesai melakukan swafoto, pelanggan tersebut mengucapkan terima kasih dengan sana, dan berjabat tangan dengannya.


"Sana, jangan mengganggu sarapan ku"


"Maaf Sunbae, ga bermaksud bikinn Sunbaenim ga nyaman sama Sana. Sana ga akan ngelakuinnya lagi di depan Sunbae" balasnya sambil menundukan kepala sembari memainkan jari-jemarinya


"Oke bagus, permintaan maaf diterima. tapi tolong bantu aku kerja-"


"Permisi, kak Boleh minta fotonya?" ucap yang lain berdatangan setelah kepergian fans Sana yang sebelumnya


tapi kali ini lebih banyak, bahkan mengantri untuk itu.


the shits wrong with human, ****


"Mohon maaf, pacar aku galak. dia marah kalau ada yang berfoto dengan ku" Jelasnya dengan ramah kepada para penggemar nya


"Yah, padahal mau banget berfoto dengan kakak, wajah kaka cantik seperti Idol dan mirip banget kayak Malaikat" ucap yang lainnya


Iya dia memang malaikat, tapi bukan malaikat yang kalian pikirkan.


Setelah penolakan dari Sana tersebut, akhirnya situasi kondusif berakhir. makanan ku datang, dan Sana juga ikut makan menghabiskan pagi yang indah, di Resto itu

__ADS_1


Saat semua makanan telah habis, aku membayar bill menuju kasir, dan meminta sana untuk menunggu di luar.


Tring!


Sana


Sunbae,


Ada pelanggan


aku duluan


Jongsuk


Ya


Sepertinya, dia dapat notifikasi dari jam tangan, dia ditunjuk untuk menjemput arwah yang telah meninggal. well, terdengar menyeramkan jadi kami memutuskan untuk memanggilnya pelanggan dan lagi juga kami punya Cafe jadi cukup pantas untuk memanggil mereka Pelanggan, dan sistem kerja kami adalah bekerja ketika dapat informasi personal tentang pelanggan, Aku tidak pernah tahu siapa yang bagian menangani pemberian informasi ini, yang pasti dari tuhan. sebenarnya sistemnya kurang lebih seperti aku bisa bilang Ojek Online.


masing-masing akan berbeda sesuai dengan arahan. misalnya Aku yang dapat info, berarti hanya aku yang harus menjemput Pelanggan itu. begitu juga yang lainnya, selama aku mendapatkan info itu akulah yang bertanggung jawab atas Pelanggan. dari awal penjemputan sampai menuju Akhirat (berlaku juga untuk yang gentayangan).


Mudah untuk dipahami, dan cukup menyenangkan jika kamu mulai tertarik dengan pekerjaan ini. tapi, aku sudah 200 tahun di pekerjaan ini, membosankan? iya. apalagi harus bertanggung jawab atas semua Pelanggan yang jumlahnya tidak sedikit.


Oke, sekarang aku menuju kembali ke Cafe. berjalan seperti biasa, dan membuat diriku berteleportasi langsung masuk ke Cafe.


"Silahkan memilih" ucap Sana dengan ramah kepada Pelanggan itu


Aku lewat melintasi mereka, langsung menuju meja Soojin.


"Dia Spesial?"


"Iya Sunbae, dia adalah keturunan kerajaan. aku lupa namanya, ia meninggal baru saja. karena terkena serangan jantung, jika sunbae membuka televisi sekarang, Sunbae akan bisa menemukan berita tentang kematian dan upacara kematian keluarga kerajaan dimana-mana." jelas Soojin


"Wow, sudah lama tidak mendapat Pelanggan kerajaan, terakhir kali berakhir buruk karena Jaewon membuat Pelanggan Spesial kita gentayangan."


"Hahah, bener juga sunbae. tapi karena Sana yang menanganinya, aku yakin pasti baik-baik saja"


"Saya akan tinggal dibumi, menunggu istri saya meninggal. terima kasih" ucap Pelanggan Spesial itu, lalu pergi keluar dari Cafe.


what?!


okay, jangan biarkan aku membakar arwah brengsek itu


Sana membanting pelan kepalanya ke meja, dan terlihat sangat sedih karena tidak bisa membawa pelanggannya ke Akhirat.


"Semangat Sana! Pelanggan berikutnya pasti mau ke Akhirat kok!" teriak Soojin menyemangati malaikat maut yang cutie itu.


Sana bangkit dari duduknya, "Pelanggan berikutnya adalah Istri dari Pria darah biru itu" ucapnya dengan penuh semangat

__ADS_1


"Terserah mu saja, kalau bisa bawa semua Anggota Kerajaan itu ke Akhirat"


__ADS_2