
Aku menyandarkan lengan di meja kasir, dan mengobrol dengan salah satu karyawan mereka.
"Aku turut berduka karena kematian Jeonhyuk, kapan upacara pemakamannya dilaksanakan?"
"Ah, kalau tidak salah setelah dinyatakan meninggal Mayat Jeonhyuk langsung di bawa keluarganya ke kampung halamannya, katanya akan di makamkan di kampung halamannya" ucap salah satu karyawan
"Oo begitu, jadi tidak ada satupun dari kita yang bisa mengikuti pemakamannya?"
"sepertinya begitu, Pak" balas karyawan tersebut "Oiya, mau pesan apa?"
"Aku pesan paket ayam gorengnya saja, untuk berempat ya. minumannya sesuai paket saja" Aku menyerahkan kartu debit sebagai pembayaran atas bill
"Baik, tunggu sebentar" ucap Karyawan tersebut memproses pesanan ku, dan setelah selesai ia mengembalikan kartu ku
Aku menaruhnya kembali dan menuju meja makan yang sudah ada Jaewon, Sana, dan Soojin. Kami melakukan Makan malam Kecil-kecilan
Aku duduk di kursi sebelah Soojin,
"Oppa, jadi yang kemarin itu selamat dari maut ya?" tanya Sana kepada ku
"Secara teknis iya, dia berhasil selamat dari mautnya. lumayan aneh sih, ini juga pertama kalinya buat ku selama menjadi Malaikat Maut"
"Aku juga baru pertama kali mendengar hal seperti ini sunbae, apakah tidak akan berdampak pada siklus kematian dan kelahiran?" sahut Soojin dengan penasaran
"Aku pernah mendengar cerita semacam ini dulu dari Seniorku, kalau tidak salah. orang itu selamat juga dari maut, apapun faktornya seperti keberuntungan atau pertolongan dari orang lain, dia akan tetap di kejar-kejar oleh maut apapun yang terjadi"
"Jika dia terus selamat, maka akan ada satu waktu dimana dia harus menghadapi takdir dan menemui ajalnya"
"Aku hanya mendengarnya dari Seniorku dan tidak menyangka hal ini akan terjadi kepada ku"
"Bagaimana dengan Malaikat maut penjemputnya?" celetuk Jaewon "Malaikat maut yang bertugas menjemputnya gagal kan, seperti yang Sunbae sekarang lakukan. apa yang terjadi?"
"Akan digantikan tugasnya menuju Malaikat lain, semakin banyak maut yang berhasil ia lewati, semakin banyak Malaikat Maut yang berganti tugas untuk menjemputnya, hingga pada akhirnya akan ada Malaikat yang benar benar berhasil menjemputnya"
Aku mengambil gelas mineral ku, dan minum beberapa teguk.
"Jadi, Oppa gagal pada tugas menjadi Malaikat maut?"
BYUURR
__ADS_1
Aku menyemburkan air yang ada di tenggorokanku, "Uhuk! Uhuk! Ya seperti itu deh, untuk pertama kalinya aku gagal"
ting! ting!
welcome to mac'n chill
Kedua orang yang nampak tak asing masuk ke dalam resto, mencari tempat duduk yang kosong. dan mulai memanggil waiter
cewek yang kemarin
"Sana, mengenai yang keluarga kerajaan itu bagaimana? apa kabarnya?" Tanya Soojin
Aku kembali fokus dengan obrolan mereka
"Dia baik, rohnya penasaran tapi tidak mengeluarkan energi negatif, ia berusaha melindungi istri dan rumahnya. tindakannya tidak merusak sesuatu, tapi jika dia terus melindungi istri dan rumahnya dia akan membiarkan istrinya hidup lebih lama. dan artinya mereka tidak akan ke akhirat dalam waktu yang dekat" Jelas Sana
"Sepertinya Ia sayang sekali kepada istrinya ya, kata-kata pertamanya saja ia mengucapkan sesuatu tentang istrinya" Sambung Jaewon
"Haha, bisa juga tuh. padahal rasanya kemarin ingin mengutuk dan memusnahkan pria itu, tapi ternyata dia memiliki alasan kuat dan tekad yang bulat untuk menahan dirinya di dunia"
"Dunia memang penuh ragam, tidak semua orang yang bertahan adalah buruk, dan tidak semua orang yang pergi adalah suci"
Informasi tentang Orang yang selamat dari maut tersebut adalah Baekhyun, ia harusnya mati tenggelam di kolam itu. makanya aku datang untuk menjemputnya, dan secara tiba-tiba. aku malah menemukannya di kantin bersama dengan cewek itu
Saat sedang sibuk makan,
"Permisi" ucap seseorang yang mengganggu makan kami
"I-iya?"
cewek itu.
"Anu, mohon maaf mengganggu waktu makannya. tapi aku ingin mengembalikan ini" ucapnya lalu menyodorkan blazer hitam yang kemarin ku pinjamkan
Aku mengambilnya, lalu menaruhnya di punggung kursi ku.
"Terima kasih untuk bantuannya kemarin, untung saja bertemu disini. Aku tau kalian juga pelanggan tetap disini, baiklah mungkin itu aja. maaf sudah mengganggu" ucap cewek tersebut lalu pergi meninggalkan kami
"Kkk. Siapa yang kira Sunbae ternyata menolong Cewek Mukbang itu" Canda Jaewon
__ADS_1
"Lanjut makan atau ku patahkan tulang ekor mu"
"Baik sunbaenim" ucap Jaewon lalu melanjutkan makannya
••
"Dapat laporan dari Malaikat Maut lain, bahwasanya Teman Cewek Mukbang itu adalah orang yang berhasil lolos dari maut pada 6 bulan terakhir" ucap Soojin membaca Handphonenya, sembari mengelap gelas-gelas yang ada dihadapannya
"Dia juga yang orang yang ku maksud saat pergi kesekolah yang kemarin aku kunjungi"
"Aku jadi Kasian padanya, harus bertahan dan menghindari maut setiap waktu. maksudku semua orang memiliki maut, tapi kalau ada orang yang selamat beberapa kali sepertinya maut pasti lebih sering muncul"
"Apa boleh buat /? lagipula baik untuknya untuk tetap menjalani hidup tanpa tau musibah yang menunggunya" sahut Soojin "Oiya, Sana kemana sunbae?"
"Tidak ada jemputan, mungkin hanya ingin keluar mencari udara segar. atau bahkan Shopping barang-barang yang ia sukai"
"Ah begitu, pantas saja aku belum melihatnya sejak pulang dari Resto tadi"
Aku mengakhiri obrolan ku dengan Soojin, beranjak menuju belakang dan memasuki kamarku. melepaskan peralatan yang ada di badan ku seperti jam tangan, ponsel, topi, dan lain sebagainya
setelah itu, aku berbaring di kasur, dan menarik selimut.
Aku akan tidur sampai besok, semoga tidur ku lancar dan diberikan mimpi mimpi yang indah
Aamiiin.
Ok terdengar aneh untukku saat melakukan doa, tapi itulah aku. aku tetap berdoa, sepertinya yang lainnya juga. aku mengajarkan para Juniorku untuk tetap berdoa karena aku yakin, doa masih selagi di Dunia meskipun kami bukan manusia lagi.
Oiya, Kafe Riffe sudah termasuk asrama semua Malaikat Maut, jadi kami tidak perlu repot-repot mencari tempat tidur atau bahkan mencari rumah kami dulu tinggal.
Untuk pertanyaan dimana aku bisa mendapatkan uang, itu seperti benefit kami sebagai Malaikat Maut. semakin kompeten kami pada tugas, semakin rajin kami menaati tugas maka semakin banyak juga bonus yang akan kami dapat.
Intinya, pekerjaan yang lumayan menuntungkan bagi siapapun yang melaksanakannya,
Keberadaanku di bumi memang tidak ada, identitas terakhir yang mungkin kumiliki adalah semasa aku hidup, dan jika dipikir-pikir dengan kondisi sekarang. mungkin identitasku sudah tidak ada.
Aku hanya membuat asumsi-asumsi orang orang yang berpikir tentang ku menjadi positif, dan memberikan kontribusi berupa good vibe
Jadi meskipun tidak memiliki rumah, pekerjaan, identitas. orang-orang tidak akan mencurigai ku
__ADS_1