
Dijalan Khadijah dan Maryam selalu bertanya kepada Putri.
"Maaf mbak,mbak calon istrinya ustadz Zaky?" tanya Khadijah
"iya"
"Nama mbak siapa?" tanya Maryam
"Azzahra Chalisa Putri"
"Panggilan nya?" tanya Khadijah dan Maryam bersamaan
"Bebas kalian mau panggil gue apa juga,asal masih ada hubungannya sama nama gue."
"ohh,oke,kalau kita panggil mbak zahra boleh?" tanya Khadijah
"Boleh, tapi jangan pake mbak, langsung nama aja."
"loh,tapi gak enak Mbak,eh maksudnya Zahra" jawab Maryam
"Gak papa,lagian kayaknya kita seumuran" jawab Putri agak cuek dan dingin. Karena memang dia sifatnya seperti itu, dingin dan cuek kepada orang yang baru dikenalnya,tapi jika sudah sangat dekat akan terlihat sifatnya yang ramah,baik, senang bercanda dan rendah hati walaupun ia terlahir di keluarga berada. Setelah keliling pesantren, Putri diantarkan pulang kerumah kyai Hasyim oleh Khadijah dan Maryam karena hari sudah sore.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Putri
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua bersamaan
"Putri,ayo duduk disini,ada yang ingin kami bicarakan ke kamu" Akhirnya Putri pun duduk disebelah sang kakak sambil sedikit bersender di badan sang kakak.
"Kami akan memajukan pernikahan kamu dan Zaky menjadi lusa" terang sang ayah
"Hah?lusa??kok cepet banget yah?"ucap Putri kaget
"Gak papa nak,lebih cepat lebih baik" timpa sang ibu
Setelah membicarakan tentang pernikahan Putri dan Zaky mereka semua pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah dan mendengarkan ceramah dari kyai Hasyim yang bertema Pernikahan sampai waktu shalat isya tiba (Waduh tiba-tiba tentang pernikahan, kayaknya sengaja biar Putri sama Zaky lebih paham lagi:v)
Setelah shalat isya kyai Hasyim memberikan pengumuman bahwa pernikahan ustadz Zaky akan dimajukan menjadi lusa. Saat itu banyak sekali santriwati yang melihat sinis kepada Putri karena merasa tak rela ustadz tampan pujaan hati mereka akan menikah dengan gadis kota yang pakaiannya ketat dan kurang sopan. Setelah selesai mereka semua bubar dan masuk ke kamar masing-masing.
#Skip
Hari telah berlalu,tak terasa besok sudah hari pernikahan Putri dan Zaky, semua orang yang ada di pesantren sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing, ada yang sibuk membantu memasak untuk acara besok,ada yang mendekorasi aula untuk acara besok,dan beberapa kegiatan lainnya.
*
__ADS_1
Hari pun berganti pagi,sekitar jam 04:00 shubuh Putri dibangunkan oleh ibunya karena akan segera dirias.
"Putri,nak,ayo bangun sebentar lagi kamu akan dirias.."
"Bentar lagi Bu" jawab Putri dengan suara khas orang bangun tidur
"nggak,ayo bangun" sambil menggoyangkan tubuh Putri dan menarik tangannya agar cepat bangun.
"Iya-iya,aku bangun nih!" sambil mengucek-ngucek matanya.
"Yasudah cepat mandi,terus ganti pakai kebaya yang kemarin, kebayanya sudah ibu siapkan di meja rias lengkap dengan hijab dan cadarnya"
"Hah kok pake cadar sih Bu? gak ah aku gak mauu" ucap Putri
"Pake hijab aja dah gerah banget apalagi pake cadar" gumam Putri namun masih terdengar oleh sang ibu
"Kamu inii,wajah kamu itu cantik,emang kamu mau banyak laki-laki yang liat wajah kamu terus ganggu rumah tangga kamu, akhirnya pisah?"
"ya enggak lah, tapi aku pake cadar acara pernikahan ini aja ya? nanti kalau dah niat baru pake"
"Iya,anggap aja itu masih proses,sudah sana cepat mandi" ucap sang ibu sambil berlalu keluar kamar
__ADS_1