
Setelah sarapan pagi,Zaky izin kepada orang tua Putri dan orang tua nya untuk pindah ke rumah yang sudah dibangun nya,dan mengatakan bahwa mereka akan pindah hari itu juga. Walaupun orang tua mereka mengatakan itu terlalu cepat,tapi Zaky tetap pada keputusannya untuk pindah hari itu juga, karena menurutnya jika sudah menikah lebih baik tinggal dirumah sendiri karena agar lebih mandiri.
Singkat cerita setelah meminta izin mereka pun membereskan baju-bajunya untuk pindah, mereka tidak membawa semua bajunya karena jika suatu saat mereka menginap dirumah Abi Zaky tidak usah membawa baju lagi.
\=>Siang hari
"Bi,ayah,ibu,kami izin pergi dulu untuk memindahkan barang-barang kami ke rumah yang baru"-Zaky
"Nak, nanti kami menyusul ikut ya,kami ingin melihat rumah baru kalian"-Ibu
"Iya Bu, nanti ibu kesana saja, minta antar Azam atau Azmi saja Bu, mereka sudah tau dimana rumah kami"-Zaky
"Iya bu,nanti biar Azam dan Azmi antar"-Azam
"Iya nak, terimakasih, mungkin kami kesana agak sore"-Ibu
"Iya bu, yasudah semuanya kami pamit dulu"-Zaky
"Assalamu'alaikum"-Zaky& Putri
"Waalaikumsalam"-Semua
Akhirnya merekapun sampai didepan rumah barunya,satu rumah minimalis yang terdiri dari dua lantai,3 kamar,dapur,ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi,dan halaman belakang yang cukup luas ditambah taman bunga yang indah walaupun tidak terlalu besar.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam kamar mereka yang ada dilantai dua,kamar yang cukup besar dan tembok yang berwarna abu,kasur ukuran king size,kamar mandi,lemari,meja rias,dan lemari untuk menyimpan Al-Qur'an dan alat shalat. Namun tiba-tiba Putri tidak mau sekamar dengan Zaky.
"Emm,Zaky,gue kamarnya yang bawah aja ya?"-Putri
"Lho,kenapa? nanti kalau ada orang tua kita atau Azam/Azmi kesini terus tahu kita beda kamar gimana?"-Zaky
"Iya sih, yaudah gue mau sekamar sama lo, tapi janji ya gak akan apa-apain gue sebelum gue siap"-Putri
"Iya, lagian kita juga gak saling mencintai,kalau seandainya kita sudah saling mencintai baru kita melakukan itu,lagian aku juga gak mau melakukan itu dengan orang yang tidak mencintai ku"-Zaky
"Ok"-Putri
Setelah selesai membereskan baju-bajunya, mereka pun tidur sebentar dan bangun untuk melaksanakan shalat ashar. Kali ini Zaky shalat dirumahnya bersama Putri, karena takutnya ia malah tidak shalat ashar. Setelah shalat ashar mereka pun turun kebawah karena orang tua mereka sudah ada didepan. Orang tua mereka melihat-lihat rumah mereka kemudian mereka semua duduk diruang tamu sambil pamit karena orang tua Putri dan kak Rasyid sudah harus kembali ke Jakarta karena ayah ada pekerjaan sedangkan kak Rasyid harus kembali lagi ke Jepang. Putri terlihat sedih,namun karena pengertian sang ayah, akhirnya dia membolehkan keluarga nya pulang.
Setelah makanan mereka siap, mereka pun duduk dan menyantap nya. Tak terasa Maghrib pun tiba,Zaky pergi ke masjid dan meminta Putri untuk mengunci pintu dan jangan membukanya jika ia tidak mengenalnya. Karena ia takut ada seorang yang macam-macam dengan istrinya.
Flashback on
Saat berjalan untuk melihat pesantren,ada seseorang yang mendatangi Zaky,dia adalah seorang ustadzah yang menyukai Zaky sejak lama,ia memendam rasa itu bertahun-tahun, namun saat Zaky pulang dari Kairo,Mesir,Zaky malah akan menikah dengan putri.
"Assalamu'alaikum ustadz"-Ustadzah Maira
"Waalaikumsalam ustadzah,maaf ada apa ya?"-Zaky
__ADS_1
"Maaf ustadz Zaky, sebenarnya saya mencintai ustadz sudah lama,dan saya memendam rasa itu,namun saat ustadz kembali ustadz malah akann menikah dengan gadis kota."-Ustadzah Maira
"Maaf ustadzah Maira,saya sama sekali tidak mengetahui soal itu, terimakasih karena ustadzah telah jujur kepada saya, tapi maac saya akan tetap melaksanakan pernikahan saya dan Putri"-Zaky
"Maaf ustadz,tidak bisakah ustadz membuka hati ustadz untuk saya?dan apa istimewanya gadis itu,dia menampakkan aurat nya,dan memakai baju yang ketat, berbeda dengan saya yang menutup aurat saya dan memakai baju longgar"-Ustadzah Maira
"Maaf ustadzah Maira saya tidak bisa,saya sudah mulai mencintai Putri,dan saya juga yakin dia adalah wanita yang baik, insyaallah dia bisa berubah perlahan-lahan seiring berjalannya waktu,dan saya akan berusaha merubah sikap dan penampilan nya agar menjadi wanita muslimah. Semuanya sudah jelas ustadzah,saya permisi Assalamu'alaikum"-Zaky
Saat baru beberapa langkah berjalan, Ustadzah Maira berbicara kembali, Zaky langsung menghentikan langkahnya dan hanya bisa beristighfar mendengar perkataan ustadzah Maira.
"Lihat saja ustadz,hidup kalian tidak akan tenang,saya tidak rela ustadz dimiliki wanita lain selain saya, bahagia saja dulu bersama gadis itu,saya yakin kebahagiaan kalian hanya sebentar, sebentar lagi kalian akan berpisah karena gadis itu meninggalkan dunia ini,dan ustadz akan menyesal menolak saya"-Ustadzah Maira
Flashback off
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Waduh gimana nih? ustadzah Maira jadi bikin Putri celaka atau gak ya?
Oya, insyaallah untuk sekarang up nya 2 hari sekali ya semuanya, do'ain aja semoga author gak lupa up:)
Jangan lupa dilike dan vote ya semuanya:))
❤️❤️Love you all ❤️❤️
__ADS_1