
Valery sampai dirumah dan meminta maaf pada ibunya karena tdk ijin. Valery membantu ibunya beres beres lalu bercerita tentang keluarga Bone. Ibu Valery merasa kasihan.
Di keesokan harinya Valery dengan ibunya berbelanja ke pasar. Sepulang dari pasar dia langsung membuat kue yg akan di berikan ke Bone. Valery pun berjalan menuju rumah Bone di tengah jalan terdengar seperti langkah kaki kuda. Dia tengok kana kiri, disaat dia menengok ke belakang terlihat kuda hitam yg di naiki pria gagah berjubah hitam, topi hitam dan bercadar, pria itu menatap valery, tanpa kata langsung pergi bersama kudanya entah kemana.
Valery ketakutan, dia mengira kalau pria itu pria jahat., kemudian dia berjalan lebih cepat. Valery mengetuk pintu tok..tok..tok...dan membukanya, Bone dan ibunya menyambut Valery dgn baik. Valery menanyakan keadaan ibu Bone, Ibu Bone sudah sehat, serbuk itu memang ajaib.
Valery memberikan kue ke mereka, mareka sangat berterimakasih.
Bone berkata
" wahh.. kelihatanya enak".
Bone yg tubuhnya agak gemuk langsung mengambil kue di tangan kanan dan kiri, makan dengan lahap dan cepat.
"Hahaha..Bone pelan-pelan dong makannya haha".
Mereka makan kue bersama sambil tertawa. Apakah Valery sudah berhasil membuat mereka bahagia? Sampai sini sajakah perjuangan Valery?
Tok..tok..tok..ada yg mengetuk pintu. Siapakah yg datang? Sebelumnya tdk ada yg pernah mengunjungi rumah itu kecuali valery. Mereka yg sedang duduk melingkar, menengok ke arah pintu, pintupun terbuka, mereka melihat orang itu dari bawah ke atas. Pria berbadan tegap membawa kuda hitam, berjubah hitam,bertopi hitam, dan bercadar.
Pria itu bersuara seperti pria tua "Nori..kamu baik-baik saja".
Lalu pria itu membuka cadar angin datang membuat kain cadar itu melayang lalu terjatuh.
Valery tercengang, Bone yg sedang makan kue, kue itu terjatuh dari mulutnya, namun ibu Bone berdiri dgn meneteskan air mata
"kaamu.. datang..kembali(menangis terisak)".
terjatuh lalu menatap pria tua itu.valery memegang pundak ibu Bone lalu melepasnya. Pria tua itu berlutut.
Suasana berubah menegangkan.
Tiba-tiba pria itu memeluk ibu Bone yg di panggilnya Nori.
Valery memegang Bone,
Bone pun bertanya tanya
"ibu siapa dia, apa dia orang jahat kenapa menangis.."
Valery berusaha menenang kan Bone, lalu ia berkata dlm hati
__ADS_1
"jadi dia pria tua, ku kira pria muda hmm ehh valery jangan berharap deh (sambil menepuk jidatnya)".
Bone menghampiri ibunya,
pria tua itu bicara
"kamuu anakku.. maafkan ayah (memeluk bone)"
Bone Baru tau kalo dia masih mempunyai ayah.
Valery bertanya
"anda orang tuanya Bone, anda ada keperluan apa?".
Ayah Bone
"maafkan saya, tadi di tengah hutan apa yg kamu lihat itu benar saya, saya hanya ingin bertemu dgn Nori dan anak saya, dan ingin menyampaikan kabar".
Valery tanyakan kabar apa yang akan di sampaikan dgn penasaran. Ternyata kabar ancaman untuk ibu Bone masih berlaku..
Dan sebenarnya ayah Bone adalah seorang bangsawan berkuda hitam, yg awalnya memilih ibu Nori, namun tdk berjalan lama dia kembali keistana dgn istri lamanya.
Tiba-tiba prajurit berkuda hitam datang dengan memanahkan panah ke pintu.
Valery berdiri menjaga Bone dan ibu Bone/Nori. Suasana tegang.
Ada seorang wanita bergaun panjang warna merah.
Valery mendengar bisikan peri bunga "Dia Ratu Ritani Forest Utara, istri dari Tae ha ayah Bone".
Valery mendengarnya dan berteriak
"hei Ratu Ritani Forest Utara hei.. prajuritt!!!"
Ratu heran "hahaha...ternyata km tahu aku siapa!!, beraninya km gadis bodoh !!"(mendekati valery dan menatap tajam matanya).
Mendengar perkataan itu valery marah "anda yg bodoh..anda tdk pantas di panggil ratu jika anda tidak memiliki hati nurani".
Panah hampir melayang namun Ratu menghentikannya.
Ratu forest menampar valery.
__ADS_1
Tae ha menentang
"jangan sakiti gadis itu, anaku dan Nori jangan sakiti mereka, bunuh saja aku!!".
Ibu Bone/Nori di tarik dan di bawa kedepan oleh prajurit dengan menangis.
Bone menangis dan teriak memanggil ibunya. Tae ha perang melawan prajurit.
Valery membaca mantra dan peri bunga datang tanpa sepengetahuan yg lain kecuali valery. Peri memberikan seruling emas yg jika dibunyikan bunyinya dpt membunuh.
Valery memberitahu Tae ha, Nori dan Bone untuk menutup telinga. Lalu membunyikan seruling dgn suara yg amat sangat keras, ratu dan para prajurit kebingungan lalu tergeletak. Ibu Bone terselamatkan. suasana haru yg menghanyutkan..
Tepat jam 12 malam valery menghampiri Bone, dan Tae ha menghampiri Nori. Tanpa sadar seruling itu di hancurkan oleh prajurit yg baru datang secara diam-diam. Sedangkan Tae ha dan Nori tdk tahu ada prajurit yg membawa pedang di belakang mereka.
Bone melihatnya dan teriakk
" ibu.. ayahh.. awass.. menangis".
Tae ha dan Nori menoleh ke belakang namun sudah terlambat mereka sudah terlanjur di tusuk pedang.. darah dimana mana..
Bone terus memanggil orang tua nya dan menjerittt tidaaaaakkk
Waktu melambat diiringi alunan musik melow....
Orang tua Bone di bawa para prajurit entah kemana, Bone hendak lari sambil menangis tapi langsung di tahan ole Valery, valery pun menangis terisak.
Valery menggendong Bone ke dalam rumah, Bone masih berteriak dan menangis.
Saat sedang membuka pintu..
Terdengar lagi suara langkah kaki kuda..tuk..tak..tuk..tak..
Valery berbalik dan berkata
" Siapa anda!! Jika ingin mengganggu tolong pergi!!".
Pria dan kudanya itu berbeda, dia berkuda putih yg dihiasi pernak pernik emas, pria itu memakai jubah hitam dgn pernik emas, memakai ikat di kepala, dan bercadar, pria itu gagah bagai pangeran dari istana..
Siapa pria berkuda itu?? Apa dia pangeran? Atau prajurit yg menyamar?.
Bersambung....
__ADS_1