Valery Flower

Valery Flower
Dua Pangeran (eps 7)


__ADS_3

Bertemu dengan seseorang adalah suatu takdir.


Yapp...bertemu dengan dua Pangeran. Memiliki kepribadian yg berbeda.


Pangeran Francis tdk tau siapa Pangeran Maxim.


Lantas.. di pasar malam, Kuas yg terjatuh.. benarkah milik Pangeran Maxim?


"Kuasnya terjatuh.."


"Velery.."


"Pangeran Maxim...?"


(dgn suara keras)


Gadis-gadis yg di sekitar mereka, menoleh, terkejut dgn ketampanan dua pangeran.


"Pangeran Maxim..? Dan Pangeran Franciss..? Apa jadinya jika kalian bertemu..? Hmm"


Ucap Valery


"Haish...va..."


(Pangeran Maxim hendak berkata)


"Kenapa... dia Pangeran seperti aku..?" Ucap Pangeran Francis.


"Yaa..."


Ucap Very


Pangeran Maxim menarik Valery, menjauh dari keramaian.


"Valery..keberadaanku menjadi Pangeran Maxim..tdk ada yg mengetahuinya".(berbisik)


Para warga hanya mengetahui bahwa hanya ada 2 pangeran, yakni Pangeran Forest Utara, dan Pangeran Francis Bavalion.


Jika Pangeran Maxim diketahui oleh semua warga,, itu akan mempengaruhi nasibnya.


"Maafkan aku pangeran".


Ucap Valery


Pangeran francis menghampirinya


"Hei..valery km mau pergi bersamanya..hei aku ini pangeran"


Warga berbisik dan bicara


"Wahh aku baru melihat Pangeran tampan lagi..."


"Katanya dia pangeran Maxim.."


"Dari mana asalnya"


"Bukannya hanya ada 2 pangeran ya..."


"Wahh gadis itu beruntung sekali"


"Pa..paa.. semuanya.. Dia bukan pangeran.. "ucap Valery


"Tapi km memanggilnya pangeran..? Ucap salah satu warga.


"Aku hanya bercanda... haha.."


Ucap valery (sambil menggaruk kepala)".


Warga akhirnya mempercayai ucapan Valery. Pangeran Francis masih bertanya-tanya siapa Maxim itu.


Karna Valery sudah bosan mendengar ocehan pangeran Francis. Dia menegaskan kembali. Dan dari itu Valery memanggil Maxim tanpa panggilan Pangeran.


Pangeran Francis merasa kesal karna ada Maxim. Mereka mencoba mencari permainan di pasar malam itu lagi.


"Hei.. valery tadi ku mengajakmu..tapi tak mau.."


Ucap Pangeran Francis


"Tidak..pangeran..aku belum mencoba ini..(✌)


Ucap Valery


"Hei...apa maksudmu..!!.. haish"


Ucap pangeran francis


Pangeran Francis terus mengikuti Valery.


Sudah waktunya mereka pulang.


Pangeran Francis mengajak Valery untuk bersamanya dgn berjalan kaki. Sedangkan Pangeran Maxim mengajaknya untuk berboncengan sepeda dgn nya. Namun dgn kebaikan hati Pangeran Francis, dia tidak jadi menaiki sepedanya. Dia menuntunnya sambil berjalan bertiga. Di jalan pulang mereka sambil mengobrol banyak.


Sampailah di rumah Valery


"Hmm...kuda?.."


Ucah Valery


"Itu Kuda Pangeran Francis.."


Ucap pangeran Francis


"Maafkan akuu...pangeran Francis sebenarnya baik kok..cuma.."


Ucap Valery


"Cuma apa...?"


"Nggk...pangeran Francis memang baik"


Pangeran Francis tersenyum.


"Baiklah aku pergi.."


Mengambil kudanya dan menaikinya. Sedangkan Pangeran Maxim menggayuh sepedanya. Ketika kedua pangeran sudah pergi.


"Huhh pangeran..padahal aku bercanda" ucap Valery.


Skippp....


Di perjalanan Kedua pangeran itu berbicara.

__ADS_1


"Memangnya tidak lelah bersepeda..?" Tanya pangeran Francis


"Berkuda juga melelahkan.."


Jawab pangeran Maxim


Pangeran Francis menanyakan tempat tinggal pangeran Maxim..namun tdk di beritahu.


Sehingga mereka bertemu dgn jalan bercabang, pangeran franciss melewati jalan kiri dan pangeran Maxim melewati jalan kanan. Mereka terpisah.


Valery masuk ke dalam rumah dan mencuci mukanya lalu tidur di kamarnya.


Skipp....


Dikeesokan harinya dia membantu ibunya menjaga warung makan. Suatu ketika ibunya menitipkan warungnya karna mau berbelanja.


Keadaan di warung makannya sedang sepi. Valery mengelap kaca depan warungnya. Sedangkan Bone sedang makan.


Di luar banyak anak kecil yg sedang bermain dgn teman-temannya.


"Bone km sudah selesai makannya..?"


"Sudah kak..makanannya enak semua...nyammm"


Di balik kaca jendela,Bone melihat anak-anak yg sedang bermain di luar.


"Hei..km ikut bermain yukk.."


Ajakan salah satu anak


Bone keluar dan bermain bola dgn teman barunya. Dia tampak senang. Valery merasa senang, lalu dia membereskan meja agar pengunjung nyaman.


"Teman..main bolanya jangan terlalu keras.."


Bola itu di tendang dan melambung lalu jatuh di lumpur. Bolanya menjadi kotor, tapi itu tdk memberatkan mereka untuk bermain lagi. Tak di sengaja bola itu mengenai kaca warung makan Valery.


Bone menghampirinya


"Kak...Bone minta maaf..Bone nggk sengaja"


"Iya nggk pp...lain kali hati-hati ya.."


Bone berganti pergi bermain sepeda dgn teman-temannya.


Suasana di luar menjadi tdk seramai tadi. Valery kembali mengelap jendela kaca warungnya.


Kring...kring...


Kring..kring...


Valery keluar


"Pangeran bersepeda...mari masuk..maxim"


Valery menyuguhi pangeran maxim dgn baik. Valery berbincang sambil tertawa dgn pangeran maxim.


Warungnya pun masih sepi hanya ada 2 pengunjung waktu itu. Jika tdk ada banyak orang, valery memanggilnya Pangeran.


"Pangeran ini bisa juga bercanda..seperti peri bunga.."


"Hahaa kamu bisa aja...valery"


"Oh iya...sampe lupa...pangeran kenapa kesini..?"


"Oo....jadi pangeran ingin melihatku" (tertawa)


"Iya...tidak....eee...maksudnya.."


Hari mulai siang, pengunjungpun bertambah banyak. Ibu valery pulang dari pasar. Dan kaget karna pertama kali melihat pangeran maxim. Akhirnya mereka berkenalan.


Hari mulai sore, pangeran Maxim berpamitan untuk pulang. Sebenarnya mereka sangat kelelahan.


Pangeran Maxim bersepeda berpapasan dgn Pangeran Francis.


"Hei Maxim.."


"Hei...Pangeran Franciss"


Tersenyum


"Haish...km memanggil pangeran seperti itu.."


Valery melihatnya heran..


"Pangeran hah..heran aku"


Valery mempersilahkan pangeran Francis dan nenyuguhinya. Dan menanyakan dimana..dan bagaimana keadaan Bone. Valery baru mengingatnya.


"Aku lupaa...ini sudah mulai petang..aku harus mencarinya"


Berlari keluar


"Hei..."


Lalu valery menaiki satu kuda dengan Pangeran Francis.


Mereka mencari Bone mengelilingi desa. Sampai langit gelap, Bone belum juga di temukan. Lalu mereka ber istirahat dan duduk sambil menengok mencari Bone.


"Langit sudah gelap..tapi Bone tdk ketemu juga.." Valery menangis.


Pangeran mengusap air mata valery.


Tiba-tiba terdengar tangisan anak kecil di seberang jalan. Lalu valery dan pangeran mengamati dari kejauhan. Ternyata dia Bone..Valery berlari menghampiri Bone.


Bone pun berlari...menyebrang jalan..


Brakkk


Suara


Bone hampir ter tabrak mobil, tapi untung aja Bone tidak terluka. Dan mobil itu menabrak pohon di pinggir jalan.


Valery berlari memeluk Bone, lalu membawanya pulang.


Setelah sampai di rumahnya.


Pangeran berpamit pulang ke istana. Dan Valery mengucapkan terimakasih kepada Pangeran.


Valery berusaha menenangkan Bone. Bone sampai jauh di seberang jalan itu, karna bermain dgn temannya, dia di tinggal oleh teman-temannya sendiri. Valery meminta maaf karna lalai menjaga Bone.


Di pagi hari..Matahari terbit..suasananya sejuk..Valery terbangun lalu mandi dan membantu ibunya. Ketika Valery sedang menyapu lantai.

__ADS_1


Datang Pria tua..memanggil Valery.


"Valery...ayah pulang.."


Sapunya terjatuh, valery memeluk ayahnya. Lalu ibunya datang.


"Ayahmu pulang valery..senangnya kita bisa berkumpul lagi"


Ayahnya Valery bernama Darko, dia bekerja menjaga toko buku di kota. Dan kini ia pulang untuk bertemu dgn anak dan istrinya.


"Wahh ayah bawa buku yg aku minta dulu..."


"Ini dia bukunya..."


"Wahh judulnya King of Dream"


"Yahh ayah kan aku maunya Queen.."


"Yahh ayah lupa.."


"Iya yahh..yg penting ayah pulang dgn sehat".


Mereka bercerita cerita dan tertawa. Bone datang lalu menangis, dia mengingat ibunya. Valery menenangkannya. lalu ia ceritakan semua pada ayahnya.


Ayahnya pun mengerti.


Di malam hari


Semua sudah tertidur, namun Valery terlalu senang membaca buku King of Dream itu.


Karna bosan dia memanggil peri.


Peri datang


"Valery.. apa yg kamu baca..?


Sepertinya km senang kali ini..?"


"Iya peri ayahku pulang.. jadi keluargaku lengkap kembali"


"Peri ikut senang.."


"Buku apa yg km baca..?"


"King of Dream..awalnya aku tdk suka, setelah membacanya aku jadi suka.."


"Valery beristirahatlah.. besok datanglah ke Bukit.."


"Baiklah peri"


Valery masih membaca buku..dan tiba-tiba tertidur.


Skipp...


Di pagi harinya dia terbangun dengan buku yg menutupi mukanya.


Matanya terbuka..


"Hahh aku terlambat membantu ibu"


Valery terbangun lalu mandi dan berganti pakaian. Saat merapikan kamarnya ia mengingat pesan peri, bahwa dia harus ke Bukit hari ini.


Valery mengambil kain cadarnya lalu dia pakai.


Keluar dan....


"Ibu..ayah...sekarang aku bakal biarin kalian berdua"


(Senyum)


"Apa si maksud km Valery..."


Ucap ibunya


"Hmm...aku pergi dulu ya bu.."


Valery tertawa


"Anak itu... selalu menggoda ibunya sendiri.."


Ibunya tersenyum.


Valery pergi dan kembali ke rumah lagi. Lalu menitipkan Bone ke Ibunya.


Valery Pun melanjutkan perjalanannya ke Bukit. Dia berpapasan dgn Pangeran Maxim.


"Pangeran Maxim..wahh kita bertemu lagi"


"Aku diperintah peri untuk menjemputmu"


"Baiklah.."


Valery tersenyum


Valery membonceng sepeda pangeran Maxim menuju Bukit.


Sesampainya di Bukit.


Dengan penampilannya bagai pangeran dan putri.


Bertemulah dengan peri.


"Peri..."


Ucap Valery


"Akhirnya km datang Valery"


Ucap peri


Tiba-tiba ada suara..


Suara apa itu..seperti berasal dari bunga-bunga yg lebat di sana.


Seperti ada seseorang yg mengikutinya.


Pangeran Maxim mendekati suara itu..


Dan....


Siapa orang itu? Apa alasanya menguntit??

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2