
Takdir yg sudah tertulis tdk dapat dihindari.
Perjalanan yg berliku dianggap sebagai perjuangan.
Dengan ketulusan hati hingga kau menemukan titik terbaik.
Tidak akan selamanya di uji, ini hanya membutuhkan waktu hingga keajaiban datang.
Valery beruntung.
Perjuangan yg telah ia lakukan,
Apa ini waktunya untuk bahagia?................
Valery bertemu dengan Pangeran Francis.
Dan kini ia bertemu....
Di sebuah Bukit indah pertemuannya dengan Pangeran Maxim berlanjut..
"Pangeran Maxime..kenapa kau ter asingkan dari Desa Karuba?"
"Aku tdk akan mengatakan alasanya... mungkin suatu saat km akan tau (tersenyum)"
"Tapi pangeran..menjaga peri adalah hal yg menakjubkan (menatap)"
"Awalnya aku tdk percaya adanya keajaiban.. namun itu benar menghampiriku"
"Apa kau mengalaminya?..."
"Ya..."
Tersenyum.
Peri berkata
"Pangeran..Valery..Bonee.. menarilah dan tersenyumlah.."
(Sambil menunjuk ke arah pohon ajaib).
Pangeran Maxim, Valery, dan Bone menari..tertawa..dengan diiringi seruling yg di bunyikan oleh Valery..
Disaat mereka sedang bersenang-senang..Valery memegang melihat pohon ajaib yg beranting itu.
Pangeran berkata
"Valery..boleh aku memainkan seruling itu?
Pangeran maxim memainkan seruling itu.
Valery masih melihat pohon beranting, lalu peri bertanya.
"Ada apa Valery...?"
"Peri..Bone telah tersenyum..apa aku tetap gagal.."
"Tidak.."
"Pohon ini tidak berbunga..apa ada maksud lain?"
Peri menggelengkan kepala, dia tdk mengerti mengapa pohon itu tak berbunga, padahal Valery telah melengkapinya.
Matahari mulai terbenam, valery pulang dgn menggayuh sepeda dengan Bone.
Valery senang akhirnya Bone tersenyum kembali.
Pasar malam telah tiba, valery menepati janjinya.
"Bone sekarang saatnya kita bersenang-senang.."
Keluar rumah dan melihat dari kejauhan yaa kembang api yg mengejutkan dan indah.
"Wahh kak Valery cepat... itu disana.. kita kesana yukk kak"
"Okee.. tapi pake jaketnya dulu"
"Loh kakak pake jaket apa?"
Valery memberikan jaketnya yg sudah ke kecilan. Dengan memakai kain cadar dari pangeran Francis.
Valery dan Bone berjalan menuju pasar malam yg tdk jauh dari rumahnya.
Sebelumnya.. Pangeran Maxim bertanya ke Peri
"Peri..mungkin setelah aku menjadi bagian dari Bukit ini..aku tdk akan terlihat oleh setiap orang.. namun kenapa Valery bebas terlihat oleh setiap orang?..
"Dia berbeda.."
Pangeran Maxim setelah ia menjadi bagian dari Bukit itu. Dia tdk akan terlihat oleh setiap orang, kecuali orang tertentu, karna alasan diasingkannya pangeran.
Namun Valery tetap terlihat seperti orang biasa..karna ia memiliki tujuan untuk membuat orang lain tersenyum dan harus bersama mereka.
Cincin kristal yg indah peri berikan kepada Pangeran Maxim. Pangeran menerima lalu memakainya.
"Terimakasih peri..apa aku bisa keluar sekarang?"
"Ya silahkan.."
Pangeran Maxim terlihat senang lalu ia bisa keluar dari kawasan bukit. Seperti Valery ketika pangeran keluar dari bukit maka penampilannya akan berubah.
Pangeran khawatir jika diketahui oleh warga Karuba atau warga lain yg mengetahuinya. Sehingga peri memberinya pakaian untuknya serta topi.
Akhirnya pangeran bisa keluar dengan tenang.
Lantas kemanakah Pangeran Maxim akan pergi?....
Disaat Pangeran Maxim akan pergi. Peri Bunga menghentikannya.
"Pangeran Maxim.."
"Yaa Peri.."
"Apa kamu mau pergi dgn berjalan kaki saja...?(tersenyum)"
Peri bunga memberinya kuda.
"Pakai kuda ini pangeran.."
"Peri.. apa aku boleh menawar?"
"Yaa.. apa yg km ingin"
"Aku tdk mau memperlihatkan identitasku.."
"Lantas?.."
__ADS_1
"Bolehkah aku meminta kuda ini menjadi sepeda saja?"
Peri mengubah kuda itu menjadi sepeda untuk di naiki Pangeran Maxim. Sungguh pria yg rendah hati. Pangeran Maxim pergi dgn menggayuh sepedanya.
Tampang yg tampan..berkharisma..pangeran..dan senyumannya..hmmmm
Pangeran bersepeda?....
Pangeran Maxim sampai di jalan masuk desa..namun bukan desa karuba, sehingga dia berani untuk melanjutkan perjalanannya.
Orang-orang di jalan melihatnya kagum dgn ketampanannya.
Dia kelelahan lalu membeli minum, satu tegukan..dua tegukan..tak kuasa gadis-gadis melihatnya.
Pangeran Maxim menyadarinya, melihat orang di sekelilingnya itu lalu tersenyumm. Gadis disana tambah terkesima..lalu Pangeran melanjutkan perjalanannya.
Sebenarnya kemana Pangeran pergi? Dan apa yg dia cari?..
Skippp....
Valery dan Bone telah sampai di pasar malam itu. Bone menarik valery,, mengajaknya untuk bermain kesana dan kemari.
"Kak... aku mau naik itu.."
Lalu
"Itu kak..."
Lalu
"Di sana kak..seru bangett kakak harus coba".
Karna banyak permainan yg di coba, mereka kelelahan.
Sambil tersenyum
"Haduhh.. Bonee kamu pasti seneng banget ya"
"Iya dong kak.. tapi cape juga.."
"Tunggu sebentar ya.."
Bone duduk dan menunggu Valery.
"Taraaaaa... kak valery belikan gulali buat kamu..km suka kan.."
Bone sangat senang
"Nah dari tadi kan kakak udah nurutin keinginan km..sekarang gantian kakak ya"
"Okee..."
Valery mencoba bermain panah..dan jika panah itu tepat sasaran maka hadiahnya Boneka.
Satu...dua...tiga...panah melayang...ee... eehhh terpeleset.
Ulangi....
Ulangi...
Dan ulangi....
Dan tidak ada yg tepat sasaran..
Valery mencoba permainan yg lainnya lagi. Mereka banyak bersenang-senang saat itu.
"Bonee... gulalinya enak nggk.."
"Kakak mau..nih"
"Wahh...enak ya"
(Tertawa)
Valery berkata sambil memandang langit dan bintang-bintang.
"Suasana disini rame..tapi aku tenang saat menatap langit dan bintang dgn teratai indah menemani...hmmm"
Valery ingin membeli teratai dan membuat permohonan, tapi uangnya tidak cukup.
Seorang pria tiba-tiba di sampingnya dan berkata
"Kamu menyukai teratai hias itu..?"
Valery masih melantur
"Iyaa...suka"
Lalu tersadar
"Aa...eee...siapa.."
Sambil menengok ke samping.
Valery memperhatikannya, berfikir siapa pria itu.
"Apa kamu sudah lupa dgn aku..?"
"Ternyata km gadis yg tulus..km masih menjaga Bone"
"Dan km juga masih memakai kain itu"
Valery berdiri
Sambil menunjuk "kamu..Pangeran Francis Bavalion"
"Iya..ta..tapi jangan nunjuk aku seperti itu hm"
"Aa..iyaa.. maaf, kenapa anda kesini, apa ada prajurit lagi" (sambil memegang Bone)
"Tidak ada... aku ha...."
(Belum selesai bicara)
"Ibu.. kesini sama siapa? Sendiri?"
Sebenarnya Pangeran Francis selalu memperhatikan Valery, dia mendatangi rumah Valery, disaat ibu valery mau menyusul Valery ke Pasar malem. Bertemulah dgn pangeran Francis dgn kudanya lalu ia menitipkan kudanya di rumah Valery. Dan berjalan dgn ibu valery menuju pasar malem.
Setelah itu bertemulah dgn Valery.
Bu Voni mengajak Bone pulang karena sudah larut malam.
Valery masih di tempat karna di paksa pangeran Francis.
Valery
__ADS_1
"Ayo bu pulang"
"Valery km sini saja nemenin pangeran"
Valery bicara dengan pangeran francis
"Pangeran yg menyuruh ibu untuk ninggalin aku"
"Tidak.."
Berdiam......
Sampai kapan?...
"Kamu...(kompak)"
Mereka berjalan berdua, dan mencari permainan. Sebenarnya Valery bingung kalo seorang pangeran main di pasar malem, mau mainan apa? Hmm
Dan pangeran francis seperti anak kecil yg kurang bahagia.
Seperti baru pertama kali ke pasar malem dan wahana permaian.
Mereka menaiki permainan ini..dan itu..sampai kelelahan.
"Pangeran sudah ya...huhh"
"Yahh coba yg lain lagi dong"
"(KEZEL) aku udah coba wahana itu berulang kali franciss..."
"Km bilang apa barusan...aku pangeran"
Velery tidak mau dan berkata dlm hati (sombong bangett).
Valery gantian mengajak pangeran francis bermain panah berhadiah.
Pangeran memanah
Yappp...tepat sasaran.
Disaat gantian Valery ,dia tdk bisa. Lalu di ajari oleh Pangeran Francis..
Hati valery tak karuann....
"Ehh payah bgt si...,sini aku ajarin (sombong)"
Yappp....tepat sasaran.
Mereka membawa 2 boneka hadiah panah itu.
Mereka duduk lagi di kolam teratai. Valery melihat teratai hias itu. Lalu Pangeran Francis menatap bola mata Valery.
"Dorrr... ngapain melamun"
Valery berdiri
"Kenapa si Pangeran..aku capek ni (kesel)"
"Hei..tdk boleh bilang seperti itu pada Pangeran"
Valery diam, dan mukanya yg kusut.
"Sini duduk... mukamu kusut..nggk enak di lihat"
Mereka duduk bersebelahan dan terdiam lalu, Pangeran francis menggenggam kedua tangannya.
Tanganya pangeran ya bukan Valery..
"Hei Valery kamu mau teratai hias itu kan.."
"Hmmm"
"Di genggaman tanganku ini ada sesuatu, pilih dan buka..."
Pangeran membodohi aku ya...tdk..tdkk.."
"Haish..."
Valery memegang tangan pangeran
"Sini...mmm..kanan"
"Kosong"
"Kiri" taraaaa....
"Kenapa si...pangeran seperti masa kecil kurang bahagia(tertawa)"
Lalu mereka mengambil 2 teratai hiasnya. Dan ditulislah permohonannya.
Pangeran francis akan menaruh teratai itu ke kolam
"Aku taruh teratai ini...dan..."
Tersandung dan jatuh ketanah..
Valery tertawa
"Hahahhaa pangeran payah banget"
"Coba kalo kamu bisa"
Valery akan menaruh teratainya di kolam, di teratainya sudah bercahaya.
"Yapp..jatuh..tengkurapp di kolam"
"hehe....hehe.. yahh" ucap Pangeran Francis
Pangeran francis langsung membeli teratai hias lagi.
"Aku dulu yg menaruhnya...valery km bisa ambil lagi"
Pangeran francis membelakangi Valery dan hendak menaruh teratai hias.
Valery yg sedang menulis kembali permohonan di teratai hias itu.
Tiba-tiba kuas cat entah milik siapa terjatuh berhadapan dgnnya. Lalu di ambil oleh Valery.
"Ini kuasnya terjatuh...."
Tersenyum
Ternyata seorang pria.
Yaa Pangeran Maxim..
__ADS_1
Apa yang akan terjadi......
Bersambung....