Vampire Berhati Manusia

Vampire Berhati Manusia
Ch. 3 — Kekuatan Dari Eyes Perception Of Space And Death


__ADS_3

Shura yang berniat ingin menolong Gadis smp yang sedang di goda oleh beberapa Berandalan yang sedang mabuk, sebelum ia mengucapkan sepatah kata pun, Gadis itu langsung mengeluarkan kekuatannya lalu membuat para Berandalan yang mabuk itu jatuh pingsan, dan ternyata si Gadis tersebut adalah salah satu pengguna kemampuan (Esper) di esper city, lalu si Gadis itu terkejut melihat Shura yang masih berdiri tegak, dan bahkan baik baik saja.


Si Gadis itu pun merasa penasaran lalu bertanya kepada Shura, kenapa ia masih baik baik saja, tetapi Shura tidak menjawab pertanyaan tersebut karena ia bingung ingin berkata apa, ia pun langsung lari dari hadapan Gadis tersebut, si Gadis itu juga sangat penasaran terhadap Shura kenapa ia masih baik baik saja setelah terkena listrik milik nya tersebut.


Dan Gadis itu pun mengejar Shura sampai sejauh 2 kilometer, dan telah sampai di jembatan besi, si Gadis itu pun menanyai pertanyaan yang sama seperti tadi (sambil menatap Shura dengan tatapan serius) "siapa kau sebenarnya?"


Suara air sungai yang masih terdengar, dan angin telah berhembus kencang, disaat Shura ingin mengatakan sesuatu... tiba tiba, angin kembali berhembus sangat kencang, sehingga membuat rok abu abu si Gadis tersebut terangkat dan memperlihatkan celana dalamnya, karena si Gadis berada 10 meter tepat dihadapan Shura, Shura bisa melihat dengan jelas celana dalam tersebut, si Gadis (sambil menutupi celana dalam dengan roknya yang terangkat dan menunjukan ekspresi malu sekaligus marah) "kyaa!! Kau melihatnya?!"


"Ti...Tidak kok! A...Aku tidak melihat celana dalam bermotif garis garis dan berwarna putih biru!" Sambil Shura melihat ke langit yang cerah nan biru.


"Itu kau melihatnya dasar mesum! Gw bunuh lu! Sampe tulang pun gak bersisa! (sambil mengeluarkan bola listrik, yang berukuran sebesar bola baseball, berwarna dominan putih dan percikan biru listrik yang bertegangan sangat tinggi, dan memiliki kecepatan luar biasa sampai membuat jalur oranye sepanjang lintasan yang di lintasi bola listrik tersebut, secara beruntun yang langsung diarahkan pada Shura.


Dan jika listrik tersebut mengenai makhluk hidup atau benda mati, makhluk hidup atau benda mati tersebut bisa hangus terbakar, bukan karena ia dibakar, tapi karena terkena ledakan yang dihasilkan dari listrik yang bertegangan sangat tinggi) Shura pun menengok kembali ke Gadis itu, dan menyangkalnya (sambil terus menghindari ke belakang sekitar 60 meter dari gadis tersebut, dari serangan beruntun si Gadis yang memakai celana dalam dengan motif bergaris garis dan berwarna putih biru) "A... Apa boleh buat kan! I...Itu tadi kecelakaan!"


"Apanya yang kecelakaan dasar mesum!!" Ialu terus mengeluarkan bola listrik berukuran kecil, tetapi memiliki ledakan cukup besar. lalu meledak setelah mengenai sesuatu, dan jembatan besi dan beton bergoyang seperti jembatan gantung yang rapuh. Gagi, Bishi! Suara baut logam lepas dan terpental menggema.


Dan Shura mencoba menghentikan si Gadis tersebut, karena jika ia terus melakukan hal tersebut jembatan besi itu bisa roboh, "Oi Gadis kecil! Jika kau terus melanjutkannya jembatan ini bisa roboh loh...! Cih! Percuma saja, dia sepertinya tidak mendengar apa yang ku katakan, apa boleh buat... Karena aku tidak ingin terjadi keributan, akan kuhentikan ini dengan cepat... Akan ku gunakan itu kah setelah sekian lamanya."


Dan Shura pun menutup matanya sambil menghindari serangan beruntun itu untuk sejenak, sambil mengambil senjata nya yang selalu di bawa di saku belakang celana nya, dan ia pun membuka matanya kembali dan mengaktifkan kekuatan matanya yaitu eyes perception of space and death nya.


Dan tiba tiba apapun yang Shura liat dengan matanya, penuh dengan garis berwarna merah darah dan sedikit warna biru tua, lalu ia sudah mengambil senjatanya tersebut, dan  ternyata senjata nya tersebut adalah sebuah pisau lipat biasa yang banyak dijual di minimarket, bahkan dengan menggunakan pisau lipat itu sudah lebih dari cukup untuk menangkis serangan beruntun si Gadis itu, lalu langsung mengeluarkan bilah nya dengan satu tangan kanan nya.


Shura mulai menarik napas nya dalam dalam lalu mengeluarkannya, dan mengangkat pisau lipat nya yang bobot nya sedikit lebih berat dari batang kayu setinggi dada nya dengan berdiri tegak, lalu mempersiapkan penglihatannya untuk melihat semuanya apa yang bisa ia lihat.


Shura dalam persiapan seperti ini, ia bisa melihat hal apapun dengan kecepatan apapun, bola listrik si Gadis tidak terkecuali.


Dan Shura mulai berlari menuju Gadis itu, debu, daun atau semacam nya yang telah di pijak Shura langsung beterbangan, dengan kecepatan sedikit melebihi kecepatan manusia, Shura mempersiapkan pisau nya untuk menebas bola listrik yang datang padanya dari si Gadis itu tepat di tengah bola listrik tersebut, mungkin lebih tepatnya Shura tidak menebas bola listriknya, ia hanya memutus garis dimensi, di sekitar bola listrik itu tepat di tengah tengah bola itu, dan *fussh* dimensi kecil pun terbuka, lalu memaksa bola listrik itu untuk masuk ke dimensi tersebut, alhasil bola listrik lenyap dengan sekejap, lalu dengan waktu kurang dari 7 detik, Shura langsung berada dibelakang Gadis itu. ekspresi gadis sangat terkejut melihat kecepatan yang hampir tidak bisa dilihat oleh manusia,


"Apa!? Terlalu cepat untuk bisa kulihat... Dia menghilang? Tidak...! Dia berada di belakangku kah?" Sambil langsung melihat ke belakang, tetapi di saat sebelum Enju melihat ke belakang Shura sudah duluan berada di belakang Enju.


"Permainan berakhir sudah, Gadis kecil." Ucap Shura sambil menempatkan bilah pisaunya di depan leher Gadis itu, dan dengan begitu si Gadis berhenti menyerang nya, lalu menjatuhkan dirinya ke aspal dan keringat dingin mulai bercucuran di seluruh tubuhnya, karena melihat kecepatan mengerikan Shura.

__ADS_1


Dan Shura meminta maaf padanya karena ia sedikit terlalu berlebihan dalam melawannya tadi, tetapi meskipun Shura telah minta maaf tapi, si Gadis itu masih gemetar di seluruh tubuhnya, dan keringat dingin masih bercucuran membasahi aspal yang Gadis itu duduki, "Oi, apa kau baik baik saja kah?" Shura sambil melipat bilah pisau lipat nya dengan tangan kanan nya dan meletakan nya kembali di saku belakang celana nya.


"Si...Si...Siapa kau sebenarnya?" (sambil napasnya terengah engah)


Dan Shura pun memberitahu identitas ia sebenarnya kepada Gadis itu sebagai permintaan maaf nya.


"Siapa aku sebenarnya kah...? Hmm... Sebelum menanyai orang seperti itu, bukankah lebih baik kau memperkenalkan dirimu dahulu."


"Aaa...Benar juga ya he he he, kalau begitu, perkenalkan nama ku Enju umur 15 tahun sekolah di smp naoetsu khusus perempuan, lalu siapa kau sebenarnya?" si Gadis bernama Enju itu pun napasnya mulai normal kembali dan memperkenalkan dirinya dan mulai berdiri kembali.


Dan setelah itu mereka berdua berjalan jalan di sekitar kota esper city, sambil Shura menceritakan tentang dirinya, yang seorang vampir legendaris.


Setelah Shura panjang lebar menceritakan tentang dirinya selama 1 jam, Enju sangat terkejut mendengar cerita tersebut, sampai ia bingung untuk berkata sesuatu,


"Kedengarannya memang sulit dipercaya, tapi itu memang benar adanya kan... mengenai kau seorang vampire... dan mengenai mata yang sedang di incar oleh organisasi. Lalu tentang legenda seorang vampire kejam yang mengancam kepunahan umat manusia itu memang benar adanya kan?"


"Ya..."


Lalu Shura menjawab dengan ekspresi serius,


"Ya, benar."


Lalu Enju berkata lagi


"berarti kau akan keluar dari kota esper city ini kan? Izinkan aku ikut dengan mu dong? Dan Beritahu aku tentang dunia luar, Sebagai gantinya aku akan membantumu menyerang para werewolf dan organisasi itu."


"Haa? Apa yang barusan kau katakan?" kata Shura sambil berekspresi bingung, dan Enju mengatakan hal yang sama lagi,


"Ya... makanya tadi aku bilang, 'izinkan aku ikut dengan mu, sebagai ganti--' "


"Yang itu tadi aku sudah denger dengan jelas!, maksudku aku bertanya, kenapa kau ingin ikut pergi denganku keluar esper city ini!?" Enju pun langsung mengatakan alasannya karena ingin pergi dari esper city ini,

__ADS_1


"Karena aku... Bosan di kota ini, dan memang karena aku ingin sekali menjelajah ke beberapa negara dan kota, dan aku janji tidak akan merepotkan mu." Enju sambil menatap ke wajah Shura dengan harapan ia bisa ikut dengannya,


"Apa kau benar benar yakin ingin ikut dengan ku?."


"Aku yakin!!"


"Dan mungkin saja kau akan berada dalam bahaya terus menerus, dan jika hal itu terjadi aku mungkin saja tidak bisa menolong mu loh!! Meskipun begitu, kau benar benar yakin ingin ikut dengan ku kah?"


"Meskipun aku tadi kalah darimu tapi aku masih cukup percaya diri dengan kemampuanku, jadi jangan khawatir."


"Lalu bagaimana dengan orang tua mu nantinya?"


"Orang tua ku ya? Mereka sudah tidak ada sejak aku kecil karena kecelakaan, dan sampai saat ini aku hidup sendirian." Sambil berekspresi sedih.


dan Shura merasa bersalah karena mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan "Hmm... Maaf aku tidak sengaja... mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan."


"Tidak apa apa kok, lagipula, kejadian itu sudah lama sekali terjadi, apa gunanya mempermasalahkan nya sekarang kan...?"


"Baiklah...! Kau akan ku izinkan ikut, tetapi dengan syarat, kau harus cepat melarikan diri jika ku suruh untuk melarikan diri, mengerti kan?"


"Yoshaa!! Aku mengerti kok Shura."


"Lalu kita harus menyiapkan barang barang dan makanan dulu ya?"


"Baik! Kalau itu biar aku yang urus!"


(INFO :Shura ternyata sangat lemah terhadap wanita yang lemah darinya, dan wanita yang sedang bersedih)


Dan dengan begitu mereka berdua pun sepakat untuk pergi bersama, tetapi dengan syarat, jika Shura menyuruh Enju untuk lari, Enju harus cepat melarikan diri, karena Shura tahu bahwa perjalanan nya itu bukan seperti perjalanan pergi ke taman bunga yang aman dan damai, melainkan pergi menantang malapetaka untuk mendapatkan kebebasan sejati nya.


Berikan rate dan comment juga ya 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2