VRMMORPG Another World

VRMMORPG Another World
Chapter 21 : Undangan Dari Alice


__ADS_3

Aku duduk di kursi selagi merasakan pijatan kaki dari Mofu dan Rebecca yang tampak menahan malu.


"Ini benar-benar memalukan."


"Jangan khawatir Rebecca, saat malam kamu akan mengalami hal memalukan lagi."


"Ugh .. habisi aku saja."


Mofu memerah.


"Seharusnya kita tidak melakukan perlombaan seperti itu, aku menyesal."


Di sisi lain Karina yang memijat bahuku menampar kepalaku.


"Kenapa aku juga harus ikut-ikutan? Bukannya aku satu tim denganmu."


"Apa kau ingat kau selalu mengacaukannya jadi karena itulah kau juga mendapatkan hukuman yang sama."


"Ugh... sialan, selanjutnya aku pasti akan dibawa ke ranjang."


"Jangan khawatir aku tidak tertarik padamu."


"Apa?"


Dia menampar kepalaku beberapa kali namun tentu itu tidak menghasilkan damage, dengan kemenanganku di voli kemarin aku akan dilayani seperti raja dengan ketiga maid ini.


Tanpa sadar aku tertawa keras sebelum akhirnya memucat saat Alice muncul memergokiku.

__ADS_1


"Apa kalian sedang melakukan permainan dewasa atau sebagainya di sini?"


"Aku pikir bisa dibilang begitu."


Ketiga pelayan berusaha mencekikku untuk menghabisiku dan aku pingsan di sudut dinding rumah sementara mereka menjamu Alice.


"Aku dengar kalian tinggal di sini, jadi aku ingin mampir untuk menemui kalian, barusan aku mengetuk pintu tapi tidak ada yang menyahut... saat kalian hilang secara tiba-tiba aku cukup khawatir."


Dengan kata lain sejak kami bertarung bersama, dia mungkin berusaha menghubungi kami.


"Ada alasan dibaliknya, lebih dari itu aku rasa ada keperluan lain kenapa Alice kemari juga bukan?"


"Seperti yang diduga insting Karina begitu tajam, aku datang kemari ingin menawarkan kalian bergabung dengan kesatria? Kami punya pemain kuat dan jika kalian bergabung itu sangat membantu bagi kami."


Ketiganya tampak bingung dan lalu mulai menyeretku dalam pembicaraan.


Mereka benar-benar memperlakukanku seperti barang. Aku segera memberikan jawaban.


"Eh? Apa aku boleh tahu alasannya? Apa kalian lebih tertarik dengan petualang."


Aku menggelengkan kepala lalu melanjutkan dengan penjelasan yang masuk akal.


"Aku di sini sedang membuat Harem karena itu, bagiku ini sudah menjadi tempat nyaman."


Ketiga gadis mulai memukuliku sedangkan Alice menatapku sinis.


"Di game kalian tidak akan hamil meski begitu tetap melakukan hal bermoral."

__ADS_1


"Kamu salah nona Alice kami tidak pernah berada dalam hubungan seperti itu," protes Mofu.


"Benar sekali."


Aku yang bonyok melanjutkan.


"Aku hanya bercanda, entah kenapa aku bisa mati barusan... alasan kami tidak bisa menerima tawarannya karena kami ingin bergerak secara bebas tanpa terikat organisasi apapun, kami tidak hanya berniat menaklukkan game ini melainkan bersenang-senang juga di dalamnya, aku harap kamu bisa mengerti."


"Seperti itu, kebanyakan anggota kami sangat menginginkan untuk bisa kembali secepatnya, walaupun beberapa harus memulai kembali dari awal."


Itu pasti karena pinalti dari kematian di game ini.


"Meski begitu jika para kesatria butuh bantuan di luar penaklukan lantai kami akan senang membantu dengan upah tentunya."


"Aku senang mendengarnya... aku menantikan kerja samanya."


Aku dan Alice saling berjabat tangan lalu ia meninggalkan kediaman kami begitu saja.


"Kau yakin Yuto, bukannya kau ingin cepat kembali."


"Awalnya seperti itu tapi jika dipikir-pikir berada di sini lebih lama juga tidak terlalu buruk."


"Kurasa kau benar."


Karina mengikuti pandanganku dan melihat bagaimana Mofu dan Rebecca saling mengobrol satu sama lain dengan tawa diantara keduanya.


"Aku ingin tidur, bangunkan aku saat makan malam."

__ADS_1


"Kuharap hukuman ini cepat selesai."


Seminggu itu masih lama.


__ADS_2