VRMMORPG Another World

VRMMORPG Another World
Chapter 25 : Makan Malam Bersama


__ADS_3

Ada waktu sebelum matahari terbenam jadi aku memutuskan untuk memasak di kediaman kami atau sejujurnya selalu aku yang melakukannya.


Aku mengeluarkan item dari penyimpananku yang di dalamnya merupakan drop item dari daging katak, ular dan kelinci.


Daging ini termasuk daging kualitas tinggi yang cukup populer sejak awal game ini dibuat, saat itu kebanyakan player hanya mengambil efek Buff dari ketiga bahan ini tapi sekarang semua orang bisa merasakan rasanya juga.


Aku melihat Mofu yang berdiri bersembunyi di balik pintu, entah kenapa aku terlihat seperti dimata-matai.


Saat pandangan kami bertemu aku bertanya.


"Apa ada sesuatu yang kamu butuhkan Mofu?"


"Itu, bolehkah aku membantu?"


Aku diam memikirkannya, Mofu selalu ceroboh apa dia akan baik-baik saja jika berurusan dengan memasak. Yah... kurasa tidak masalah selagi aku terus mengawasinya.


Aku mengizinkannya membantu hingga ekpresi Mofu berseri-seri, aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba ingin memasak yang jelas aku tidak ingin mematahkan semangatnya. Pertama setelah bahan-bahan dikeluarkan mari gunakan apron terlebih dahulu.


"Jadi apa yang akan kita buat sekarang?" tanyanya penasaran.


"Aku ingin membuat daging katak menjadi rebusan, daging kelinci stik sementara daging ular aku berfikir untuk membuatnya menjadi sate."


"Kelihatannya enak, yah bukan berarti aku bisa sanggup memakan daging ular di dunia nyata."

__ADS_1


"Aku juga begitu, rasanya enak jadi tidak apa untuk mencobanya walau satu kali."


Mofu mengangguk setuju denganku, selagi aku memanggang daging kelinci yang telah dibumbui. Mofu mengambil tugas berbeda untuk membuat sate ular. Aku menjauhkannya dari pisau jadi dia hanya menusuk setiap daging yang sudah dipotong-potong kecil lalu mencampurnya dengan sayuran sebelum memanggangnya.


Tidak lupa dia juga mengoleskan saos kecap di atasnya.


"Hmm aromanya harum."


"Jika sudah matang langsung susun saja di atas pirang."


"Dimengerti."


Aku mulai memindahkan daging kelinci yang sudah matang kemudian berpindah pada rebusan daging katak, jika bentuknya seperti katak hidup jelas tidak akan ada yang mau memakannya karena itulah aku memotongnya dengan baik, memasukan beberapa sayuran sebagai pelengkap dan juga jamur. Seharusnya itu baik-baik saja selama daging lebih banyak dari bahan lainnya.


Mereka sering pergi ke pemandian umum jadi jarang melihat keduanya mandi di rumah ini.


Mata keduanya tampak bersinar terang.


"Bahan yang banyak dicari orang memang beda, rasanya luar biasa."


"Aku juga harus memuji Yuto sesekali."


"Aku senang jika kalian menyukainya terlebih Mofu juga turut membantu."

__ADS_1


Mofu segera membuat sanggahan dengan tangannya.


"Aku hanya membantu sedikit, Yutolah yang banyak memasak."


Karina tersenyum layaknya iblis kecil.


"Kalian masak bersama dan terkadang kalian terlihat serasi, apa kalian saling jatuh cinta?"


Mofu tampak memerah sementara aku mendesah pelan.


"Biar aku tanya, apa itu jatuh cinta?"


"Sudah jelas keinginan untuk melakukan itu, bukannya kalian punya dorongan itu."


Sudah aku duga orang ini masih tetap sama. Aku menyakinkan Mofu untuk tidak terpengaruh dengan omongan Karina sebelum akhirnya kami menyelesaikan makan malam kami dengan tenang.


Besok mungkin akan menjadi hari yang melelahkan, tidak ada salahnya untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal pula.


Aku bangun di tempat tidurku dan melihat bahwa ada sosok yang menyelinap di dalam selimutku, ketika aku membukanya ada wajah jahil Karina di sana.


"Hoamm, selamat pagi Yuto."


"Pagi jidatmu."

__ADS_1


Jika Mofu dan Rebecca melihatnya aku pasti akan terkena masalah.


__ADS_2