Wahana Hati

Wahana Hati
Safara


__ADS_3

Hubungan Darren dengan Safara memang sudah terjalin lama, bahkan mereka berencana untuk menikah mengapa Darren yang harus mengkhianati kisah mereka, yang seharusnya mereka bahagia kini salah satu harus patah hati.


Safara Kalila Veena Putri, gadis berusia 25 tahun yang kini menetap di luar negeri itu, Safara tidak kalah cantik seperti Clarice tapi memang lebih cantik Clarice, tujuh tahun menjalani hubungan dengan Darren, ternyata tidak menjamin dia akan menjadi istrinya.


Bahkan harapannya harus sirna, apakah Safara tau bahwa Darren sudah menikah tentunya tidak karena sampai saat ini Safara masih berpacaran dengan Darren.


"Apakah kak Darren akan melamar ku ya, berapa lama lagi kita berhubungan, kenapa sulit sekali masuk ke dalam keluarga mereka, sepertinya aku harus memberikan surprise kepada kak Darren" iya rencananya dia akan pulang, karenq Darren menjanjikan adanya lamaran saat ia pulang.


Safara me video call Darren, bahagianya dia melihat Darren walaupun terhalang jarak yang sangat jauh, Darren pria yang sangat baik melebihi Papanya, iya Safara adalah putri tunggal yang tidak memiliki saudara.


"Kakak belum pulang, biasanya udah pulang kan kak aku pengen deh liburan bareng kakak lagi"


"Belum habis ini pulang, kamu lagi apa gak kangen ya sama kakak"


"Justru aku merindukanmu kak, bahkan aku tidak sabar menjadi istrimu, kalau kita nikah kita honeymoon di kota x ya kak"


"Ah iya, semoga saja hubungan kita segera direstui ya"


"Sampai rumah telfon aku lagi ya kak, jangan gak telfon aku tunggu"


Darren hanya mengiyakannya,mana mungkin ia akan menghubungi Safara ketika dirumah bisa jadi Clarice akan curiga gara-gara ia tau bahwa Darren mempunyai kekasih.


Clarice menunggu Darren di lobby kantor, seperti yang dikatakan suaminya tadi akan menjemputnya disini, tapi kenapa lama sekali apakah Darren membohonginya.

__ADS_1


"Sudah satu jam aku menunggu,tapi mas Darren tidak kunjung datang, dimana dia harusnya sudah sampai bukan" Reno yang melihat Clarice duduk sendiri pun menghampirinya,ada apa mengapa tidak pulang.


"Ada apa kamu gak pulang Cla, seharusnya pulang dari tadi kan kenapa masih ada disini katakan kenapa" Clarice menatap Reno mengapa ada dia disini bagaimana kalau Darren tau.


"Aku menunggu taksi, kamu duluan aja Reno" tapi bukanlah Reno jika tidak memahami sahabatnya itu, bahkan ia paham pasti Clarice menunggu suaminya.


"Aku antar ya Cla, jangan membohongi ku aku tau kok Cla, kita bersama sudah lebih dari lima tahun, aku paham dengan bagaimana kamu, jika kamu tidak bahagia lepaskanlah Cla dan menikahlah denganku, kita bawa persahabatan kita ke jenjang pernikahan dan aku berjanji tidak akan menyakitimu,sampai sekarang aku menyukaimu menyayangimu, tapi aku sadar aku siapa kamu aku anggap sebagai adikku" Reno mengandeng tanganku, ingin sekali aku melepaskannya tapi mengapa Darren tak kunjung datang.


Sedangkan dirumah yang satunya Darren asik telfon dengan Safara, sampai ia lupa bahwa berjanji akan menjemput istrinya, Clarice meminta untuk diantarkan ke apartemen saja baru saja menikah sudah dibuat kecewa oleh janjinya.


"Terimakasih Reno, maaf merepotkan, mau mampir dulu " Reno pun berpamitan pulang karena ia akan ada urusan yang penting,ya walaupun Clarice sangat penting baginya.


Memasuki apartemennya, Clarice segera mandi untungnya


"Astaga sudah jam 7 malam, aku berjanji akan menjemputnya tapi kenapa aku melupakannya"


"Kakak siapa yang mau kakak jemput, kenapa kakak menjadi sangat panik sih"


"Iya aku akan menjemput shanum tadi dia meminta untuk aku antar ke temannya "


Safara pun mematikan telfonnya,ketika Darren mengatakan hal itu, Darren masih sangat cemas dengan keadaan istrinya walaupun dia tidak mencintainya tapi setidaknya menjadi suami yang bertanggungjawab bukan.


Sebelum kepulangan Safara ia akan mengadakan resepsi pernikahan agar orang tua bahwa Clarice istrinya,dan akan Darren bawa Clarice tinggal dirumahnya.

__ADS_1


"Cla angkat dong, kamu dimana" Darren menelfon berkali-kali tapi tidak ada jawaban sama sekali, iya Clarice memang sengaja tidak menjawab telfon dari suaminya itu.


Dan ketika telfonnya tidak ada jawaban sama sekali, Darren menelfon papa mertuanya kemungkinan istrinya ada disana kan, tapi nihil istrinya tidak ada disana, suami macam apa sih baru saja menikah sudah ditinggal istri kabur.


"Sudah Erlan bilang kan pa, dia gak baik buat Cla" Erlan dia panik ketika mendengar papa dan adik iparnya telfon itu, bagaimana tidak adiknya tidak bersamanya jelas-jelas beberapa hari lalu dia ajak pulang bukan.


"Dia suami yang bertanggungjawab, kemungkinan Cla memang yang tidak bisa diatur, papa menjodohkan Cla karena papa Tau dia laki-laki yang baik" masih saja papa membela Darren, jelas-jelas sekarang Clarice hilang entah kemana.


"Dimana Cla putriku pa, kenapa dia bisa hilang apakah Darren tidak mampu untuk menjaganya" sebagai seorang ibu tentu saja panik mendengar putri kesayangannya hilang, padahal yang ia tau Clarice bersama suaminya.


Erlan berpikir apakah adiknya berada di apartemen milik adiknya, ia segera menuju kesana tidak lupa Erlan membelikan makanan kesukaan adiknya terlebih dahulu.


Sesampainya di apartemen, Erlan segera masuk karena ia tau apa password nya dan benar saja adiknya sedang tidur di kamarnya,lega sekali menemukan adik kesayangannya itu, Erlan pun menyiapkan makanan yang ia beli tadi.


Clarice mencium bau makanan,siapa yang memasak disini tidak ada orang selain dirinya, Clarice segera bangun ia terkejut dengan melihat sosok abangnya.


"Bagaimana bisa abang masuk" Clarice bertanya-tanya ia langsung menghampiri abangnya itu.


"Ternyata benar dugaanku kamu disini Cla,makan dulu kamu belum makan kan" Erlan menyuruh adiknya untuk makan, ia tidak ingin adiknya itu sakit, Clarice pun segera menghabiskan makanannya setelah itu mereka mengobrol diruang tamu.


"Aku mohon kak, jangan beritahu mas Darren keberadaan ku disini, aku tidak ingin dia tahu bahwa aku mempunyai apartemen ini kak" Clarice menginginkan tinggal disini saja tapi ia mempunyai suami, mana Darren terlihat tidak peduli lagi dengannya.


"Ada apa dengannya, apa kalian ada masalah" Erlan mencoba mengerti apa yang adiknya katakan, mungkin ada masalah.

__ADS_1


"Dia berjanji untuk menjemputku bang, tapi hampir dua jam aku menunggu di kantor dia tidak datang sama sekali, harusnya jika tidak bisa dia bilang kan, jika aku membawa kendaraan sendiri kan aku bisa pulang sendiri kak, dari itu aku kecewa dengan mas Darren dan aku memutuskan untuk pulang kesini, dia menelfon ku dan mengirim pesan tapi tidak aku balas kak" bagaimana jika Clarice tau bahwa Darren lupa menjemputnya karena ia sedang asik telfon dengan pacarnya, lebih penting kekasihnya daripada istrinya iya kan.


__ADS_2