
Setelah dua bulan pernikahan mereka, iya hidup yang mereka jalani selayaknya suami-istri pada umumnya namun tidak ada melakukan kewajiban mereka sebagai suami dan istri, kenapa karena Darren tidak ingin memaksakan kehendak untuk memiliki seorang anak ketika istrinya belum siap.
Selayaknya istri Clarice melayani segala kebutuhan suaminya dan keperluannya, soal kesiapan mempunyai anak Clarice siap namun sampai saat ini Darren tidak menyentuhnya, ada apa mungkin karena Clarice bukan wanita pilihannya.
Safara telah sampai di bandara kota x, dia akan memberikan kejutan untuk Darren, walaupun semua orang tau istri Darren adalah Clarice tapi Safara tetaplah kekasihnya, Safara bahagia karena kepulangannya hanya untuk keluarganya dan Darren.
"Cantik banget sih besti, lama gak pulang" Riana memeluk Safara, iya mereka berdua telah lama bersahabat dari SMP kemungkinan, sedangkan Riana yang selalu menjadi support Safara.
"Aku kangen banget sama kamu, oh ya apa kabar kamu dan mama papa" Riana bahagia seseorang yang ia sayangi telah kembali, bahkan ia tidak rela ketika sahabatnya itu disakiti oleh seseorang.
"Baik, mama papa nanyain kamu loh emang ya Safara ini super sibuk banget sampai gak pulang-pulang" Riana dan Safara pun segera menuju kerumah Safara, ia mencoba menahan diri agar tidak bertemu dengan Darren terlebih dahulu.
Sedangkan dirumah Darren seperti biasanya dia olahraga, karena ini weekend dia akan stay dirumah saja bersama Clarice, apakah mereka sudah saling mencintai setelah lama bersama? jawabannya belum karena entah belum ada rasa cinta tapi kenyamanan itu ada.
"Saya boleh menginap dirumah papa, lagian ini kan weekend jadi saya mau disana saja mas" weekend ia lakukan untuk menginap dirumah orang tuanya maupun mertuanya,tapi sejauh ini hanya beberapa kali saja menginap dirumah mertuanya.
"Gak mau menginap dirumah,kita kerumah saya aja yuk nanti minggu depan dirumah kamu" Clarice walaupun agak kesal ia menerimanya,menginap dimana saja ia mau ya karena semua adalah orang tuanya.
__ADS_1
"Boleh mas, kalau gitu saya siap-siap terlebih dahulu ya mas" Clarice memang belum mandi karena selesai memasak jadi ia santai terlebih dahulu, beruntunglah Darren mempunyai istri yang tidak pernah melawannya,tapi bagaimana jika nanti ia tau bahwa Darren mempunyai kekasih.
Sebelum berangkat mereka pun sarapan terlebih dahulu, iya karena Clarice sudah memasak untuk sarapan mereka, menikah baginya bukan untuk main-main apalagi ketika ia mantap menikah dengan laki-laki yang sebelumnya belum pernah ia kenal.
Sedangkan Shanum yang mendengar kepulangan Safara pun merasa cemas, bagaimana jika nanti dia kemari mencari Darren, apakah abangnya itu sudah memutuskan hubungannya.
Malam harinya, kini mereka telah selesai makan malam iya makan malam bersama keluarga Darren setelah itu mereka menonton televisi bersama, walaupun sudah dua bulan menjadi bagian keluarga ini tapi rasanya masih saja canggung.
Tiba-tiba saja diluar heboh, karena sepertinya ada cekcok antara penjaga keamanan rumah dengan seseorang perempuan,dia melarangnya untuk masuk karena ada nyonya muda disini.
Sedangkan Darren menatap Safara dengan penuh kerinduan,tapi ia juga bingung kenapa ada Safara yang ia tau dia luar negeri kan, bagaimana ini jika Safara mengatakan yang sebenarnya.
"Biarkan dia masuk pak, apa yang mau dia lakukan" Mama Mita membiarkan Safara masuk, dan Safara pun tidak lupa basa-basi dengan kedua orangtuanya Darren,lalu ia memeluk Darren mengatakan ia sangat merindukannya.
"Kak Darren aku rindu sama kakak, ternyata kakak disini kak aku pulang untuk kakak, untuk pernikahan kita kakak akan melamar ku kan" terang-terangan Safara mengatakannya sedangkan Darren tidak menjawabnya sama sekali ia mencoba melepaskan pelukan Safara, sedangkan di belakang mereka terdapat Clarice yang mendengar Safara mengatakan rindu siapa dia.
Clarice berjalan ia berada disampingnya Darren,tentu saja tatapan sinis Safara membuat Clarice semakin curiga dengan dia, sama-sama bingung lalu mereka berdua siapa.
__ADS_1
"Siapa dia mas, kenapa dia mengatakan bahwa tentang pernikahan kalian, apakah kalian punya hubungan" Clarice langsung menebak karena Darren hanya diam menatap mata istrinya, walaupun Clarice tegar tapi hatinya sangat rapuh, bagaimana jika dia yang terkesan merebut Darren.
"Justru kamu yang siapa, aku pacar kak Darren selama 7 tahun ini, kenapa kamu ada disini pasti kamu temannya Shanum ya" Clarice mundur satu langkah ketika mengetahui perempuan yang di depannya ini adalah kekasih suaminya selama 7 tahun, lalu ketika dia menikahinya berati sudah punya kekasih.
"Kenapa kamu gak bilang mas, harusnya kamu tidak perlu menyetujui permintaan papa, kenapa kamu malah mengiyakannya mas, kesannya saya yang merebut kamu dari dia, tapi kenyataannya saya tidak tau tentang hubungan kalian" dengan mata yang berkaca-kaca dan tubuh bergetar menerima takdir yang seharusnya ia tidak pernah tau.
"Nak kendalikan mama bisa jelasin" Mama Mita mencoba mengendalikan menantunya itu, tapi Clarice merasa ditipu oleh mereka, kenapa orang tua Darren diam saja ketika putranya sudah memiliki kekasih namun malah mereka menyetujui pernikahan kami.
"Mama Papa Shanum juga tau tentang hal ini, apalagi hubungan mereka sudah 7 tahun,lalu kenapa Mama Papa merestui pernikahan kami, kenapa Ma? Cla gak merebut mas Darren dari mbak ini, Cla gatau kalau mas Darren sudah mempunyai kekasih, lalu kenapa kalian diam saja" jujur saja Clarice kecewa dengan suaminya dan keluarganya tega sekali mereka membohongi Clarice,mengapa harus dia yang menjadi selingkuhan.
"Cla maafin Mama dan Papa, jujur saja Mama Papa bahagia melihat Darren menikahi kamu, maka dari itu kami setuju,karena kami tidak merestui hubungan Darren dengan Perempuan ini nak" Mama Mita tidak ingin kehilangan menantunya ini, Darren pun mencoba menyakinkan Clarice bahwa ia akan mengakhiri hubungannya namun Clarice sudah terlanjur kecewa.
"Apa maksudnya kamu mengatakan bahwa kamu adalah istri Kak Darren, mana mungkin aku adalah kekasihnya sedangkan kamu hanya mengaku saja" Safara tidak bisa bisa menerima kenyataan ketika benar Darren sudah menikah.
"Dia benar Safara, dia adalah istriku, kami sudah menikah" Darren membentaknya hebat sekali selama ini tidak pernah Darren bicara dengan Safara sangat keras ataupun dengan nada tinggi.
Apakah Clarice akan pergi,tentu ia akan pergi menenangkan diri, Clarice memasuki rumah ia mengambil tas yang ia bawa tadi, setelah itu ia pergi melewati semuanya, Darren dan Shanum bahwa Mama pun mencegahnya namun Clarice tidak ingin disini lagi, sungguh sakit mengetahui suaminya mempunyai kekasih, bahkan dia tega sekali merebutnya.
__ADS_1